Kenangan Ramadhan Berkesan
Indscript Writing Group

Kenangan Ramadhan Bagiku – Day 5

Bismillahirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Setiap ramadhan datang pasti membawa cerita yang berbeda untukku. Sudah 3 masa aku lalui yaitu masa kecil, masa remaja dan masa dewasa. Pastinya di masing-masing masa memiliki kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan usiaku.

Kenangan ramadhan di masa kecilku

Dulu di kampungku belum ada masjid sehingga warga kampung yang ingin melakukan ibadah tarawih harus pergi ke kampung sebelah. Kalo aku, lebih suka pergi ke rumah nenekku yang kampungnya lebih jauh. Aku diantar bapak ke rumah nenek setiap habis berbuka kemudian dijemput setelah habis tarawih. Aku lebih suka ikut sholat tarawih di masjid dekat rumah nenek karena banyak teman kecilku disana.

Setiap ramadhan dari sekolah selalu memberi tugas untuk mencatat ceramah setiap harinya. Kami menyebutnya buku catatan ramadhan. Sehabis sholat tarawih kami antri di masjid untuk mendapatkan tandatangan pak mubaliq dan stempel dari masjid. Terkadang kami hanya ikut sholat isya saja, ketika sholat tarawih dimulai, kami memilih tiduran. Hal yang paling menyenangkan lagi adalah setelah selesai sholat tarawih akan dibagikan jaburan. Jaburan adalah makanan kecil yang disediakan oleh warga untuk anak-anak dan jama’ah masjid sepulang dari sholat tarawih.

Kenangan ramadhan di masa remaja

Masa remaja aku lalui di 2 tempat yaitu di Solo (SMP-SMA) dan di Jogja (Kuliah). Ketika SMP dan SMA aku masih rajin mengikuti sholat tarawih di masjid. Namun kali ini aku memilih masjid yang ada di kampung sebelah. Bersama remaja karang taruna lainnya, kami pergi ke masjid bersama-sama. Jaman SMP hingga SMA ini sudah tidak ada buku ramadhan lagi. Kami sudah masuk usia balig, sehingga sudah tidak perlu diawasi lagi dengan buku-buku amalan ramadhan ini. Kami sudah harus bisa bertanggung jawab akan ibadah kami sendiri.

Selama kuliah di Jogja, biasanya kami mengikuti takjil keliling di masjid kampus. Lumayan kan sebagai anak kost mendapatkan takjil gratis itu adalah sebuah penghargaan yang luar biasa mewah. Kalo sedang malas mengikuti takjil keliling di masjid kampus, aku biasanya memilih sholat di masjid depan rumah kost atau berjama’ah dengan kawan-kawan di kost. Jama’ah di kost ini kami lakukan apabila bersamaan dengan jadwal ujian. Kalo di masjid depan kost kami bisa berinteraksi dengan warga sekitar kost. Ketika sholat tarawih di masjid kampus, kami bisa bertemu dengan kawan-kawan dari berbagai fakultas dan jurusan.

Kenangan ramadhan di masa dewasa

Nah, di masa dewasa ini kenangan ramadhan sudah jauh berbeda. Aku melalui ramadhan di 3 kota yaitu Jakarta, Cikarang dan Bandung. Sewaktu masih kost di Jakarta, kost aku penghuninya campur. Ada laki-laki dan perempuan, ada yang muslim dan non muslim. Selama di Jakarta ini ibadah puasa ya ku merasa kurang bagus karena hampir tidak pernah sholat tarawih. Namun, ada beberapa kali aku ikut sholat tarawih di masjid lingkungan Stadion Gelora Bung Karno dan masjid di lingkungan kampus Al Azhar di Jakarta Selatan.

Ketika berpindah ke Cikarang, makin tak pernah lagi sholat tarawih di masjid karena jauh dari masjid. Nah, ketika pindah ke Bandung inilah yang paling menyenangkan. Karena apa coba? Karena aku bisa melaksanakan ibadah di bulan ramadhan bersama suami. Yup, setelah menikah aku diboyong dari Cikarang ke Bandung. Walo jarang ikut ke masjid, namun menjalankan ibadah puasa bersama suami itu dapat membawa keberkahan dari sejak menyiapkan makan sahur hingga menikmati buka puasa bersama.

Nah, ini ceritaku ramadhanku yang paling berkesan dari masa kecil hingga dewasa, mana cerita kalian?

Alhamdulillah, wassalamu’alaykum.

Kenangan Ramadhan Berkesan

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: