Lomba Menulis

Aku memilih blog sebagai sarana dalam mengaktualisasikan minat dalam bidang penulisan

Bismillahirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Aku mengenal dunia blog kali pertama di Tahun 2016 melalui salah satu teman kerja di kantor. Dari sejak sekolah di bangku sekolah dasar hingga di bangku perguruan tinggi yang pasti lebih tinggi kursi dan mejanya, aku sudah senang menulis. Mencatat lebih tepatnya. Menurut aku sih sama saja ya.

Apa yang menyebabkan aku sangat suka menulis?

#1. Agar tidak mudah lupa terkait materi yang disampaikan

Pasti ini alasan utama bagi siapapun yang suka menulis bukan? Yup, kapasitas memori manusia terkadang terbatas, bisa dalam hitungan detik tiba-tiba lupa dengan apa yang sudah didengar atau dilihatnya. Mungkin aku adalah salah satu dari golongan ini. Karena menyadari diri ini pelupa, maka aku suka sekali mencatat apapun yang kudengar dan kulihat pada buku catatan. Dahulu sebelum marak gawai atau gadget lainnya, media menulis yang paling sering digunakan adalah buku sehingga aku sangat akrab dengan kertas dan pena.

#2. Agar bisa dibuka kembali setelah sampai di rumah

Ini juga merupakan alasan utama aku menulis. Tak sedikit orang yang mengalami kondisi dimana pada saat mendengarkan penjelasan dia tidak langsung memahaminya. Menulis pokok utama penjelasan kemudian dibaca kembali di rumah merupakan hal yang aku pilih. Dalam kondisi dan suasana hati yang lebih tenang akan lebih mudah menyerap materi atau ilmu yang baru saja disampaikan. Pada saat kegiatan berlangsung, aku mampu menyerap 10-30% materi yang disampaikan, namun dengan adanya catatan yang kita bawa pulang, materi yang terserap dapat mencapai 100%.

Perkembangan teknologi mempermudah blogging

Perkembangan teknologi yang semakin maju, pada akhirnya menggeser keberadaan kertas dan pena yang selama ini lekat pada diriku. Apakah kemudian aku menjauhkan diri kepada 2 benda tersebut? Tentu tidak. Aku biasanya menggunakan pena dan kertas untuk mencatat hal pokoknya, sedangkan untuk detilnya kini aku beralih ke blog. Tahun 2016 sejak aku berkenalan dengan blog, aku mulai suka walaupun belum banyak tulisan yang aku buat.

Tahun 2017 aku mulai mengenal lebih dalam tentang blog dan salah satu bukti eksistensi keberadaan blog kita adalah dengan adanya tulisan di dalamnya. Apalah artinya sebuah blog apabila tidak ada tulisan. Aku pun memberanikan diri bergabung dalam sebuah komunitas para blogger pemula dan senior yaitu satu minggu satu cerita (1m1c). Di dalam komunitas ini, kami para anggota diharuskan menulis di blog 1 tulisan setiap minggu nya kemudian disetor pada link yang sudah disediakan. Di setiap awal bulan ada minggu bertema dimana semua anggota harus menulis sesuai tema yang diberikan oleh para admin. Ada aturan punish and reward juga. Punish diberikan apabila ada anggota yang membolos setor tulisan 6 minggu berturut-turut, sedangkan reward diberikan kepada anggota yang tulisannya menjadi tulisan favorit di minggu bertema.

Aku memilih blog sebagai salah satu sarana dalam mengaktualisasikan minat dalam bidang penulisan. Konsep awal dari blog aku adalah tentang cerita keluarga dan kegiatan yang kami lakukan sehingga aku pun masih menggunakan niche nano-nano. Platform yang aku pilih adalah wordpress karena bagiku sangat mudah untuk mengelolanya seperti melakukan perubahan tema, layout dan menulis. Layout yang kupilih pun sesuai dengan konsep yang ada yaitu “Family Blog” dengan harapan kedepan lebih ingin isi dari blog aku adalah catatan harian keluarga kami. Aku ingin mempunyai warisan tulisan yang bisa dibaca oleh anak-anak aku bahkan hingga cucu-cucu aku kelak.

sumber: dokumentasi pribadi

Kalau dahulu kala di jaman kerajaan, orang harus meninggalkan pesan atau warisan dengan menulis di atas daun lontar kini dengan adanya blog semua menjadi lebih praktis. Selama internet masih berjalan maka sepanjang masa pun tulisan kita masih dapat dibaca. Aku sempat mengalami pasang surut semangat dalam menulis di blog ini, salah satunya adalah penyakit menunda. Aku juga sempat dikeluarkan dari komunitas satu minggu satu cerita dikarenakan 6 minggu berturut-turut membolos mengirimkan setoran tulisan, namun kemudian aku mendaftarkan diri kembali dengan semangat yang lebih prima.

Keuntungan bergabung komunitas blogger

Bagiku bergabung dengan komunitas narablog sangat membantu aku dalam berkarya. Aku pun mulai mengenal istilah BW (Blog Walking) yaitu jalan-jalan menyusuri dan membaca tulisan kawan narablog lain dan berselancar ke dalamnya. BW ini sangat menguntungkan bagi para narablog karena dapat meningkatkan kunjungan ke blog kita dan mendapatkan ide-ide tulisan yang baru. Dari beberapa diskusi yang kuikuti di komunitas yang aku ikuti, aku pun tertantang untuk menjadi narablog yang profesional dan produktif walaupun belum memutuskan untuk menjadi seorang fulltime blogger.

Menjadi seorang narablog di era digital ini pastinya sangat terbantu. Platform wordpress dan blogger pun sudah ada di aplikasi playstore HP sehingga dapat kita install pada HP kita. Hal ini sangat membantu aku ketika ingin menulis blog, bisa dimanapun dan kapanpun selama ada jaringan internet atau kuota internet kita sedang penuh, kita dapat menulis di laman blog kita setiap saat tanpa harus membuka laptop ataupun PC Komputer. Untuk peningkatan kualitas tulisan pun sekarang banyak diadakan kelas online via whatsapp tentang penulisan baik penulisan buku maupun artikel. Jadi tidak ada halangan bagi kita untuk belajar dalam menulis blog. Selain itu, bergabung dengan komunitas para blogger sangat membantu aku dalam memahami dunia blogging. Aku mendapatkan ilmu tentang DA (Domain Authority), PA (Page Authority), SEO dan bagaimana memperindah blog kita agar lebih user friendly bagi pengunjung.

Pencapaian ku di tahun 2018 dalam blogging

Di akhir tahun 2018 lalu, aku memberanikan diri mengikuti tantangan One Day One Post (ODOP) yang diadakan oleh salah satu komunitas blogger yang aku ikuti yaitu Blogger Perempuan Network (BPN).

sumber: gdrive BPN

Selain itu juga sukses menyelesaikan tantangan ODOP dari komunitas #ODOP99days dengan mendapatkan badge “YOU’RE OUTSTANDING”.. Aku berhasil menyelesaikan tantangan menulis di blog selama 31 hari berturut-turut.

sumber: grup WA SehariSatuTulisan

Bagiku ini adalah pencapaian yang luar biasa dikarenakan aku mampu memegang komitmen dan konsistensi dalam menulis di blog selama 30 hari berturut-turut.

Semua ini dapat tercapai berkat ijin dari Allah SWT yang memberikan kemudahan bagiku untuk berkarya. Kini tugas selanjutnya adalah belajar untuk dapat memberikan konten tulisan yang lebih baik dan lebih informatif bukan hanya sekedar curahan hati belaka. Aku mengikuti kelas kulwap tentang menulis buku dan menulis artikel untuk menunjang keberhasilan dalam menghasilkan tulisan yang baik.

Memiliki domain blog sendiri

Dari 2 tantangan menulis blog yang pernah aku ikuti di akhir tahun 2018 lalu, ada tulisanku tentang harapan kedepan dalam dunia blogging yang akan aku lakukan. Salah satu dan utama adalah memiliki domain sendiri. Terkait domain ini, aku sangat berterima kasih kepada suamiku yang sangat mendukung minat istrinya. Bermula dari tulisan status di whatsapp yang aku buat dimana aku menuliskan ingin menjadi blogger profesional yang memiliki domain sendiri. Status itu dibaca oleh suamiku dan tanpa bilang sebelumnya, beliau langsung membelikan domain yang saat ini aku pakai. Nah, sekarang tinggal tugas aku untuk mengisinya dengan tulisan yang baik dan berkualitas dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi pembaca yang berkenan berkunjung di blog aku ini.

Di tahun 2019 ini, aku mengawali mengikuti 2 kompetisi menulis blog dan 2 program ODOP dengan harapan dapat semakin meningkatkan semangat dan produktivitas aku dalam menulis. Semoga dengan dukungan dari suami, aku bisa menjadi semakin istiqomah menjadi narablog kedepan. Aamiin.

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi menulis yang diadakan oleh Kompetisi Blog Nodi.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

32 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: