Campur-campur

Memulai Tahun 2019 dengan Basmallah

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan-kawan.

Hari pertama mengikuti ODOP99days dengan tema “Sehari Satu Tulisan 2019” yang seharusnya sudah dimulai sejak tanggal 01 Januari 2019 lalu. Aku baru sempat menulis hari ini dikarenakan awal Januari 2019 ini aku mengajukan cuti dan masih jetlag perjalanan dar Melbourne ke Bandung sekaligus masih mendampingi Pak Suami menyelesaikan urusan sebelum beliau kembali lagi ke Melbourne untuk menjemput rezeki bagi keluarga kami. Seperti di beberapa tulisan yang aku buat terkait resolusi ku di Tahun 2019 ini adalah bahwa aku ingin lebih fokus pada bidang penulisan terutama menulis di blog.

Rumah baru untuk blog aku sudah aku persiapkan berkat sumbangan dari Pak Suami, tinggal aku mulai serius dalam mengisinya dengan tulisan yang positif dan bermanfaat bagi diriku dan bagi pengunjung blog aku.

Baca juga: https://novya.id/berkenalan-dengan-rumah-menulisku-yang-baru/

Selain terkait bidang penulisan, aku dan Pak Suami juga membahas tentang rencana keluarga kami kedepan. Tujuan hidup keluarga kami tidak berubah tetap sesuai QS At Tahrim Ayat 6.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 
―QS. 66:6

Kami banyak diskusi selama liburan akhir tahun kemarin, bagaimana tentang pendidikan akhlak anak-anak, bagaimana tentang sekolah anak-anak, bagaimana tentang pembekalan ilmu yang baik kepada anak-anak. Aku sebagai ibu diminta oleh Pak Suami untuk fokus utamanya pada anak-anak dikarenakan posisi beliau yang harus bekerja jauh dari rumah dan kuantitas bersama anak-anak sangat sedikit. Terkait pekerjaan di luar rumah pun, aku diminta tidak terlalu ngoyo, karena yang utama adalah seorang ibu itu ada di rumah untuk membersamai dan mendidik anak-anak. Namun beliau tidak melarang, apabila aku tetap ingin bekerja asal anak-anak tetap prioritas utama, tidak boleh dikasih sisa tenaga dan perhatian. Anak-anak adalah investasi utama dalam sebuah keluarga dan peradaban. Kami berdua juga mempunyai harapan bahwa di hari tua kami nanti, kami tidak mengalami kesulitan ekonomi dan tidak ditinggalkan begitu saja oleh anak-anak kami.

Banyak orang yang bertanya, “Mengapa kami tidak ikut pindah ke Melbourne bersama Pak Suami?”. Bukan kami tidak berminat, namun ada pertimbangan-pertimbangan yang kami jadikan dasar keputusan kami mengapa kami memilih menjalani LDM ini. Fokus utama kami saat ini adalah kami dapat melakukan percepatan pelunasan hutang KPR rumah kami. InsyaAllah apabila itu sudah dapat kami selesaikan, kami akan lebih tenang dalam merencanakan masa depan kami. Doa yang terbaik yang dapat kami panjatkan untuk saat ini yaitu kami berdua selalu diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dan keikhlasan atas hidup kami. Ada beberapa kebiasaan ku yang harus aku perbaiki yaitu terkait sabar, pengendalian emosi, manajemen waktu, manajemen emosi, kualitas dan kuantitas waktu bersama anak (hmmmmm…banyak ya ternyata). Dan yang utama adalah pengendalian pada penggunaan gadget dalam hal ini adalah HP. Apabila sudah pegang HP, lupa dengan dunia sekitarnya, sibuk buka Instagram maka habis sudah waktu terbuang (astaghfirullah…hiks).

“Jangan pernah lupa untuk melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah, pilihan dan keputusan dalam hidup kita. Mulailah setiap langkah, pilihan dan keputusan dengan mengucap Basmallah”

Alhamdulillah done for #ODOP99days #Day1. Wassalamu’alaykum.

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: