Campur-campur

Beberes Rumah dengan Metode KonMari

Alhamdulillah…sejak bergabung di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6 di kelompok Bandung 3, aku merasakan mendapatkan banyak manfaat salah satunya adalah mengenal pelbagai ilmu yang awalnya asing buat aku. Nah salah satu ilmu yang ingin kubagikan kali ini adalah tentang Ilmu Beberes Rumah dengan Metode KonMari. Aku mengenal ilmu ini kali pertama dari Teh Rahma Marfuatim (salah satu peserta di kelompok aku) yang menyampaikannya melalui kegiatan SOTD (Star of The Day) minggu lalu. Wah..ternyata beberes itu ada ilmunya toh..baru tahu (kuper banget lah aku ini yang ngakunya mamak gaul yang gak bisa jauh dari internet). Berawal dari paparan Teh Rahma, aku pun mulai browsing tentang metode KonMari. Fine…akhirnya nemu akunnya di IG, dengan nama  akun @konmariindonesia. Pas baca-baca ternyata hari Sabtu, 25 Agustus 2018 akan dilaksanakan workshop di Bandung. Ya sudahlah..tanpa banyak mikir (emang suka mikir dulu?..gak juga siy hehehe) aku pun chating ama salah satu panitianya dan ternyata masih ada kesempatan buat daftar…taraaaaa…akhirnya aku pun daftar sebagai salah satu peserta.

Sabtu, 25 Agustus 2018

Yup…yes, kemarin hari nya. Pagi-pagi aku dah bersemangat (yang namanya belajar tuh aku rajin, kalo yang namanya bekerja aku rada malas, maaf OOTD hehehe). Pukul 07.30 wib aku dah terbang dengan Si Var-Var menembus lalin dari Cihanjuang (Bandung Barat) menuju ke SD Mutiara Bunda Arcamik (Bandung Timur)….holaaaaa…jauh amat yak. weisss….aku rapopo. Sampai disana sekitar pukul 08.30-an dan I’m the first donk. Pukul 09.00-an lebih dikit workshop pun dimulai…setelah dilakukan pembukaan oleh Mbak Ida (panitia) langsung lanjut masuk materi yang disampaikan oleh Pak Aang Hudaya dari Bogor. Ada yang aneh gak siy? (apa ya?)…masak gak tahu? (gak)…yang hobi atau suka beberes di rumah tuh bapak-bapak atau ibu-ibu? (ibu-ibu)…tah coba ini yang bakal mengajarkan kami ibu-ibu cantik nan salihah (aamiin) ini adalah seorang bapak-bapak loh. Tapi…tetap deh..kami pun sudah siap mengosongkan gelas untuk menerima ilmu baru dari Pak Aang untuk sehari ini. Beliau menyampaikan bahwa seseorang dikatakan profesional apabila sudah melaksanakan tugas/aktifitas yang dia tekuni kurang lebih sekitar 10.000 jam. Nah kan…kita kalo tiap hari beberes rumah pastinya udah lebih dari 10.000 jam, berarti kita dah profesional donk..ya gak? ya donk? hehehehe. Tapi apakah kita sudah profesional dalam beberes? (jawabku siy dengan lantang….beeeeeluuuuuuuuummmmmmmm…..hehehehehe), karena aku merasa udah beberes tapi tetap aja barang-barang masih numpuk serasa gak berkurang satu pun.

Your home is living space not storage space

Mengapa harus beberes?

Pak Aang memulai dengan sebuah pertanyaan “Mengapa harus beberes?”. Dan berbagai jawabanpun disampaikan oleh peserta workshop. Nah..jawabannya adalah berikut ini:

  • Clutter yaitu sesuatu yang membuat kita terganggu. Apa saja kah itu? yaitu frustasi, tidak ada tempat, berlebihan, tidak ada waktu, tidak dapat menemukan sesuatu, kekacauan, dan kewalahan.
  • Sepenggal film pendek dari perang Vietnam yang mempunyai pesan “Rapikan kasurmu setiap hari, apabila ingin mengubah dunia”. Kenapa harus kasur? ini adalah contoh bagi tentara, ketika bangun tidur mereka harus langsung merapikan kasurnya dengan baik sehingga sebagai permulaan kegiatan yang baik untuk memulai hari yang baik dengan mood yang baik pula. Jadi kalopun di pertengahan hari dia mendapatkan hukuman dari jenderalnya, sepulang ke barak dia akan menemukan kasur yang sudah tertata dengan rapi sehingga mood bahagia pun tetap akan dia dapatkan. Ini pastinya bisa kok kita terapkan.
  • Tuntunan di dalam Al Qur’an dan Hadist. Nah, ini adalah tambahan dari Pak Aang  yang penting kita ketahui juga sebagai seorang Muslim, bahwa di dalam Al Qur’an dan Hadist ada perintah untuk beberes. Ada beberapa namun aku hanya tulis 2 aja ya yaitu:

Setiap benda ada hisabnya “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba sampai dia ditanya…tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan dibelanjakan untuk apa?” (HR. Tirmidzi No. 2417

“Pada hari dipanaskan Emas Perak itu dalam nerakan jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” (QS. At Taubah: 34-35

Apa penyebab rumah berantakan?

Nah…pertanyaan berikutnya..kira-kira apa hayoooo yang dapat menyebabkan rumah kita berantakan? ini dia penyebabnya:

  1. Terlalu banyak barang ( √ – ini gw banget)
  2. Tidak mengembalikan ke tempat semula (√ – ini gw juga)
  3. Tidak memiliki tempat untuk barang (√- ini kok gw juga)
  4. Kelelahan/tidak ada energi untuk merapikan
  5. Menunda-nunda (√ – ini kok ya masih gw juga ya)
  6. Terbiasa terburu-buru

Trus apakah rumah kita harus selalu rapi?….ya gak juga lah, kalo mau selalu rapi bangunlah museum. Rumah tuh harus rapi namun rumah juga harus hidup, hidup dengan berbagai kegiatan yang setelahnya harus dikembalikan lagi ke tempat semula sehingga semuanya rapi (Tuh…dengerin deh Nov, jangan berantakan wae..emang gak capek apa??????)

6 Prinsip beberes ala KonMari

Beberes ala KonMari itu tidak asal, namun harus mengikuti prinsip yang sudah ditetapkan. Bukan hanya menata dan merapikan, namun men-clutter atau menghilangkan sesuatu yang membuat kita merasa gak nyaman dan harus dilakukan secara total, tidak boleh dicicil per lokasi, tidak hanya sekedar bersih saja tapi harus dapat mengurangi barang yang ujungnya ini akan membuat kita mengubah mindset kita akan beberes, mengubah kebiasaan kita dan gaya hidup kita. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

  1. Komitmen diri sendiri ⇒ langsung dimulai dari barang milik sendiri terlebih dahulu
  2. Mimpikan gaya hidup ideal ⇒ gaya hidup ideal itu berbeda-beda untuk masing-masing orang, jadi kita tidak boleh mencontek. Kita harus menetapkan tingkat kondisi ideal hidup kita dan jangan lupa…CAPAILAH!
  3. Awali dengan mengurangi barang
  4. Beberes per kategori, bukan per lokasi
  5. Ikuti urutan kategori barang yang sudah ditentukan
  6. Spark Joy sebagai parameter utama

Kategori barang ala KonMari

Lalu, apa saja siy kategori barang yang harus diurutkan pengerjaannya dalam metode KonMari ini?…mari ikuti aku (hehehehe). Ada 5 kategori barang yaitu:

  1. Pakaian ⇒termasuk didalamnya sepatu, sandal, perhiasan, jaket, pakaian dalam, baju renang, tas, kaos kaki
  2. Buku
  3. Dokumen/Kertas
  4. Komono ⇒ semua barang selain kategori pakaian, buku, dokumen/kertas dan benda kenangan
  5. Benda kenangan (sentimentil items)

Urutan kategori ini tidak boleh diacak, harus berurutan pelaksanaannya dari mulai mensortir sampai dengan menatanya. Kategori barang nomor 1 selesai semua dan rapi, baru pelaksanaan kategori barang nomor 2 dan seterusnya sampai nomor 5.

Step-by-Step KonMari

Semua proses pasti ada donk tahapannya, begitu juga dengan Metode KonMari ini. Yuk…tetap ikuti aku ya guys (hehehehe). Tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Visualisasikan Harapan Anda ⇒ Kita harus menyusun sebuah harapan, melakukan metode KonMari ini mo apa siy? sekedar ikutan saja gak jelas atau ingin kehidupan kamu jauh lebih baik dan lebih bahagia karena melihat suasana rumah jauh lebih rapi? Sok…tentukan. Harapan ini boleh kita buat dalam bentuk tulisan tangan, diketik, dengan gambar ataupun dilukis..terserah deh, yang penting kita BAHAGIA! (hehehehe)
  2. Buat Jadwal ⇒ harapan akan tinggal sebuah harapan kalo kita tidak segera lakukan (Tah Nov..jangan cuma ngetik doang, praktekan Neng!)…kudu ACTION mas dan mbak bro!
  3. Start to Discarding (alias disortir)

Ketika kita bicara SORTIR, maka ada beberapa hal yang harus kita ketahui. Pelaksanaan sortir ini tidak sekedar asal milih barang ya, namun ada kuncinya, yaitu:

  1. Keluarkan semua pakaian (contoh ini untuk kategori barang – pakaian) yang seluruh keluarga miliki. Jadi hari ini kita akan beberes barang berupa pakaian seluruh anggota keluarga. Mengapa harus dikeluarkan semua? Hayoooo mengapa?…karena eh karena…agar kita sadar akan jumlah pakaian yang kita miliki.
  2. Pensortiran harus mengikuti indikator yang ada yaitu USEFULL dan SPARK JOY. Apakah itu? USEFULL (masih muat) dan SPARK JOY (disukai). Inilah adalah 2 indikator utama yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, semua anggota keluarga memilih barangnya sendiri-sendiri, kecuali untuk anak usia dibawah 3 tahun ya..masih patuh dengan ibu nya (hehehehe)

Trus apabila setelah dilakukan pensortiran ternyata barang yang USEFULL dan SPARK JOY ini lebih banyak atau bisa jadi lebih sedikit dari barang yang sudah kita sisihkan, apa yang harus kita lakukan?

  • Ketika barang USEFULL + SPARK JOY < barang yang disisihkan maka lakukan pemilihan kembali barang yang masuk indikator USEFULL
  • Ketika barang USEFULL + SPARK JOY > barang yang disisihkan maka SIMPAN lah barang tersebut sesuai kebutuhan (berapa banyak kebutuhan kita?…ini relatif, beda-beda untuk setiap orang)

Konsep KonMari

Beberes barang ala KonMari ini mempunyai 3 konsep, yaitu MUDAH MENEMUKAN BARANG, MUDAH DIAMBIL dan MUDAH DIKEMBALIKAN

Nah di workshop, kami diajarkan menulis jadwal, namun setelah praktek merapikan..sepertinya jadwal ini sangat-sangat optimis bin mabok untuk dilaksanakan. Aku menyusun dalam waktu 5 pekan, akan beres untuk 5 kategori yang ada…pas praktek…huaaaa gubrak, gak mungkin lah kalo akan selesai dalam 5 pekan. Dan ternyata pak Aang menyampaikan bahwa waktu ideal untuk kelima kategori itu adalah paling cepat selama 6 bulan (weeeekkkkkkk – percaya diri banget siy akuh ini hehehehehe)

Metode ini direkomendasikan untuk almari pakaian yang berbentuk drawer, karena bentuk penataannya sesuai. Lalu apakah kita harus buang atau jual almari pakaian kita yang lama? Gak harus lah…kalo kita kreatif, maka kita bisa lakukan modifikasi kok. Kami praktek merapikan dan melipat barang-barang yang kami bawa dari rumah. Ada foto susunan pakaian yang sudah dilakukan oleh Mbak Ida (salah satu panitia).

 

Ini adalah video cara melipat pakaian yang kami lakukan di workshop kemarin. Pakaian baik atasan, bawahan, jaket ataupun pakaian dalam diusahakan harus bisa berdiri (tanpa jatuh). Bagaimana bisa? Nah ini terletak pada teknik melipatnya, sehingga pada saat pakaian bagian tengah/pinggir diambil maka susunan pakaian tidak akan rubuh. Trus bagaimana dengan pakaian dengan bahan licin? Untuk bahan yang licin (mudah jatuh) ya wayahna harus digantung (jangan dipaksa untuk mampu berdiri tegak…Anda pasti akan frustasi – hehehehe). Intinya adalah apapun bentuk pakaiannya harus kita bentuk menjadi persegi panjang yang sama lebarnya dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas, sehingga akan mudah melipatnya menjadi beberapa bagian sebagaimana yang dapat dilihat pada video dibawah ini.

 

Setelah dari awal ngetik panjang tentang metode KonMari, pengen tahu gak siy..asal muasalnya metode ini tuh darimana?…IYA donk…Mau tahu aja atau mo tahu banget (hehehehe). Metode ini digagas oleh Marie Kondo (dari Jepang) yang mempunyai hobi beberes sejak kecil. Metode ini termasuk baru di Indonesia, dimulai di bulan September 2017, jadi usianya belum ada 1 tahun namun metode ini sudah dikenal banyak orang di Indonesia. Ada tahapan dan kelas nya apabila kita ingin mengikuti pelatihan nya. Silakan kontak ke Pak Aang Hudaya ya selaku founder komunitas KonMari Indonesia.

Nah..setelah kita tahu ilmunya trus apa yang harus kita lakukan?…..PRAKTEKKAN dan LAKUKAN..jangan cuma DICATAT dan DIBACA doank lah

Inilah oleh-oleh dari workshop KonMari tanggal 25 Agustus 2018. SALAM BERES-BERES RUMAH!

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: