Melbourne

Duo Fajar Junior berkunjung ke Melbourne Zoo

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Di hari ke-4 liburan kami di Kota Melbourne ini, aku dan Pak Suami sudah menyusun rencana perjalanan yaitu mengunjungi Kebun Binatang Melbourne (Melbourne Zoo – MZ). Bagi aku, Pak Suami dan Kakak, ini adalah kunjungan kedua kami. Sebelumnya kami bertiga pernah mengunjungi MZ pada bulan Mei 2012 lalu. Tata letak binatang masih sama yang beda adalah suasananya. Beda dimananya? Yuk ikuti cerita perjalanan kami disana.

Naik Tram menuju ke Melbourne Zoo.

Dari daerah North Coburg, kami menuju ke MZ ini dapat menggunakan 2 moda transportasi, yaitu Tram atau Kereta Api METRO. Berhubung sebelumnya kami pernah menuju kesini dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api METRO, maka kali ini kami memilih menggunakan moda transportasi Tram. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 waktu Melbourne menuju ke halte Tram di STOP 30. Udara hari ini cukup cerah karena sudah masuk musim panas namun belum terasa panas.

Family Holida
Naik Tram Route 19

Penumpang di Tram tak padat karena bukan merupakan jam berangkat atau pulang kerja, selain itu pegawai yang libur menjelang Natal dan Tahun Baru. Kami turun di halte Tram di Walker Street. Dari halte kami jalan kaki menuju ke MZ. Tidak terlalu jauh dan suasana jalan juga sangat nyaman namun sepi. Kata Pak Suami, walaupun sepi, insyaAllah aman. Kami ternyata bertemu dengan wisatawan dari Indonesia juga dan sama-sama akan berkunjung ke MZ.

Ternyata, ketika kami menuju MZ dengan Tram kami akan masuk ke MZ dari pintu depan. Sedangkan waktu tahun 2012 lalu kami naik Metro turun di Stasiun Royal Park – Zoo dilanjut jalan kaki sebentar adalah masuk MZ dari pintu belakang. Adek dan Kakak langsung antusias dengan kunjungan ke MZ ini. Semangat kiddos! – hehehehe

Yeah..sampai di pintu masuk Melbourne Zoo

Pak Suami langsung antri dalam barisan pembelian tiket, duo fajar junior pun ikutan antri karena semangatnya. Hari ini kunjungan ramai dengan anak-anak dikarenakan memang bertepatan dengan libur sekolah akhir tahun. Suasana musim panas pun mulai terasa, udara terasa mulai panas namun angin yang berhembus masih terasa dingin. Kata Pak Suami, kalo sudah di puncak musim panas yaitu di bulan Januari/Februari angin yang berhembus bisa terasa panas sekali.

Family Holiday
Eksis di Pintu Masuk Melbourne Zoo

Ahaaa…karena musim liburan anak, kami mendapatkan diskon tiket. Kalo tidak salah, disana ada hari tertentu dengan harga khusus. Pas kami berkunjung kemarin, kami hanya membayar tiket untuk 2 orang dewasa aja. Nah, jatuhnya jadi lebih murah kan? -hehehehe-. Pak Suami yang bahagia karena uang tabungannya gak langsung menipis – hahahaha-. Kami datang berkunjung sekaligus “merampok” beliau karena sudah 8 bulan tak bertemu.

Yup, kami melakukan kunjungan pada libur Natal sehingga mendapatkan harga spesial gak pakai telur tapi tetap terasa nikmat. Informasi detil tentang harga tiket berkunjung ke Melbourne Zoo dapat dilihat pada tautan ini.

Berkeliling Melbourne Zoo

Kalo menurut kami yang namanya kebun binatang siy sama saja ya, yaitu keliling melihat dan mengenalkan berbagai jenis binatang kepada anak-anak. Adek dan Kakak sebelumnya pernah keliling di Bandung Zoo, jadi sewaktu disini ya mereka biasa saja. Khusus ke Adek kami menambahkan pengenalan pada pinguin, koala dan kanguru. Kalo Kakak, seperti biasa, dia sibuk sendiri dengan keisengannya.

Melbourne Zoo
Aneka Satwa yang baru dikenal ama Adek

Nah, selama di Melbourne ini kami sering melihat burung putih di atas. Ini adalah burung yang habitatnya di pantai/laut. Burung ini banyak beredar di sepanjang sungai Yarra dan di langit Melbourne yang dekat perairan. Selama di dalam MZ, burung ini tidak dikurung, dia terbang bebas berkeliling.

Family Holiday
Ahaaa..bergaya bersama pinguin dulu ya

Kami sedikit capek berkeliling karena udara semakin terasa panas. Dulu di tahun 2012 kami berkeliling pada musim dingin dengan suhu diluar sekitar 10 derajat celcius, kini dengan suhu sekitar 25 derajat celcius. Tak semua kandang hewan kami kunjungi karena hewan-hewannya juga gak banyak yang nampak karena semuanya berteduh di bebatuan yang ada di kandang mereka.

Family Holiday
Eksis bersama gambar Harimau Sumatera

Istirahat di lapang rumput

Pak Suami mengajak istirahat dulu di taman rumput yang ada di tengah-tengah MZ. Banyak pengunjung di MZ selama musim panas ini, mereka datang bersama keluarga dengan membawa alas dan bekal makanan (persi ya seperti di Indonesia). Kata Pak Suami mereka mencari taman kota untuk berjemur -hehehehe-. Adek dan Kakak sangat menikmati hari ini. Mereka berlarian dan berkejaran. Aku dan Pak Suami mengamati saja sambil duduk-duduk, membiarkan mereka berlarian sepuasnya. Kami duduk di bawah pohon Ek yang besar sekali dengan dedaunan yang sangat rindang.

Family Holiday
Duo Fajar Junior menikmati hari mereka

Kakak ingin es krim, dia bilang haus dan ingin makan es krim. Yup, cuacanya memang enak sekali untuk menikmati es krim. Di dekat lapang rumput ada penjual es krim Walls. Pak Suami menantang Kakak, kalo Kakak mau es krim dia harus beli sendiri, kan sudah les bahasa inggris di EF. Awalnya Kakak ragu, namun setelah diyakinkan, dia mau mencobanya. Daaann..akhirnya berhasil juga dia bawa balik 3 buah es krim. Sebelum dimakan, es krim tetap dicek kehalalannya oleh Pak Suami.

Family Holiday
Akhirnya berani beli es krim sendiri 🙂

Makan siang di Pondok Rempah

Tak terasa hari sudah siang dan perut sudah lapar. Perbekalan berupa roti bakar dan nuggets sudah habis. Akhirnya kami memutuskan keluar dari MZ menuju ke halte Tram lagi. Kali ini Pak Suami akan mengajak kami makan siang di Pondok Rempah yang berada di kawasan Victoria Market. Naik Tram gak lama, hanya sekitar 2 stop saja. Menu di Pondok Rempah ini macam-macam, ada sop buntut, nasi goreng dan mie.

Family Holiday
Restoran Pondok Rempah

Ukuran 1 porsinya masih tetap sama dengan di Thai of Taste yaitu super besar bagi ukuran perut kami. Akhirnya ada beberapa menu yang harus kami take away. Lumayan buat cemilan di sore hari nanti di kost Pak Suami -hehehe- (mental mamak gak mau rugi).

Setelah kenyang, kami pun memutuskan pulang ke kost karena anak-anak dah nampak kecapekan. Adek dah bermuka ngantuk begitupun Kak Iya. Kami menuju ke halte Tram yang berada di depan Victoria Market. Waktu sudah melewati sedikit waktu ashar. Mata Adek dah gak kuat melek, akhirnya Adek tertidur di Tram. Adek tak terbangun sampai di Stop 30, alhasil Pak Suami harus menggendongnya sampai kost…semangat Pak! -hehehehe_.

Family Holiday
Adek pun tepar kecapekan

Catatan tentang Melbourne Zoo

Kawasan Melbourne Zoo ini mungkin seluas taman safari Bogor atau kebun binatang Ragunan. Selama di dalam, tidak ada transportasi shuttle, jadi kemanapun harus dengan berjalan kaki. Suasana sangat nyaman karena pedestriannya terlindung dari pohon sehingga pada musim panas seperti kemarin, kami tetap menikmati jalan kaki. Pusat souvenir-nya juga bagus (konsepnya tak jauh berbeda dengan taman safari). Selain itu juga di beberapa titik tersedia kran air minum sehingga kita tinggal bawa tempat minum saja bisa langsung melakukan isi ulang.

Baca juga: https://novya.id/menikmati-kota-melbourne-di-sore-hari/

Well, itulah cerita perjalanan hari ke-4 kami. Tunggu cerita selanjutnya ya 🙂

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

#Day30 #SETIP #EstrilookCommunity #KLIPApril

Catatan perjalanan de’Fajar Family pada tanggal 25 Desember 2019

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: