Books

g.a.r.i.s – w.a.k.t.u

Membaca..ya membaca adalah salah satu hobi aku, walo tidak rutin namun aku suka membaca. Mulai dari majalah, koran, berita di internet sampai novel. Membaca status orang juga alias kepo hehehehe. Kali ini aku membaca sebuah novel karya Fiersa Besari yang berjudul GARIS WAKTU. Garis waktu ini isinya tentang kumpulan tulisan si penulis yang dia kumpulkan yang dia beri label alur “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka”. Susunan cerita dalam novel ini seperti susunan kenangan yang penulis urutkan dari setiap momen yang bisa jadi pernah dia alami. Kenangan tentang rasa kagum kemudian menjadi cinta dan endingnya cinta itupun tak berlanjut. Cerita tentang kekaguman pada seorang wanita yang menyukai cowok lain, kemudian akhirnya putus dan dekat dengan tokoh “aku”, sempat jadian namun terjadi perselingkuhan dan akhirnya putus. Kata-kata yang digunakan cukup modern (menurut aku ya) karena ada istilah-istilah yang memaksa aku untuk bertanya kepada Mbah Google seperti misalnya “stagnasi”, “konstelasi”, “sporadis” dan beberapa kata lainnya.

Aku suka dengan kalimat pembuka penulis yang dituangkan di dalam semacam kata pengantar dalam novel ini

Menulis adalah sebuah kegiatan untuk mengabadikan pemikiran. Dengan menulis, kita sedang mewariskan pandangan kita di hari ini untuk mereka yang hidup di masa depan. Karena itulah, meskipun hanya mengangkat hal-hal sederhana, menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Berhenti menulis sama saja dengan mati sia-sia.

Novel yang mempunyai halaman sebanyak 212 halaman ini bercover dengan desain yang sangat sederhana dengan kombinasi warna hitam dan putih. Kalo bicara waktu berarti ada gambar jam donk…yup…itu pasti ada. Novel ini juga tidak ada daftar isi…mengalir saja semua ceritanya. Antar cerita tidak ada penanda bab atau sub bab, hanya dibuka dengan judul bab dengan huruf besar dan ditebalkan kemudian diakhiri dengan gambar serta catatan kecil yang berkaitan dengan bab yang sedang diceritakan. Ada beberapa catatan kecil yang aku suka.

  • Tidak ada keluarga yang sempurna. Tapi aku bersyukur lahir di keluarga ini dari rahim seorang perempuan yang mengagumkan.

  • Mencintai sesuatu bukan berarti tidak pernah jenuh. Mencintai sesuatu berarti bisa menerima konsekuensi kejenuhan, kemudian lanjut menjalani.

  • Pelajari sebelum berasumsi, Dengarkan sebelum memaki, Mengerti sebelum menghakimi, Rasakan sebelum menyakiti, Perjuangkan sebelum pergi.

  • Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian, Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.

Bukankah hidup ini adalah rangkaian repetisi?

Cheers,

~Me~

5 Comments

  • uliniaristina

    Haii sist, setelah saya baca artikel/review pembahasan yang telah kamu ulas sangat keren dan menarik banget untuk pembaca. Info yang disadur juga sangat lengkap, saya setia membaca artikel selanjutnya ya. ^_^

    ====
    Advertisement : Ada Cara Termudah untuk menemukan cara apapun yang berguna buat kamu!
    ==================

  • lendyagasshi

    Aah….ini yhaa…tulisan Fiersa.
    Aku uda lama pingin ngincipi baca novel-novel penulis #kekinian …tapi belom berani, karena takut kecewa.

    Harusnya aku baca quote-nya Fiersa yang ini niih…

    “Pelajari sebelum berasumsi,
    Dengarkan sebelum memaki,
    Mengerti sebelum menghakimi,
    Rasakan sebelum menyakiti,
    Perjuangkan sebelum pergi.”

Leave a Reply

%d bloggers like this: