Bunda Sayang
Bunda Sayang

Belajar Hal Baru Bersama Adek (Level 2, Hari ke-1)

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah kelas perkuliahan Bunsay IIP, hari ini memasuki hari ke-1 tantangan. Pada level 2 ini, kami akan belajar tentang “Melatih Kemandirian”. Hasil rapat keluarga (family forum) pada hari senin lalu, kami menyepakati akan belajar bersama Adek. Well, untuk pekan pertama ini, aku memilihkan sebuah kegiatan harian yang biasa dilaksanakan Adek yaitu “Memakai baju sendiri”. Di usia Adek yang bulan depan akan masuk usia 5 tahun, sebenarnya dia sudah bisa, walo belum 100% rapi. Akan tetapi Adek ini karakternya lebih manja dibanding kakaknya dulu ketika seusia Adek. So..Yuk Dek, belajar bersama ibu ya..Semoga sukses…aamiin.

Pagi yang diwarnai dengan drama

Hari pertama tantangan sekaligus hari pertama masuk sekolah setelah selama sepekan libur. Dari 2 hari lalu, aku sudah berusaha mengingatkan ke duo fajar junior bahwa hari ini sudah waktunya belajar kembali di sekolah. Namun, kenyataan tak seindah harapan. Pagi ini dramapun terjadi. Adek yang selama libur sekolah bisa bangun pagi dan dengan semangat menyambut pagi karena akan segera bermain game. Hari ini berubah 180 derajat.

Aku: “Dek, bangun yuk! udah pagi. Hari ini kan udah masuk sekolah”. (Pukul 5 pagi, aku sudah membangunkan Adek)

Adek masih memenjamkan mata sambil menjawab

Adek: “hmmmm…aku masih ngantuk” (drama pertama)

Aku: “Okeh, kalo masih ngantuk, boleh tidur lagi, tapi ibu dan Kakak mau berangkat ya”

Adek mulai rewel

Drama kedua pun dimulai

Aku dah selesai tilawah tapi Adek tetap masih tidur. Aku coba menyapa lagi karena melihat waktu sudah bergulir ke arah angka 05.30.

Aku: “Dek, hayuk sekolah gak?”

Adek: “Aku masih ngantuk” (jawaban masih tetap sama)

Setelah berdialog beberapa kali, tetap aja tidak membuahkan hasil. Adek belum mau ke kamar mandi. Adek memberikan beberapa alasan yang memang terkesan sekali dia buat-buat. Alasan pertama yang Adek berikan adalah masih ngantuk. Adek melanjutkan dengan alasan kedua yaitu takut dengan bu guru. Aku masih berusaha bersabar dan Adek memberikan alasan ketiga adalah di sekolah gak dingin. Aku semakin panik dikarenakan jarum jam semakin mendekat ke angka 6.

Ada apa dengan angka 6? Ya karena apabila kami berangkat lebih dari pukul 6 maka akan berhadapan dengan kemacetan. Aku khawatir duo fajar junior akan terlambat ke sekolah. Aku memilih pasrah dan target utamaku adalah Adek mau mandi dan mau ke sekolah.

Apakah Aku berhasil membujuk Adek mandi?

Alhamdulillah, setelah aku tidak kuat menahan agar tidak emosi yang pada akhirnya membuat aku menangis dihadapan Adek, Adek pun mau diajak mandi. Aku coba menerapkan kemandirian yang akan aku sampaikan ke Adek. Selesai mandi, Adek senyum-senyum ketika aku bercandain.

Aku: “Nah, udah jadi anak hebat euy…Adek dah mau mandi. Saatnya memakai baju sendiri yuk, nanti ibu bantu”

Adek: “Gak mau ah..mau ama ibu aja”

Well, aku tak memaksanya karena ku tahu suasana hatinya sedang tidak baik pun suasana hatiku karena harus rela terlambat masuk kantor -hehehehe. Okeh Dek, kita coba lagi ya nanti. Aku udah berpesan ke Pak Suami dan Mbah Bono, nanti sore, tetap ajak dia untuk memakai pakaian sendiri.

Hikmah dan pembelajaran hari ini

  • SABAR, itu selalu jadi ujung tombak keberhasilan dalam mengajak anak belajar
  • SUASANA HATI, kondisikan diri ini dan anak dengan baik sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik

Ciptakan suasana hati yang baik sehingga proses belajar pun dapat berjalan dengan baik

novya.id, 2019

Alhamdulillah, wassalamu’alaykum.

  • #hari1
  • #Gamelevel2
  • #Tantangan10hari
  • #melatihkemandirian
  • #kuliahbundasayang
  • @Institut.Ibu.Profesional
Bunda Sayang

#Day33 #SETIP #EstrilookCommunity #KLIPApril #MenulisuntukDiriSendiri

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: