Daily Stories with Family

Dear Suamiku…

Bismillahirrahmanirrahiim

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 13 tahun lalu, kala kita berkenalan pertama kali via Yahoo Messenger dan SMS. Sebuah perkenalan yang hadir di saat kita sedang dalam kondisi pasrah menantikan kehadiran jodoh kita. Sebuah perkenalan yang sangat sederhana berlanjut ke arah obrolan tentang rencana pernikahan. Sebuah perkenalan yang kemudian berujung pada SMS singkat dari mu yang berisi “Bersediakah menjalin hubungan yang serius dengan manusia yang lemah ini?”. Tanpa panjang pikir, aku pun menjawab “Ya”. Kau pun dengan yakin meminta ijin kepada kedua orang tua ku untuk menjalin hubungan yang serius. Alhamdulillah kedua keluarga kita menyetujui hubungan kita.

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 12 tahun lalu, kala akad nikah kudengar dengan lantangnya kau mengucapkan qabul tuk menerima ijab dari orang tuaku. Perjalanan perkenalan yang tak lama ituΒ  berakhir indah. Alhamdulillah ya Allah, hari itu pun kita sah menjadi suami-istri. Bersiap dengan segala ilmu yang sudah kita siapkan tuk mengarungi hari-hari bersama di universitas kehidupan kita nanti.

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 10 tahun lalu, kala mendengar tangisan bayi mungil pertama kita. Alhamdulillah kita sudah diberi amanah baru tuk menjadi orang tua. Sebuah amanah besar bagi kita berdua tuk saling menguatkan dalam membimbing keturunan kita menjadi anak yang soleh dan shaliha. Berbagai ilmu parenting kita pelajari dan kita gali untuk kita perlahan terapkan dalam mendampingi anak-anak kita.

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 2 tahun lalu, kala kita mendengar keputusan bahwa ada PHK di kantor mu. Aku yang awalnya panik, kembali tenang karena melihat wajah mu tetap mengeluarkan aura ketenangan. Kau sangat menikmati hari-hari dengan optimis dan ada keyakinan besar di hati kamu akan datangnya harapan indah di depan. Badai pasti berlalu dan insyaAllah akan muncul pelangi indah setelahnya. Akhirnya aku pun berjalan mendampingi langkahmu dengan optimis bahwa akan ada harapan yang lebih baik di depan.

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 1 tahun lalu, kala kita bersama mendengar kabar adanya panggilan pekerjaan baru untukmu. Rasa syukur yang luar biasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia dan nikmat yang sudah Allah SWT berikan dalam kehidupan kita. Kau berkata, keikhlasan dan kesabaran kita tuk menerima takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT bagi kehidupan kita akan membawa kita pada sebuah keyakinan bahwa Allah SWT sudah menyediakan hal indah dan terbaik bagi kita. Daaaan….hal indah dan terbaik itu pun hadir kembali dalam kehidupan keluarga kita.

Dear Suamiku,

Ketika rasa kangen ini melanda, ku kembali ke kenangan 8 bulan lalu, kala kami harus mengantarkan keberangkatanmu di bandara untuk terbang bersama si burung besi ke benua seberang dalam menjemput rezeki yang Allah SWT berikan bagi keluarga kita. Waktu yang tidak sebentar bagi kami untuk berpisah dengan mu. Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan bagimu dimanapun dirimu berada dan segera mempertemukan dan mengumpulkan kita kembali di rumah mungil kita. Aamiin.

Bandung, 09.11.18

~ Ikhlas itu tak terucap, seperti hal nya QS Al Ikhlas yang didalamnya tidak ada kata “ikhlas, namun ikhlas itu diwujudkan dalam sikap kita dalam menerima segala ketentuan yang sudah ditakdirkan dalam kehidupan kita”

Alhamdulillah done for @1minggu1cerita

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: