Berdamai dengan Resah
MyActivityMyStory

Kamu sedang Resah? Yuk, Berdamai dengan Resah

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

R~E~S~A~H. Ya, 5 huruf tersusun dengan sempurna membentuk sebuah kata yang kadang singgah pada diri kita, itulah RESAH. Hari Jumat lalu, aku sempat curhat dengan Pak Suami tentang sebuah keresahan dalam hatiku. Ya dan seperti biasa, beliau membalas keresahanku dengan mengirimkan sebuah tayangan di link Youtube kajian bahwa semua itu harus disandarkan kembali kepada sang pemiliknya yaitu Allah SWT. Sabtu pagi, aku beranjak keluar rumah tanpa anak-anak karena ingin mengikuti kajian sabtu pagi di Masjid Al Murrabi, Bandung. Kubaca sebuah info dari Instagram tentang kajian sabtu pagi dengan tema “Berdamai dengan Resah” dengan pemateri Ustadz Dedi Hariadi, Lc dan Ustadzah Mimin Aminah.

Berdamai dengan Resah

Di awal acara dibacakan kalam illahi yaitu Qs. Al Baqarah ayat 155 – 157

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk

Qs. Al Baqarah ayat 155-157

Ust. Dedi Hariadi, Lc.

Ust. Dedi menyampaikan tentang “Dimanakah letak sumber keresahan?” dan “Apa yang menyebabkan hati kita resah?”.

#Dimanakah letak sumber keresahan?

Resah itu ada di dalam hati. Apa itu hati dan dimanakah letaknya? Latiful Rabbaniyah atau hati adalah sebuah kekuatan yang ada di dalam diri kita yang letaknya di jantung. Bentuk hati seperti sanubari yaitu seperti buah pohon pinus. Hati ini tidak terlihat namun dahsyat energinya. Hati memiliki 5 keistimewaan, yaitu:

#1. Hati itu Raja

Apabila dia baik, semua akan baik. Sedangkan apabila dia buruk, semua pun akan buruk. Ketika kita memperbaiki hati kita, maka kita juga memperbaiki diri kita. Bagian diri kita yang tersambung langsung dengan hati adalah lisan. Lisan ini terucap melalui mulut. Terkait ini, muncullah sebuah ungkapan pendek “Apabila kita ingin mengetahui suasana hati seseorang, maka lihatlah apa yang terucap dari bibirnya”

#2. Hati adalah Letak/Sumber Kebahagiaan

Kapan kita merasakan bahagia? Carilah letak kebahagiaanmu! Pasti jawabannya adalah di HATI. Bahagia yang kita rasakan adalah saat hati kita penuh oleh satu nama yaitu ALLAH SWT. Itulah makna bahagia yang sesungguhnya. Selama hati kita masih berisi harapan terhadap sikap dari manusia, maka kebahagiaan yang sesungguhnya itu sulit terwujud.

#3. Hati itu disebut Anugerah Terindah yang Allah SWT berikan dalam hidup kita

Kebahagiaan itu terletak pada seberapa indah hati kita. Lalu bagaimana keindahan itu dibentuk? Ya seberapa besar kita mampu memaknai dan menerima takdir yang Allah SWT berikan pada kehidupan kita.

#4. Hati adalah Tempat Allah SWT melihat dan Allah SWT tinggal

Yang pertama dan utama berada di hati kita adalah Allah SWT. Apabila hal ini sudah kita tempatkan dengan baik, selanjutnya adalah kita melakukan sesuatu yang akan mengantarkan kita kepada surga-Nya. Dua hal inilah yang harus ada di dalam hati kita.

#5. Hati adalah Tempat Allah SWT menerima amalan kita

Nah, inilah yang menyebabkan NIAT itu selalu nomor satu. NIAT itu tertanam di dalam hati kita. Semua amalan kita dinilai dan diterima tergantung dari niat yang kita tanam. “Innamal A’malu Binniyat (Amal itu tergantung niatnya)”.

Ust. Dedi menyampaikan bahwa kita harus selalu fokus dengan keikhlasan yang ada di dalam hati kita. Hati itu sifatnya “bolak-balik”. Mengapa hati kita dibolak-balik? Karena agar hati kita lebih matang. Ibarat memasak, kita harus selalu membolak-balik masakan kita agar masakan kita matang dengan baik.

“Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis”

Qs. An-Najm ayat 43

Dalam kehidupan kita itu ada banyak rasa. Apakah rasa yang kita rasakan? yaitu bahagia dan air mata. Apa yang dapat menciptakan bahagia dan airmata? yaitu kehidupan dan rumah tangga.

#Apa yang paling menyebabkan hati kita resah?

Penyebab hati kita resah adalah masalah. Masalah apa saja yang dimaksud disini? yaitu masalah keluarga, masalah ekonomi dan masalah kesehatan. Bagaimana dengan fenomena keluarga yang dapat menyebabkan masalah?

  • Sudah ingin berumah-tangga, namun belum kunjung diberi pasangan
  • Sudah berumah-tangga namun cinta dalam keluarga hilang
  • Rumah-tangga yang selalu berkonflik
  • Perceraian

Penyebab dari adanya permasalah rumah-tangga adalah sebagai berikut:

  1. Harapan tak sesuai dengan kenyataan (haybatul amal). Sikap tidak bijak yang dapat kita tunjukkan ketika menghadapi kondisi ini adalah kita marah kepada Allah SWT, kita putus asa, kita berburuk sangka kepada Allah SWT, kita berakhlak buruk kepada Allah SWT dan kita mulai menentang Allah SWT.
  2. Hilangnya kesetiaan. Salah satu misi besar setan adalah merusak rumah-tangga. Setan selalu mengatur strategi untuk menghasut manusia di pagi hari. Dia selalu datang dan mengganggu pada titik terlemah kita. Satu hal yang harus kita ketahui dan waspadai adalah ketika salah satu dari pasangan pasutri melakukan dosa, maka akan tercabut rasa cinta antar pasutri tersebut.
  3. Masalah finansial/materi. Ini adalah sumber masalah yang sering hadir dalam hubungan pernikahan. Pesan yang disampaikan pak Ustadz adalah “Jangan menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan”. Namun selalu yakinlah, bahwa Allah SWT akan mencukupkan materi dalam hidup kita.
Dekat dengan Allah SWT

…..Barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya

Qs. At-Talaq ayat 2

Dari ayat tersebut di atas, disampaikan bahwa dalam sebuah pernikahan yang utama adalah menemukan SAKINAH. Sakinah ini akan tercipta apabila kita dekat dengan Allah SWT. Apa saja keuntungan kita apabila kita selalu dekat dengan Allah SWT?

  • Kita akan membangun seni dalam menyukai anugerah dan mensabari musibah
  • Mudah menerima segala keputusan Allah SWT. Kita ridlo dengan ketetapan Allah SWT. Ridlo adalah bahagianya hati dengan apapun yang terjadi dalam hidupnya. Kalimat sumber kebahagiaan adalah ALHAMDULILLAH. Setiap kita melalui kondisi apapun dalam episode kehidupan kita maka ucapkanlah “Alhamdulillah”.
  • Kita tidak akan pernah memiliki masalah yang berkepanjangan, luka yang menganga, sakit yang memerih selama kita selalu dekat dengan Allah SWT.

Ustadzah Mimin Aminah

Ustadzah Mimin meneruskan apa yang sudah disampaikan oleh Ust. Dedi. Apabila Pak Ustadz tadi menyampaikan tentang dimana dan apa tentang resah? Ustadzah menyampaikan tentang bagaimana mengatasi resah?.

Ibadah yang paling berat adalah ibadah hati

Masalah selalu identik dengan resah. Masalah adalah saat kita berhadapan dengan situasi atau kondisi yang tidak sesuai dengan harapan. Sedangkan resah adalah suasana rasa yang tidak bagus. Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian dengan segala episode. Hidup sesungguhnya adalah hanya untuk ibadah. Ibadah sendiri tidak ada atau tidak mengenal waktu dan tempat. Kondisi berdamai dengan resah adalah saat kita mampu mengolah keresahan menjadi amal ibadah.

Berdamai dengan resah adalah saat kita mampu mengolah keresahan menjadi amal ibadah

Lalu, masalah apa yang dapat membuat resah?

  • Sedih oleh sesuatu yang sudah terjadi
  • Cemas/Khawatir akan sesuatu yang belum terjadi
  • Efek dari kondisi kita yang memiliki banyak dosa

Lawan dari RESAH adalah TENANG. Kita akan memiliki ketenangan apabila kita memiliki keimanan.

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana

Qs. Al Fath ayat 4
Bagaimana sikap orang yang sedang resah?
  • Orang yang resah biasanya lupa dengan Allah SWT. Inti dari menghadapi keresahan adalah pada cara mensikapi suatu masalah. Gagal itu bukan yang tidak berhasil, namun yang tidak melakukan usaha apapun. Di setiap episode kehidupan yang kita lalu pasti kita akan mengalami keresahan. Namun yang harus diyakini adalah bahwa datangnya permasalahan merupakan cara Allah SWT menguji hamba-Nya. Allah SWT ingin mengetahui sejauh mana kesungguhan kita memohon pertolongan dari-Nya bukan untuk menguji kemampuan kita menyelesaikan masalah.
  • Ketika kita resah biasanya akan melakukan amal ibadah yang tidak membawa kita ingat kepada Allah SWT. Hal ini menyebabkan kita putus hubungan dengan Allah SWT sehingga kondisi kita semakin jauh dari-Nya
  • Kita terlalu sok tahu atas sesuatu di luar wilayah kita. Kita terkadang menjadi memaksakan kehendak kepada orang lain. Satu pesan yang disampaikan ustadzah adalah “Jangan sampai wilayah pikiran kita lebih besar dari doa yang kita panjatkan”. Ketika kita sedang memiliki masalah, jangan terlalu besar mengerahkan pikiran kita untuk mencari solusi, namun perkuat kedekatan kita dengan Allah SWT melalui doa, tilawah dan dzikir kita. Maksudnya adalah pusatkan pada ikhtiar yang selalu melibatkan diri kita kepada Allah SWT.

Apapun masalah yang kita ceritakan kepada orang lain sifatnya MENAMBAH MASALAH, sedangkan apapun masalah yang kita ceritakan kepada Allah SWT memiliki sifat TENANG. Ketika ketenangan sudah ada dalam diri kita, insyaAllah solusi dari permasalahan dapat hadir. Ingat kan, ketika pikiran kita keruh, kita tidak mampu berpikir. Namun saat pikiran kita tenang, pikiran kita menjadi jernih dan kita mampu berpikir dengan baik.

Kita tidak akan mampu berdamai dengan RESAH, apabila kita tidak sabar atas takdir Allah SWT. Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, karena sikap Allah SWT sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Nya.

Yuk kawan, kita mulai belajar berdamai dengan resah.

Alhamdulillah, wassalamu’alaykum.

#Day1 #ODOPEstrilookCommunity #ODOPSeptember2019

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

27 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: