Menahan Diri saat Ramadhan
Indscript Writing Group

4 Sikap Menahan Diri di Bulan Ramadhan – Day 3

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Ramadhan adalah bulan bertebar pahala. Di bulan yang bertebar pahala ini, kita diwajibkan untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat. Nah, apa aja siy yang dapat kita lakukan selama bulan ramadhan? Salah satunya dengan menahan diri dari berbagai hal yang mendekatkan kita pada maksiat. Puasa adalah cara terbaik untuk menahan diri, makanya selama bulan ramadhan kita diwajibkan berpuasa agar terbiasa menahan diri hingga selalu terbawa di bulan-bulan yang lain juga pastinya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

Qs. Al Baqarah ayat 183

#1. Menahan diri dari rasa lapar dan haus

Nah, puasa adalah menahan diri. Yang pertama adalah menahan diri dari rasa lapar dan haus dari sebelum subuh hingga tenggelamnya matahari. Menahan diri dari rasa lapar dan haus ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang berhura-hura dalam hal makan dan minum. Selain itu, dengan berpuasa dengan rentang waktu tertentu, kita seperti sedang melakukan detoksifikasi pada tubuh kita. Namun, setelah waktu buka puasa, kita tidak boleh langsung kalap juga ya, makan dan minum sedikit-sedikit.

Kita juga dapat merasakan perjuangan saudara-saudara kita yang belum beruntung dalam hidupnya, dimana untuk makan saja mereka harus mengais-ais di sampah. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang penuh dengan rasa syukur. Menahan diri dari rasa lapar dan haus juga mengajarkan kepada kita cara makan yang lebih terkontrol. Hal ini akan membawa kebaikan bagi kesehatan tubuh kita. Sapa disini yang mau sehat? Akuuuuuuu – hehehehe.

#2. Menahan diri dari nafsu amarah

Sapa yang suka marah-marah? Awas, nanti dapat diberi tempelan “awas ada orang galak” hehehehe. Melalui puasa kita juga diajarkan untuk lebih bisa mengendalikan emosi terutama nafsu amarah. Semakin kita menggebu-gebu untuk marah, itu akan berdampak semakin membuat diri kita kelaparan loh. Kok bisa? Kalo aku siy begitu. Apabila stres, kemudian berdampak pada uring-uringan alias ngomel dan berakhir pada pengen ngemil. Hasil akhirnya adalah bertambah gendut dan kolesterol serta tekanan darah menjadi naik.

Untuk itulah kita dianjurkan berpuasa, sehingga rasa sabar selalu tercipta dalam diri kita. Ketika kita sabar dan dapat menerima kejadian dengan hati lapang, InsyaAllah kita akan terhindar dari amarah dan membiasakan kita lebih sering untuk istighfar. Sapa yang mau hidup sehat? Akuuuuuuu. Hayuklah kita mulai mengendalikan nafsu amarah kita. Tarik nafas, duduk, istighfar ketika kita mengalami hal yang tidak menyenangkan.

#3. Menahan diri dari berfoya-foya dalam belanja

Ibu-ibu niy yang biasanya suka belanja, termasuk aku juga siy. Nah, selama bulan ramadhan mayoritas orang mengeluhkan pengeluaran yang lebih besar dari bulan sebelumnya. Loh kok bisa? Bukannya kita puasa, kok pengeluaran malah lebih besar. Inilah kesalahan yang sering kali kita lakukan. Kita menjadi kalap mata selama puasa, jadi setelah masuk berbuka, kita memiliki keinginan untuk makan dan jajan bermacam-macam. Padahal kita sebenarnya tidak membutuhkan namun kita membeli, yang pada akhirnya berakhir pada keadaan ada makanan utuh tidak termakan.

Bulan ramadhan boleh kita memasak dengan menu lebih spesial namun tetap bisa kita masak dengan anggaran seperti pada hari-hari lainnya. Untuk sahur kita pilih menu yang sederhana, pun pada saat buka puasa. Dari pengalamanku, ketika perut kita kosong seharian, kita memiliki keinginan ingin makan segala makanan. Namun setelah masuk waktu berbuka, kapasitas perut kita hanya menampung sedikit. Kita sudah dibutakan oleh mata kita sendiri sehingga kita tidak dapat menahan diri dari berfoya-foya dalam belanja.

#4. Menahan diri dari omongin orang lain

Sapa yang pernah mendengar tentang kata ghibah? Ghibah adalah membicarakan sikap atau sifat orang lain dimana orang lain itu tidak suka apabila itu dibicarakan. Ini masih mewarnai hidup kita pun hidupku. Bahaya ghibah ini sangat besar karena dapat menyebabkan kita termasuk dalam golongan orang bangkrut di akhirat nanti. Pahala dari ibadah-ibadah kita akan habis dikurangi oleh dosa akibat ghibah.

Aku tahu berat kok menghindari ini, namun yakinlah insyaAllah kita bisa menghindarinya. Memang mengasyikan kalo sudah membicarakan orang lain tuh, kadang membuat kita gak menyadari bahwa diri kita pun tidak lebih baik dari orang yang sedang kita bicarakan. Nah loh, yuk kawan kita berubah. Perlahan tapi pasti apabila kita ada niat dan kemauan, kita bisa untuk mengurangi dan menghindarkan diri dari ghibah ini. Aamiin, semangat kawan.

Di bulan ramadhan ini, marilah kita raih pahala sebanyak-banyaknya dan kita dapat masuk menjadi golongan orang yang bertakwa.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

Menahan Diri saat Ramadhan

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: