aplikasi selama ramadhan
BPN30DayRamadhan2019

Aplikasi yang akrab membersamaiku selama bulan ramadhan kali ini

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Yup, di era menuju industri yang katanya 4.0 ini, hidupku tak bisa lepas dari gawai kesayanganku. Dari komunitas menulis, komunitas para narablog hingga komunitas ibu-ibu orang tua siswa. Kalo pegang gawai pasti sibuk kepoin sosmed orang lain ya? Hmmm, gak juga tuh. Aku pegang gawai bisa untuk urusan dunia dan urusan mengumpulkan bekal akhirat juga kok. Masak? Masak sayur siy iya -hehehehe. Alhamdulillah di bulan ramadhan ini, qadarullah diberikan amanah beberapa tugas. Ada tugas dari kantor, ada juga tugas yang nyari sendiri akibat sok merasa kurang kerjaan (ini mah karena salah prediksi aja, dipikirnya bakal santai ternyata malah barengan kerjaan lain datang-hehehehe). Nah, di gawai aku ada aplikasi yang mendukung kegiatan-kegiatanku. Apa sajakah aplikasi-aplikasi itu?

#1. Aplikasi yang berhubungan dengan urusan duniawi

aplikasi selama ramadhan
  • Whatshap. Aplikasi ini sudah ada sejak lama di gawaiku. Selama bulan ramadhan ini tetap aku gunakan. Melalui aplikasi ini aku berkomunikasi dengan Pak Suami yang jauh di benua sebrang, mengikuti kelas online, media untuk menyampaikan setoran tilawah di grup ODOL dan ODOJ, diskusi dengan kawan-kawan di komunitas narablog dan koordinasi dengan tim di kantor terkait pekerjaan. Boleh dibilang ini adalah aplikasi yang paling sibuk di gawaiku.
  • Facebook. Aku sebenarnya sudah mulai meninggalkan aplikasi Facebook ini, namun beberapa komunitas narablog menggunakan aplikasi ini sebagai tempat penyetoran tantangan yang mereka adakan serta menjadi wahana untuk melakukan blogwalking. Selain itu ada kegiatan Qur’an Journaling yang kegiatannya berbasis pada aplikasi ini. Akhirnya mau gak mau selama bulan ramadhan ini, aku masih berinteraksi dengan aplikasi ini.
  • Instagram. Nah, ini juga termasuk kategori medsos selain Facebook dan Whatshap. Aku masih menggunakan aplikasi ini selama bulan ramadhan dikarenakan aku masih mengikuti kelas online Bengkel Diri dimana pengiriman tugasnya diunggah melalui aplikasi Instagram ini. Suka kepo dong via Instagram? Jujur iya, dikit kok – hehehehe.

Yach, mau gak mau memang diri kita sendiri yang harus mampu mengendalikan diri dalam berselancar. Prinsip utamanya ada dalam diri kita. Niat mulai berbelok, luruskan lagi biar gak berbelok. Susah? Pastilah, tapi kan harus berusaha untuk bisa kan (ngomong ama diri sendiri – hehehehe).

#2. Aplikasi yang berhubungan dengan urusan bekal di akhirat kelak (insyaAllah)

Aplikasi selama ramadhan
  • Qur’an for Android. Aplikasi ini sudah kuinstal lama sejak tahun 2017, ketika aku mengikuti kegiatan ODOJ. Tujuan awal adalah agar bisa bertilawah dimana saja dan kapan saja tanpa harus membawa mushaf. Pada bulan ramadhan ini, aplikasi ini paling sering dipakai juga dikarenakan ODOJ tetap diikuti ditambah dengan ODOL dan QJ. Jadi dimanapun dan kapanpun kita tidak bisa beralasan untuk tidak melakukan tilawah.
  • Apa doanya. Pak Suami menginstal aplikasi ini digawaiku sejak lama agar aku lebih mudah mencari doa-doa pendek yang kuperlukan. Nah, di aplikasi ini terdapat urutan dzikir pagi dan petang, sehingga memudahkan aku dalam melakukan dzikir. Walaupun aku terkadang masih suka bolong-bolong namun dengan adanya aplikasi ini sangat menolongku selama bulan ramadhan ini dalam menerapkan amalan harian.
  • Al Matsurat. Aplikasi Al Matsurat pun sekarang sudah ada di gawaiku. Ada al matsurat kubro dan sugro. Kalo aku siy masih level yang sugro kawan – hehehehe. Selama bulan ramadhan ini, aku mulai “memaksa” diri ini untuk konsisten menggunakannya. Aku belum lengkap pagi dan petang, terkadang dan seringnya adalah salah satu, antara pagi atau petang. Hiks, maafkan.

Nah, itulah aplikasi yang membersamaiku selama bulan ramadhan tahun ini. Disinilah letak gawai kita berfaedah di bulan puasa yaitu digunakan untuk membanyak ibadah bukan berselancar dalam kemaksiatan. Aku teringat kata salah satu murabbi di liqo, bahwa semua benda akan dihisab dan ditanya di akhirat nanti. “Hai gawai, selama si fulan/fulanah hidup, engkau dimanfaatkan apa saja olehnya?”. Disitulah gawai ini akan menjadi saksi atas aktivitas yang kita lakukan. Ya Allah, semoga aku bisa memanfaatkan gawaiku untuk hal-hal yang positif. aamiin.

Alhamdulillah, wassalamu’alaykum.

#Day20 #BPNetwork #BPNChallenge2019 #BPNRamadhanChallenge2019

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: