BPN30DayBlogChallenge2018

Hal apa yang pernah aku sesali?

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaykum kawan-kawan. Alhamdulillah day 23 for 30daysblogchallenge2018

MENYESAL. Pastilah pernah kita melakukan ini, terutama apabila apa yang kita pilih ternyata tidak sesuai. Dalam agama Islam, menyesal ini adalah hal yang seharusnya tidak boleh kita lakukan karena semua sudah berjalan sesuai takdir yang Allah SWT berikan kepada kita. Namun kita sebagai manusia yang terkadang masih dibelenggu nafsu selalu merasa paling benar dan pada akhirnya menyalahkan sesuatu yang menurut kita salah pilih tadi yang akhirnya memunculkan rasa penyesalan. Jadi sebenarnya penyesalan adalah hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Namun, aku bukan malaikat atau hamba Allah yang paling mulia hatinya, aku masih berupa remukan biskuit marie yang apabila dikumpulkan masih manis rasanya. Pastinya selama dalam hidup aku, aku pernah merasakan yang namanya rasa menyesal dan memunculkan pertanyaan “Kenapa?”…”Mengapa?”…”Seandainya….”. ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan yang aku susun di awal aku memilih jalan. Ada suatu hal yang aku sesali namun juga aku syukuri, karena melalui dia, aku bisa mendapatkan rezeki seperti yang aku terima sampai dengan detik ini. 

1.Tidak belajar dengan baik tentang Bahasa Inggris

Yup…Bahasa Inggris, setelah aku merasakan merantau, keinginan untuk menjelajah ke lokasi yang lebih jauh semakin muncul. Bukan hanya lintas kota lagi, apalagi provinsi dan pulau. Aku ingin dan berharap bisa menjelajah lintas negara. Nah, modal utama lintas negara itu adalah kemampuan bahasa (uang juga pasti lah). Sebagai anak PNS dengan golongan 2D, mau minta tambahan uang buat ikutan kursus Bahasa Inggris rasanya tidak mungkin. Bapak sudah cukup pas-pas an ketika menyekolahkan aku dan adekku. Pun ketika kuliah, Bapak juga udah pas-pas an ngasih aku bekal uang saku untuk berangkat ke Jogja. Namun apakah aku tidak punya kesempatan?..Ada sebenarnya yaitu ketika aku sudah bekerja. Dasarnya aku saja yang malas, kesempatan itu selalu dihadapkan pada diriku, aku nya yang sering tidak bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, Akhirnya terlepas dan ketika kita perlu kita sudah tinggal punya waktu sedikit untuk menggunakannya dan berujung pada kualitas hasil yang jauh dari kata baik. Ada waktu banyak tidak dimanfaatkan, ketika sudah akan berangkat ke LN, baru belajar, ya mepet atuh Neng Novya..alhasil..pas di LN, blengak-blengok gak percaya diri mau ngomong atau berselancar menjelajah. Rugi kan, jadi gak dapat info apapun padahal dah ada kesempatan mengunjungi negara orang. Sekarang aku bilang ke Kakak, bahwa dia harus rajin belajar bahasa asing kalo ingin bisa sekolah atau jalan-jalan ke LN. Semoga dia tidak seperti ibu nya yang menyesal di kemudian hari.

2. Salah pilih jurusan yang membawa berkah

Salah Jurusan? Jurusan kuliah apa jurusan angkot? (hahahahaha). Jurusan kuliah lah. Dibilang salah jurusan siy sebenarnya gak juga ya seharusnya. Kenapa? Karena ketika mengisi formulir UMPTN waktu itu sudah sangat yakin mengisinya dengan tulisan “TEKNIK SIPIL”, baik di pilihan pertama maupun pilihan kedua. Dan di setiap buku kenangan, aku selalu menuliskan cita-cita ku adalah INSINYUR. Karena aku suka liat teman-teman Bapak yang main ke rumah itu ganteng-ganteng trus aku nanya ke Bapak, mereka itu siapa pak? Mereka itu insinyur di proyek Bapak. Oooo…kalo mau jadi insinyur sekolahnya dimana? Dan teman-teman Bapak ini menjawab di Fakultas Teknik Sipil. Alhasil aku pun memilih jurusan ini. Weeee lah dalaaaahhh…pas udah keterima, semester 1 aku mulai pening kepala…kok fisika semua gini pelajarannya. Ternyata aku salah, seharusnya bukan ke Teknik Sipil, tapi ke Arsitektur karena aku lebih sedang mendesain bangunan dibanding menghitung struktur bangunan. Tapi ya sudah dijalani dengan baik “pilihan yang salah” ini hingga bisa lulus tepat waktu dengan IPK memuaskan (diatas 3,3). Aku gak berani kerja di konsultan/kontraktor karena takut disuruh menghitung beban struktur, dulu dapat nilai C saja sudah cukup sekian gak mau mengulang. Aku suka mlipir ke bidang manajemen saja yang lebih mudah (hahahaha). Dibilang menyesal, iya sedikit karena aku jadi kurang percaya diri dalam melangkah, namun gak menyesal yang mendalam juga, karena melalui Teknik Sipil aku bisa mendapatkan posisi dan pekerjaan yang sampai saat ini aku jalani. Jadi ya salah pilih jurusan yang membawa berkah (insyaAllah).

Nah…adakah yang pernah menyesal dan mengalami seperti yang aku alami? Yuk sharing yuk kawans 

Alhamdulillah done for #BloggerPerempuan #BPN30dayschallenge2018

Wassalamu’alaykum

12.12.18

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: