dongeng
Bunda Sayang

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #L10 #AliranRasa

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

10 Februari 2020

Yup, akhirnya dapat menyelesaikan tantangan 10 hari di game level 10 kali ini. Ya sejujurnya aku kurang puas dengan tantangan yang kulakukan dikarenakan merasa kurang maksimal dalam pelaksanaannya. Memang sejak bulan November tahun lalu, fokus ku terbagi dalam beberapa zona dan semua zona sedang meminta perhatian ekstra. Okey, no problemo, kita harus tetap semangat untuk belajar dan berubah kan.

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin

Selalu ingat pesan atasanku, “Kalo kita masih seperti hari kemarin berarti kita menjadi pribadi yang kalah. Minimal kita bisa menangkap hikmah dari setiap hari yang kita lalui dan menjadi masukan bagi perubahan pada diri kita.”. Misalnya, menguranggi ghibah, dari 2 menjadi 1 (duh maaf, ibu-ibu kalo dah melakukan konferensi itu berujung pada hal ini, astaghfirullah).

Pembelajaran apa yang sudah kudapat dari tantangan di level 10 ini?

Setiap aktivitas pasti ada hikmah atau pembelajaran yang kita dapatkan apabila diri kita peka akan kehadirannya.

Membangkitkan imajinasi anak. Ya, ketika kita membacakan cerita atau mendongeng dengan segala macam ekspresi sesuai dengan tokoh yang kita bacakan, maka kita sedang membangun atau membangkitkan imajinasi anak untuk merasakan berada dalam dunia cerita yang kita baca atau dongengkan. Aku ingat di waktu kecil ketika di sekolah dibacakan sebuah cerita, kita akan masuk ke dunia itu seolah kita merasakan apa yang ada di dalam cerita tersebut.

Mempererat bonding antara orang tua dan anak. Ini juga sangat terasa sekali. Ketika aku membacakan buku cerita, Adek duduk di dekatku, kadang sambil rebahan, kadang minta dipangku, tak jarang juga duduk sambil bermain. Interaksi diskusi membahas cerita yang kami baca pun menghadirkan tawa dan keceriaan (dengan catatan kondisi mood Adek sedang bagus ya). Obrolan dan sentuhan fisik ini menghadirkan energi kedekatan antara aku dan anak-anakku.

Melatih fokus dan konsentrasi anak. Fokus dan konsentrasi memang menjadi PR pada Adek sesuai dengan hasil tes psikologi di sekolah. Nah, ketika melakukan tantangan, ini adalah kesempatan bagiku untuk melatih fokus dan konsentrasi Adek. Selama tantangan kemarin, memang kuperhatikan Adek belum bisa fokus. Hal ini terbukti dari ketika kuajak ngobrol, dia masih mikir lama dan belum bisa menceritakan kembali cerita yang sudah kubacakan.

“Memaksa” orang tua dalam aktivitas pembiasaan. Hmmm, kegiatan tantangan ini memang “memaksa” orang tua untuk melakukan pembiasaan aktivitas. Hal ini bisa menjadikannya kegiatan rutin bersama anak. Awalnya memang aku merasa “terpaksa” namun melihat dari sisi positifnya mendatangkan dampak yang baik juga, maka aku harus mencoba menikmatinya walaupun harus berbagi perhatian dari beberapa kuadran di otakku.

Nah, ini adalah kesan dan pembelajaran yang kudapat di level 10 ini. Semoga kedepan dapat lebih baik lagi dan yang lebih penting lagi adalah tidak menjadikan ini hanya sekedar kewajiban saja namun menjadikan ini sebagai bekal menjadi pribadi yang baik dan menularkannya kepada anak-anak kita. Aamiin.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

#Tantangan10hari #Level10 #KuliahBunsayIIP #Grabyourimagination #AliranRasa

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: