Bunda Sayang
Bunda Sayang

Ada kesuksesannya, Ada kegagalannya pula..kita coba lagi besok – Tantangan H-13

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Ntah kenapa 2 hari ini dihadapkan pada kondisi kurang bersahabat berkomprod dengan Adek. 2 hari ini Adek sangat menggoda emosiku. Trus apakah aku kalah? hiks..nyaris kalah, namun nada yang keluar tidak sampai 5 oktaf seperti biasanya..cukup di level 3 oktaf saja dan semoga tidak berulang esok hari dan seterusnya.

Sepulang kerja kemarin aku harus mampir dulu ke salah satu toserba di Bandung untuk membeli cobek kayu buat Kakak yang akan kemping di sekolah. Sewaktu akan pulang, hujan deras sekali sehingga aku berteduh sebentar di selasar toserba. Ditunggu dengan sabar namun hujan nampak belum ada tanda-tanda akan berhenti, akhirnya aku paksakan pulang dengan memakai baju astronot a.k.a jas hujan -hehehe.

Sesampainya di rumah, makanan kecil yang aku beli sudah diserbu oleh Adek dan Kakak. Semua berlalu dengan baik, kami melakukan obrolan ringan. Aku memang sedang ada tugas yang harus dikumpulkan hari ini sehingga pikiranku agak kurang fokus. Nah, disinilah ujian itu berlangsung..jeng..jeng.

Adek: (sibuk memainkan perut dan nenenku). Emang dia paling hobi bermain dengan nenen dan perutku yang gembul karena tumpukan lemak yang tak kunjung ludes ini.

Aku: “Adek, tidak boleh mainan perut ibu. Ibu sedang mendengarkan ini dulu” (sambil aku menunjuk ke layar HP).

Adek ini memang dulu tidak disapih, dia menghentikan sendiri proses menyusunya. Nah, mungkin karena inilah, dia masih suka ngulik nenenku.

Adek: (masih sibuk mengulik perut dan nenenku sambil tertawa-tawa karena aku bergaya sok marah)

Aku: “Adek, nanti ibu marah loh”

Adek: “nanti ibu marah loh” (dia malah menirukan omonganku)

Sudah beberapa kali diulang, Adek tetap tidak berhenti dan malah tetap menirukan omonganku. Akhirnya aku sudah tak kuat.

Aku: “Adeeeeeeeeekkk” (setinggi 3 oktaf).

Adek: (baru akhirnya mengakhiri mengulik perutku).

Sehabis itu aku menyesal dan minta maaf. Hiks..sedih deh rasanya. Ini karena dia tahu pikiranku sedang tidak bersamanya sehingga dia memancing mencari perhatianku dengan cara mengulik perut dan nenenku. Maafkan ibu ya Dek.

Tadi pagi, ketika aku sedang melaksanakan sholat subuh, Adek sudah bangun.

Aku: “Dek, bangun yuk, sholat subuh. kan mau sekolah hari ini”

Adek: “Aku gak mau sekolah, aku mau maen game aja”

Aku: “Okeh, boleh tapi gak bisa pergi bareng ibu ya”

Huaaaaa…dia malah nangis, jadilah drama mahabarata deh di pagi hari tadi. Aku tetap melanjutkan sholat sembari Adek masih nangis. Selesai sholat aku panggil dia untuk mendekat dan kupeluk. Aku mencoba menenangkan diri sendiri dan diri Adek pastinya. Selesai dzikir, aku ajak dia sarapan pagi. Alhamdulillah dia mau, selesai sarapan, dia pun mau diajak mandi, dan mau juga disuruh wudhu. Setelah selesai berganti baju, dia pun sholat subuh (kesiangan lagi deh).

Selesai sholat subuh, Adek bilang

Adek: “Ibu, aku hebat ya udah sholat subuh”

Aku: “Iya, adek hebat sudah sholat subuh, nanti siang tidak lupa sholat dhuhur ya”

Adek berlalu sambil mengangguk menuju ke ruang TV untuk menunggu aku ganti baju dan bersiap berangkat sekolah.

Semalam sedikit gagal dalam mengendalikan emosi dan masih menggunakan sedikit kata ancaman di pagi ini agar Adek menuruti ibunya.

Mamak rungsing, anakpun jadi rewel dan berujung pada emosi yang tak tertahankan.

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

Baca juga: https://novya.id/awalnya-adek-ceria-eh-kemudian-berubah-marah-marah-tantangan-h-12/

Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: