Level 11
Bunda Sayang

[Level 11] Anak dan Pendidikan Seks (Bagian 2) – Review #D13

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Sore hari ini aku pulang kantor masih dijemput oleh Pak Suami yang artinya aku bisa duduk manis di samping beliau. Aku bisa menikmati perjalanan pulang kantor dengan santai. Sepanjang perjalanan, aku bisa tidur dan bisa mendengarkan musik/kajian/lainnya. Baiklah, mari kita nikmati kebahagiaan selama Pak Suami ada di rumah sebelum berubah kembali menjadi pengendara motor. Nah, sepanjang perjalanan sore ini, kami meneruskan mendengarkan kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, MA. Materinya tentang “Fiqih Pendidikan Anak: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 2” . Yup, ini adalah lanjutan dari kajian yang kami dengarkan sehari sebelumnya.

#Menutup Aurat

“Perintahlah anakmu untuk menutup aurat!”, itu adalah kalimat pembuka yang disampaikan pak Ustadz. Membicarakan tentang seks dengan anak seharusnya bukan hal yang tabu, apalagi yang didiskusikan sesuai dengan ajaran Islam. Dari bayi, setiap manusia sudah memiliki fitrah seksualitas sehingga wajar kalo sejak kecil kita mulai membicarakan hal ini bersama anak-anak kita. Aurat itu artinya adalah menutup anggota badan yang tidak boleh dilihat. Pak Ustadz menyampaikan bahwa menutup aurat itu wajib bagi sesama laki-laki maupun sesama perempuan apalagi kalo berbeda jenis kelamin pastinya sangat dilarang.

Batasan aurat perempuan adalah seluruh anggota badan, namun ada ulama yang berpendapat seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan aurat laki-laki adalah dimulai dari batas pusar sampai lutut. Kewajiban menutup aurat itu berlaku sejak usia 10 tahun. Untuk usia dibawah 10 tahun belum wajib namun harus mulai dibiasakan untuk menutup aurat. Pembiasaan dari kecil ini akan menjadi kebiasaan hingga dewasa kelak.

#Mengapa menutup aurat?

Karena ada tujuan yang ingin disampaikan yaitu:

  • Sebagai identitas. Muslimah menggunakan jilbab/hijab sebagai penutup aurat di kepala maka akan menjadikan itu sebagai identitas dia sebagai seorang muslim perempuan.
  • Melindungi diri. Pelecehan seksual lebih banyak terjadi pada orang yang menutup auratnya atau yang mengumbar auratnya? Jawabannya pasti yang mengumbar aurat. Yang terbuka akan lebih mudah dikomentari dibanding yang tertutup. Menutup aurat kita maka dapat membantu kita dalam memberikan perlindungan pada diri kita.
*****************************************************
Cerita keluarga kami

Alhamdulillah aku sudah mengajarkan kepada kakak untuk menutup aurat sejak usia dia 4 bulan. Setiap keluar rumah kami selalu memakaikan jilbab pada Kakak dan dia sama sekali tidak berusaha melepasnya. Sampai saat ini, kakak sudah terbiasa dengan jilbabnya. Sewaktu di Solo yang panas pun, dia sewaktu TK-SD kelas 3, masih mampu bertahan memakai jilbabnya. Ketika dia merasa gerah, dia selalu minta ijin ke ayahnya “Ayah, boleh lepas jilbab gak?”, tanya kakak. Melihat ayahnya diam saja, akhirnya dia pun bertahan memakai jilbab karena dia tahu kalo ayahnya gak setuju. Alhamdulillah.

Semua Anak adalah Bintang

#Day13 #Tantangan10hari #Gamelevel11 #Kuliahbundasayang #learningbyteaching #gender #InstitutIbuProfesional

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: