covid19
BPN Ramadhan 2020

Bicara tentang Masker sebagai pelindung diri

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, hari ini masih diberikan nikmat sehat. Kalian juga kuharap dalam kondisi sehat kawan. Aamiin. Hari keenam menulis, menulis yang lebih ringan dibanding menulis proposal 😁. Malam ini tulisanku tidak banyak, hanya ingin bercerita tentang masker saja. Bukan masker kecantikan loh ya, tapi masker untuk menutup hidung dan mulut. Apalagi kalo tidak berkaitan dengan Si Covid-19. Si C yang memiliki kemampuan untuk merubah dunia. Suasana bulan ramadhan terasa beda dengan adanya kehadiran Si C ini. Bagi kami, ada senang namun juga ada sedih. Tapi nantilah ya aku cerita di hari lain.

masker
**** Mengenal tentang Masker ****

Masker adalah pelindung. Pelindung dari apa? Kalo Masker kecantikan yang fungsinya melindungi kulit wajah dari kerusakan kulit yang disebabkan udara. Sedangkan masker yang menjadi semakin terkenal di pandemi Si C ini ya tujuannya untuk melindungi diri kita dari sebaran virus dan bakteri di luar sana. Bagi yang sedang sakit, melindungi orang lain agar tidak tertular penyakitnya, sedangkan bagi yang tidak sakit tujuannya untuk melindungi diri agar tidak tertular.

Di masa pandemi ini, masker sempat mengalami kelangkaan. Di beberapa apotek stok masker kosong. Bagi kami yang sering beraktivitas dengan menggunakan kendaraan roda dua, kami memiliki stok masker kain untuk melindungi hidung dan mulut kami selama perjalanan. Seharusnya menggunakan masker medis, namun karena kehabisan stok di apotek ya apa boleh buat, menggunakan masker kain pun tak apa. Lalu, kenapa stok masker sampai kehabisan? Nah, ini kami yang tidak mengikuti beritanya dengan tekun. Ada yang berkabar kalo ada penimbunan masker, ada juga yang memang stok di pasaran yang terbatas sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan masker selama pandemi ini.

Apa bedanya masker kain dan masker medis?

Sudah pasti beda, dilihat dari sisi fisik saja sudah beda. Masker kain yang satu lapis kain saja, sedangkan masker medis memilik lapisan lebih dari 1 lapisan dengan jenis bahan yang memang khusus untuk medis. Masker kain bisa menjadi pelindung sementara namun daya tahan untuk menghalangi virus hanya selama 4 jam. Lebih dari 4 jam maka masker harus segera dicuci. Masker medis ini disebut juga masker bedah.

Ternyata, masker medis ini ada tingkatannya juga. Yang 2 lapis pun belum bisa digunakan sebagai APD (Alat Pelindung Diri) dalam penanganan virus corona. Bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan virus corona harus menggunakan masker sebagai APD dengan lapisan di atas 3 lapisan bahan medis. Masker medis 2 lapis ini masih bisa tembus karena ketika bersin, lapisannya masih tembus basah sehingga percikan atau droplet masih bisa keluar dan menularkan kepada orang lain.

Jadi, penggunaan masker ini bukan sembarangan. Apabila kita memang ada keperluan ke luar rumah lebih dari 4 jam, baiknya menggunakan masker dengan lapisan yang tebal minimal droplet tidak dapat menembus ke dalam lapisan masker. Keberadaan masker ini sangat penting sebagai alat pelindung garda depan diri kita. Walaupun masih banyak orang yang meremehkan fungsi dari masker ini dan seperti menganggapnya sebagai permainan saja. Hmmm, apa ya harus terkena sakitnya dulu baru sadar ya? Sedih banget deh kalo melihat orang-orang yang peduli begini.

Semoga kita semua berada dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum kawan narablog.

#Day6 #BPNRamadhan2020 #MenulisBahagia

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: