Bunda Sayang

Berdua bersama Adek saja – Tantangan H-17

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Yeaaahhh…weekend is coming. Tetaplah menikmati weekend bersama duo fajar junior aja karena Pak Suami belum jadwalnya pulang kampung. Apapun kondisinya bahagia itu wajib gaes. Nah, dari jumat malam hingga sabtu pagi tadi, Aku menikmati hari bersama Adek aja. Loh, Kakak kemana? Yup Kakak sedang mengikuti kegiatan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) di sekolah.

Jumat malam berhitung

Sepulang aku dari kantor, Adek langsung menyapa.

Adek: “Ibuuuu…Kak Iya kok belum pulang?” (hmmm..beginilah yang namanya sodara, kalo ngumpul ribut, kalo pergi satu saling mencari)

Aku: “Kan kakak Iya sedang kemah di sekolah. Besok mau ikut jemput Kak Iya gak?”

Adek: “Mauuuuuu…sekarang?” (Adek belum bisa membedakan waktu antara sekarang-besok-kemarin)

Aku: “Besok Nak, sekarang kan udah malam, takut ah Ibu mau hujan lagi”

Adek melanjutkan bermain angka dari buku milik dia. Terjeda sebentar untuk sholat maghrib.

Adek: “Ibuuuu…liat” (sambil menunjuk susunan angka dan dia mulai membacanya)

Aku: “Waaaahhh…hebat dah benar menyusun angkanya. Coba dibaca”

Adek: “satu..dua…tiga..empat…lima…”(dia menyebut angka 5 tapi yang ditunjuk angka 8, karena dia salah meletakan urutan angka)

Aku: “Lah salah donk, angka 5 yang mana?”

Adek: “Oiaaa…salah, harusnya disini” (sambil dia memindahkan letak angka 5 bertukar dengan angka 8)

Yup..kami pun tidur berdua saja. Kak Iya tidur di tenda (ya iyalah namanya juga kemah pramuka, masak tidur di hotel – hehehehe).

Mandi pagi

Setiap sabtu pagi ada kegiatan tahsin ibu-ibu kompleks di rumah aku. Aku sudah mandi sejak bada subuh, sedangkan Adek belum mau. Dia masih ingin menonton kereta api (jadwal buka laptop hanya setiap weekend saja). Selesai tahsin, aku meminta Adek mandi karena dia bilang akan ikut jemput Kak Iya.

Aku: “Adek, mandi yuk”

Adek: “eeeeeeeuuuuuuuyyyy…ntar ah”

Aku: “Mau jadi ikut jemput Kak Iya gak? Atau mau di rumah saja dengan Mbah Bono?”

Adek: “mau ikut, satu lagi aja ya bu”

Aku: “Okeh. Ibu siapkan air hangat dan sikat gigi dulu ya”

Selesai nonton 1 buah tontonan, Adek melepas bajunya dan menuju ke kamar mandi.

Adek: “Ibuuu, aku gak mau sikat gigi ah”

Aku: “Loh, nanti giginya ada lubangnya lagi loh”

Adek: “gak mau ah”

Aku: (mikir dulu, biasanya kurang sabar aku menghadapi kemanjaan dia, apalagi sedang mengejar waktu begini) “Dek, kalo Adek gak mau sikat gigi nanti pas Adek manggil ibu…Ibuuuuuu…ibunya pingsan loh karena gak kuat dengan bau mulut Adek yang bau gara-gara gak mau sikat gigi” (sambil aku pura-pura jatuh di lantai kayak orang pingsan -heheheh)

Adek: (ketawa di kamar mandi)

Aku: “Nanti kalo Adek ngomong ama Mang Ayi juga begitu, Mang Ayi nya pingsan”

Adek: (ketawa lagi…sambil mengambil gayung dan bersiap untuk sikat gigi)

Yeaaaahhh….berhasil tanpa kenaikan suara 5 oktaf…selamat Ibuuuuuu.

Obrolan selama perjalanan menjemput Kak Iya

Kami berdua naik motor menuju sekolah. Kali ini Adek minta naik di depan. Di sepanjang perjalanan, Adek bertanya dan ngobrol berbagai macam hingga dia melihat rombongan bapak-bapak sedang naik sepeda.

Adek: “Ibuuu, itu ada orang-orang naik sepeda. Mau kemana?”

Aku: “mereka sedang olahraga naik sepeda. Oia, Adek bisa naik sepeda gak?”

Adek: “Aku gak bisa, susah”

Aku: “Adek harus mau belajar, kalo rajin belajar nanti bisa naik sepeda. Besok kita belajar yuk naik sepeda”

Adek: “Aku mau mainan aja lah”

Aku: “kalo mainan terus, nonton terus, belajar sepedanya kapan donk?”

Adek: “Aku mau beli mainan aja”

Yup, dia sedang mengalihkan pembicaraan karena setiap diajak belajar sepeda dia tidak mau – hehehehe.

Sekali lagi…sebuah kondisi nyaman atau tidak, tergantung dari diri kita bagaimana menyikapinya…mau dibuat santai bisa jadi santai..mau dibuat berat pun bisa jadi berat juga. Sooo..pilihan ada di tangan kita gaes.

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

Baca juga : https://novya.id/obrolan-bersama-kakak/

Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: