MyActivityMyStory

BERSERI Kampung Halamanku

37 tahun yang lalu saya  dilahirkan di Rumah Sakit Banjarsari yang terletak di sebuah kota kecil yang ramai di Propinsi Jawa Tengah. Kota saya ini mempunyai slogan SOLO BERSERI. Yup, Kota SOLO adalah kampung halaman saya yang selalu membuat saya kangen sepanjang tahun. Ada bapak dan ibu di sana, ada keluarga besar di sana, ada kenangan masa sekolah di sana, ada wisata kuliner di sana, ada wisata budaya di sana. Dahulu sebelum saya menikah, sejak saya mulai bekerja dan merantau, saya pulang kampung setiap 2 bulan sekali. Setelah saya menikah dan mempunyai anak, saya pulang kampung setahun sekali di waktu lebaran Idul Fitri. Ada mungkin yang berpikir…kenapa harus setahun sekali? Bukankah lokasi Bandung-Solo dekat dan bisa dicapai dengan moda transportasi kereta api, bus atau mobil sendiri. Alasannya lebih ke arah bekal dan biaya yang harus kami (saya dan suami) keluarkan ketika kami pulang kampung boyongan beserta anak-anak dan pengasuh (pengasuh kami juga berasal dari Solo). Menurut kami, lebih sederhana ketika kami mendatangkan bapak dan ibu ke Bandung, selain bapak dan ibu dapat jalan-jalan, beliau berdua juga bisa berkunjung ke rumah adik saya. Oia…saya anak pertama dari 2 bersaudara, saya dan adik saya keduanya tinggal di Bandung sehingga bapak dan ibu tinggal berdua saja di Solo.

*** Mudik

Mudik…itulah istilah kami sekeluarga apabila pulang kampung dan momen untuk bertemu, bersilaturahmi dan berkunjung ke rumah saudara dan yang paling kami sukai adalah menikmati masakan ibu saya yang luar biasa enak. Dari kecil kami tidak pernah jajan, karena ibu saya mempunyai kebiasaan selalu menyediakan masakan dan makanan bagi kami. Setiap pagi sebelum sekolah, sarapan sudah siap, setelah kami mandi lanjut sarapan dan siap berangkat ke sekolah setiap pukul 6 pagi. Tempat tinggal  saya merupakan salah satu kampung di Kota Solo, namanya Tegalsari. Ini sih menurut pemikiran saya ya mengapa namanya Tegalsari karena dulunya tempat tinggal saya ini berupa tegalan atau kebun yang kemudian dijual sedikit demi sedikit oleh pemiliknya. Jalanan kampung nya dahulu kecil mungkin selebar 0.5 meter dan berupa jalan tanah yang apabila musim hujan akan becek sekali hehehe. Sekarang jalanan kampungnya sudah lebih lebar yaitu sekitar 2 meter dan sudah dibatako. Alhamdulillah apabila hujan sudah tidak becek lagi dan hampir semua wilayah kondisi jalanan sudah diaspal, dibeton atau dibatako.

10557377_10152562002358104_7141708906065276248_n
jalanan yang sudah rapi dan dibatako

Ada kenangan-kenangan masa kecil dan remaja yang indah di Tegalsari Solo. Dahulu sebelum tegalan dan sawah berubah menjadi rumah-rumah, saya bersama teman-teman suka sekali bermain sepeda, engklek, pande, kasti, jelungan dan mainan-mainan tradisional lainnya. Sekarang kondisi sudah sangat berubah, anak-anak lebih senang nonton TV dan gadget lainnya, hal ini dikarenakan selain lahan yang sudah tidak ada, anak-anak sudah teracuni acara-acara TV yang dibuat lebih menarik mereka dibanding berlarian di lapangan. Satu hal yang masih ada di kampungku adalah hobi bersepeda yang dilakukan oleh warganya. Masih banyak akan kita jumpai warga yang berangkat kerja dan pulang kerja naik sepeda dan anak-anak sekolah berangkat sekolah dan pulang sekolah naik sepeda. Walaupun sudah banyak kendaraan roda dua, sepeda pun masih banyak dijumpai di Solo.

***Bagaimana kalau ingin ke Solo?

Solo pasti terkenal kan ya??? (InsyaAllah) hehehehe…karena Pak Jokowi Presiden RI yang sekarang berasal dari kota ini. Untuk menuju Kota Solo dapat ditempuh dengan perjalanan udara ataupun darat…kalau perjalanan laut tidak bisa dikarenakan letak Kota Solo berada ditengah-tengah Propinsi Jawa Tengah. Apabila akan melakukan perjalanan darat, dapat menggunakan Kereta Api ataupun Bus. Di Kota Solo ada 3 stasiun yaitu Stasiun Utama Balapan (ingat lagunya Didi Kempot gak????…”neng stasiun Balapan, Kuto Solo sing dadi kenangan..kowe karo akuuuuu…” hehehehe…jadi nyanyi deh), Stasiun Purwosari dan Stasiun Jebres. Stasiun Balapan ini terletak di tengah…ketika kita dari arah Surabaya, kita akan bertemu dengan Stasiun Jebres terlebih dahulu, apabila kita dari arah Yogyakarta/Jakarta, kita akan bertemu dengan Stasiun Purwosari terlebih dahulu. Kemudian apabila kita akan naik bus, maka kita akan berhenti di Terminal Tirtonadi (ini juga ada lagunya lohhhh…tapi sayangnya saya tidak hafal hehehe). Nah, bagi yang berasal dari luar Pulau Jawa dan ingin menuju ke Kota Solo dapat melakukan perjalanan  udara, di sini juga ada bandara namanya Bandara Adi Sumarmo. Kalau dari letaknya sebenarnya tidak di wilayah Kota Solo, namun ada di Kabupaten Boyolali tepatnya di perbatasan Kota Solo dan Kabupaten Boyolali. Dari bandara kita dapat menggunakan taksi, tidak jauh kok, sekitar 30 menit lah.

***Tempat wisata nya apa saja?

Hmmmm…yang pasti siy, Kota Solo tidak mempunyai wisata alam asli namun ada taman-taman buatan yang biasa dijadikan tempat berlibur dan berkumpul warga Kota Solo. Sebenarnya saya anak yang tidak gaul…karena saya tidak pernah nongkrong atau main kemanapun. Ada Mall????….alhamdulillah ada hehehe…sekarang aja banyak dibangun mall, ada Solo Square, Solo Paragon, Solo Grand Mall…dahulu sewaktu saya kecil dan remaja…paling keren ya Matahari Mall..sayangnya sempat hancur ketika peristiwa kerusuhan 1998 terjadi, nanti saya cerita ya hehehe. Di Kota Solo terkenal dengan batiknya…ketika kita mengunjungi Kampung Kauman yaitu kampung batik di tengah Kota Solo, kita dapat membeli batik dari harga termurah hingga termahal. Ada juga Pasar Klewer yang legendaris sebagai pasar sandang terbesar di Kota Solo…namun sempat juga mengalami kebakaran dan sekarang dalam renovasi. Pasar Besar atau warga Solo suka menyebutnya Pasar Gedhe adalah pasar di Kota Solo yang menjual beraneka makanan oleh-oleh apabila pagi hari banyak dijual makanan-makanan khas Solo ada sayur trancam, pecel solo, dan beraneka makanan jajanan pasar yang enak-enak lah pokoknya. Di Kota Solo juga ada Museum Radyapustaka dan di sebelahnya ada Gedung Wayang Orang Sriwedari, apabila ingin menambah pengetahuan tentang sejarah dan kesenian wayang dapat berkunjung ke sini. Bagaimana dengan wisata kuliner????….banyak juga sekarang resto-resto dengan gaya tradisional namun saya tidak pernah jajan dikarenakan sudah dimasakin oleh Ibu hehehehe. Nah, tempat makan yang khas di sini adalah Angkringan yang menunya imut-imut semua dengan harga yang sangat ramah dengan dompet. Kita makan di trotoar sambil menikmati lalu lintas dan alunan musik apabila ada yang bermain musik. Oia sekarang ada Kereta Api Uap Jaladara (Sepur Kluthuk Jaladara) dari Stasiun Purwosari – Stasiun Sangkrah, Kereta Api Batara Kresna dari Stasiun Purwosari – Stasiun Wonogiri dan Bus Tingkat Werkudara yang dapat digunakan para wisatawan untuk keliling Kota Solo. Di jalan protokol utamanya yaitu Jalan Slamet Riyadi, akan kita jumpai rel kereta api di sepanjang jalan Slamet Riyadi…rel kereta ini menghubungkan Kota Solo dengan Wonogiri…jujur saya siy belum pernah mencobanya hehehehe..karena ini baru sekitar 5 tahun kebelakang, sedangkan saya sudah merantau keluar dari Kota Solo sejak tahun 1998.

***Lain-lain tentang Kota Solo

Terkait dunia politik, Kota Solo ini dapat dikatakan basisnya partai berlambang banteng moncong putih. Oia…saya kan tadi akan bercerita tentang kerusuhan tahun 1998. Pada tahun 1998 itu adalah runtuhnya orde baru, dimana nilai tukar rupiah turun drastis dari angka 1 US setara dengan Rp. 3.000 langsung menjadi 1 US setara dengan Rp. 10.000…harga-harga bahan pokok naik luar biasa, PHK dimana-mana sehingga menimbulkan demonstrasi yang luar biasa. Kota Solo ini sempat mengalami kondisi mencekam selama 1 minggu…semua bangunan mall besar dibakar…ruko-ruko di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dirusak dan dijarah…untungnya keluarga saya tinggal di pinggiran jadi tidak terlalu dekat dengan kerusuhan di tengah Kota Solo ini. Selama seminggu setelah kejadian kerusuhan ini..Kota Solo seperti kota mati..orang-orang cina yang rata-rata pemilik toko yang dijarah ini ketakutan dan mengungsi. Saya diajak bapak saya keliling naik motor…ngeri rasanya melihat kondisi yang ada. Kata bapak saya, kejadian di Kota Solo ini tidak banyak dimunculkan di media karena apabila dimunculkan dikhawatirkan akan berdampak pada kota-kota sekitarnya yaitu akan ikutan demostrasi. Kota Solo ini terkenal dengan “SOLO, THE SPIRIT OF JAVA”…mungkin ini juga yang menjadikan Kota Solo sebagai salah satu barometer untuk kota-kota lain di Jawa Tengah khususnya. Karakter orang Solo dibilang lemah lembut dan sabar…namun kalau sudah emosi ternyata dapat ganas dan galak juga….salah satu nya ya saya ini hehehehe…ada lagunya juga…judulnya Putri Solo. Kota Solo ini kota yang panas bukan kota yang sejuk…oia, di Kota Solo juga ada Kebun Binatang Jurug…dan ada kampus negeri yang terkenal yaitu Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)..dan ada sungai yang sangat terkenal yaitu Sungai Bengawan Solo…ada lagunya juga loh hehehehe “bengawaaaannnnn solo, riwayatmu kiniiiiii…sedari dulu jadi…perhatian insani” karya Alm Gesang. Ada juga 2 kraton yaitu Kraton Kasunanan yang heboh beritanya soal perebutan tahta setelah sang raja meninggal tanpa mempunyai permaisuri…alhasil rebutan deh antar anak selir hehehehe…dan satunya lagu Kraton Mangkunegaran. Menjelang akhir…di Kota Solo ada pasar yang menjual khusus barang-barang unik dan antik namanya Pasar Triwindu..letaknya di seberang depan Kraton Mangkunegaran….Nah, sekarang terakhir banget…di Kota Solo setiap tanggal 1 Muharram atau lebih dikenalnya 1 Suro ada acara mlampah prosesi pencucian benda-benda kraton dan dilepasnya kerbau bule yang dikenal dengan sebutan Kerbau Kyai Slamet..kerbau yang biasanya berkulit warna hitam, kalau kerbau yang ini warna kulitnya putih dan setiap maulid nabi ada perayaan Sekaten di alun-alun Kraton.

Yup…ini ceritaku…mana ceritamu?????….please visit to Solo hehehehe

Tulisan cantik untuk #1minggu1cerita

1minggu1ceritaa

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

9 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: