Bunda Sayang

Bersama Kita Bisa Ya Dek – Level 2, Hari ke-9

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, today is ninth day of challenge. Apakah sudah ada perubahan ke arah yang lebih baik? Alhamdulillah ada donk.

Adek membereskan mainan

Kemarin sore sepulang aku dari kantor, aku merasakan penat sekali di badan karena seharian kepala dan mata fokus ke layar monitor komputer untuk menyelesaikan revisi SOP yang tak kunjung kelar. Rasanya sampai rumah dah pengen rebahan dan melepas penat sebentar, namun apa daya sudah disambut Adek dengan kehebohannya. Stay calm gaes!

Adek: “Ibuuuuu..aku mau ini dinyalakan biar lampunya warna-warni” (Adek ingin melihat lampu warna-warni dari difuser).

Aku: “Sebentar ya Dek, ibu istirahata dulu”

Alhamdulillah anak sholeh ibu ini menurut. Kemudian Adek memilih bermain salah satu alat di rangkaian treadmill yang ada di rumah. Itu mainan kesukaan Adek. Aku masih rebahan sambil menemani Adek bermain.

Tak selang lama, Adek merengek lagi minta difuser dinyalakan.

Aku: “Okeh, harus diisi air dulu Dek karena airnya habis”

Adek: “pakai air apa ibu?”

Aku: “Pake air mentah saja gak papa”

Adek meninggalkan alat treadmill tanpa dikembalikan ke tempatnya.

Aku: “Adek, kalo sudah selesai bermain. Dikembalikan lagi donk”

Adek: “Iyaaaa ibuuuuu” (Adek berjalan sambil muka cemberut trus mendekat ke aku sambil mencubit perut aku)…“hiiiiiii, ibu gemeeeees”

Hahahaha..itu kebiasaan Adek kalo dah gemes ama ibunya yang gendut ini. Adek sukses membereskan mainannya.

Adek membereskan mainan

Persiapan munggahan di sekolah duo fajar junior

Istilah munggahan baru aku tahu setelah menjadi warga Jabar ini. Nah, hari ini di sekolah duo fajar junior akan dilaksanakan munggahan. Well, yang sulung dapat tugas bawa ayam goreng, yang bungsu dapat tugas bawa makanan kecil untuk berbagi. Keduanya sukses bangun pagi tanpa drama. Kakak sholat subuh, tilawah, sarapan, dan mandi. Adek sarapan, mandi dan sholat.

Adek sudah mulai mau menyiapkan bajunya sendiri dan memakai baju sendiri. Nah, kedepan kita belajar mandi sendiri ya Dek.

Melatih kemandirian kepada anak itu serasa ada ruang yang hilang tapi harus kita jalani karena ini demi kebaikan mereka ke depan. Kenapa bisa? Seperti pagi ini, ketika sampai di sekolah. Aku menawarkan diri membantu Adek membawakan makanan berbaginya sampai kelas. Jawaban Adek sukses buat aku baper namun gak lama, aku harus mendukungnya.

Aku: “Dek, ibu bantu bawa sampai kelas ya?”

Adek: “Gak mau, daanish mau bawa sendiri bareng ama Kak Iya”

Yah, aku biasanya mengantarkan mereka sampai gerbang sekolah dan kutunggu sampai badan mereka hilang dari penglihatanku baru aku tinggalkan sekolah. Memandang mereka berjalan menuntut ilmu selalu menjadi bagian terbaper dalam hidupku. Sukses dan sholeh-salihah selalu ya kiddos.

Well, baiklah Boy, sudah saatnya kamu untuk mandiri. Ibu dampingi dan bersamai kamu dari belakang ya Nak.

Hikmah dan pembelajaran hari ini

  • KONSISTEN. Ini yang harus selalu dipertahankan. Tanpa konsisten, pembelajaran tak mungkin bertahan lama.
  • NO BAPER. Yup, jangan terlalu keseringan baper karena dapat menghambat diri untuk berubah
  • BAHAGIA. Jangan lupa tuk bahagia ketika bersama keluarga ya gaes.

Melatih anak akan kemandirian, terkadang membuat kita tak tega. Namun apabila semakin tidak tega, justru akan menghambat anak di masa depannya.

novya.id

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

  • #Hari9
  • #Gamelevel2
  • #Tantangan10hari
  • #MelatihKemandirian
  • #KuliahBundaSayang
  • @Institut.Ibu.Profesional
Melatih Kemandirian Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

18 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: