ODOPDecChallenge2018

Cerita Si Anak Sulung

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaykum kawan-kawan.

Alhamdulillah hari ke -2 tantangan ODOP untuk  bulan Desember 2018. Hari ini aku bercerita tentang si Anak Sulung. Hmmm..sapa disini yang terlahir sebagai Anak Sulung? Aku adalah terlahir sebagai Anak Sulung dari dua bersaudara, adekku laki-laki. Beruntungnya aku, selain sebagai Anak Sulung aku juga merupakan cucu sulung dari keluarga Bapakku, kalo dari keluarga ibu ntah lah aku cucu ke berapa, sepertinya siy sudah berada di urutan ke 20-an.

Menjadi seorang Anak Sulung itu ada enaknya, ada juga gak enaknya. Enaknya, ya semua serba yang pertama, jadi selalu didahulukan. Namun gak enaknya adalah jadi sorotan semua mata, jadi kalo ada kesalahan sedikit saja, langsung nasehat itu mengalir dengan indahnya dari para senior, hingga lelah rasanya hati ini. Semua tuntutan pun banyak dari mulai yang harus contoh yang baik, gak boleh melakukan kesalahan fatal, kudu ngajari adek-adeknya dan lain-lain, banyak lah daftar sikap baik yang harus aku jalani (hups).

Kemandirian akhirnya tercipta dari didikan yang diberikan kepadaku si Anak Sulung ini. Cara berpikir yang dewasa karena tempaan sejak kecil membuat aku mampu berpikir tanpa ingin membebani kedua orang tuaku. Apakah ini baik? ada baik ada juga buruknya. Baiknya adalah orang tua tidak perlu khawatir dengan kehidupanku karena kepercayaan besar sudah mereka berikan kepadaku. Buruknya adalah aku menjadi sosok yang perfeksionis. Apakah perfeksionis itu buruk? Sebenarnya tidak juga selama kita mampu menempatkan dia dengan baik dalam diri kita. Dalam beberapa kesempatan, sifat perfeksionisku ini mampu menghadirkan kebahagian buatku, namun tak jarang juga dia menjadi bumerang tajam untukku.

Si Anak Sulung ini biasanya akan menjadi tempat curhat orang tua nya, karena dinilai mampu dan dewasa dibanding adik-adiknya. Jadi aku pun selalu menyediakan telinga dan hatiku untuk kedua orang tuaku. Apakah tidak merasa lelah? Sangat kalo merasa lelah siy, namun melalui doa dan selalu bersyukur pastinya akan menjadi lebih ringan. Aku selalu bercerita ke kakak, karena dia akan menjadi anak sulung seperti ibunya. Walo kadang dia menunjukan protes tapi aku berharap dia bisa memahaminya. (dulu ibu nya juga suka protes kok hehehehe) Aku pernah minta ke ibu ku, diberikan kakak laki-laki (hehehehe). 

Sooo…tetap bangga menjadi si Anak Sulung..hidup Anak Sulung.

Alhamdulillah done for day 2 ODOP Challenge 2018. Wassalamu’alaykum.

02.12.18

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: