immunicare biofarma
Review

Mengenal lebih dekat VAKSINASI di BIOFARMA

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Salah satu rezeki, aku dapat mengikuti acara yang diadakan oleh Biofarma untuk mengenal IMMUNICARE. Acara ini aku ikuti pada tanggal 27 Januari 2019 lalu, namun baru sempat menceritakan kemeriahan acara launching IMMUNICARE BIOFARMA melalui tulisan. IMMUNICARE adalah sebuah layanan kesehatan yang dipersembahkan oleh Biofarma selaku produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dalam melayani kesehatan masyarakat. Aku mendapatkan informasi terkait acara ini dari komunitas Bandung Hijab Blogger (BHB). Mau tahu lebih lanjut tentang acara ini? Yuk..merapat ke halamanku!

Kegiatan ini tentang apa saja?

Acara ini diselenggarakan oleh Biofarma dalam rangka mengenalkan kepada masyarakat tentang salah satu layanan barunya. IMMUNICARE diadakan untuk mendukung peran utama Biofarma dalam melayani masyarakat di bidang vaksinasi. Target yang diundang dalam acara ini adalah komunitas dengan mayoritas ibu-ibu yang masih memiliki anak usia dibawah 5 tahun (balita). IMMUNICARE merupakan sebuah branding dari layanan vaksinasi di Klinik Pratama Biofarma.

Aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara ini karena aku masih memiliki anak usia dibawah 5 tahun. Melalui kegiatan ini, aku mengenal lebih dekat tentang vaksinasi. Yup, aku adalah salah satu dari sekian ibu-ibu di dunia ini yang pro-vaksin. Kalau ditanya apa alasanku menjadi pro-vaksin?. Ya, karena aku menilai bahwa vaksinasi ini merupakan salah satu ikhtiar diri kita untuk melindungi diri kita dari serangan virus/bakteri dari luar tubuh kita.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam acara ini, dimulai dengan ice breaking, talkshow, fun games, tour museum dan berkunjung ke pojok IMMUNICARE. Konsep acaranya adalah Outdoor Activities. Dalam acara ini Biofarma juga bekerjasama dengan Tepuk Riang dan Pustakalana untuk mendampingi anak-anak selama para mamaknya mengikuti kegiatan talkshow. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 wib – 12.00 wib, bertempat di halaman utama Biofarma.

Ketika memasuki halaman Biofarma yang terletak di Jl. Pasteur No. 28 Bandung langsung dihadapkan pada halaman rumput yang hijau. Di tengah hijaunya rumput, kita akan disuguhkan dengan pemandangan tenda utama di tengah dan beberapa tenda kecil yang imut berikut alas serta bantal besar dengan warna-warna pastel yang lucu. Duo fajar junior langsung pengen rebahan di alas dan bermain tenda serta bantal besarnya. Rumput masih terasa basah karena malam hari nya Bandung dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

immunicare biofarma
santai kayak di pantai
immunicare biofarma
duo fajar junior

Direktur Pemasaran Biofarma yaitu Ibu Sri Harsi Teteki membuka acara ini. Setelah sambutan pembukaan, Mbak MC meminta semua ibu-ibu dan anak-anak menuju ke lapang untuk Ice Breaking. Ice Breaking yang dilakukan berupa gerak dan lagu yang dipandu oleh Kakak-kakak dari Tepuk Terang dan Pustakalana. Pada Ice Breaking ini akan dipilih peserta yang kompak dan energik gerakannya. Beberapa doorprize sudah menanti bagi peserta yang terpilih. Viiiollllaaaa….pada kegiatan Ice Breaking ini aku terpilih sebagai salah satu dari peserta yang dinilai energik dalam gerakan (maafkan, aku lupa umur kalau sudah mendengar lagu hehehehe).

immunicare biofarma
launching immunicare

Talkshow seputar vaksinasi

Talkshow yang dibawakan adalah seputar vaksinasi. Pembicara pada talkshow ini adalah Dokter Ma’sum Muhamad, MKK selaku Kabag Manajemen Mutu Biofarma. Dalam talkshow ini dipandu oleh 2 MC yaitu Kak Tika dan Mbak Penyiar dari Radio Raka FM dan SONORA (maafkan mbak, aku lupa nama dikau). Ya, talkshow ini disiarkan secara langsung pada kedua stasiun radio tersebut di atas.

Pak Dokter (panggilan untuk Dokter Ma’sum) menjelaskan tentang Biofarma secara singkat. Biofarma yang sudah berdiri di NKRI tercinta ini sejak 6 Agustus 1890 (wikipedia berkata) merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Seluruh vaksin yang diproduksi oleh Biofarma dijamin mutu dan kualitasnya. IMMUNICARE merupakan salah satu branding baru dari Biofarma dalam melayani masyarakat yang berada di Klinik Pratama Biofarma. Klinik Pratama Biofarma terbuka untuk umum. Vaksin yang dihasilkan oleh Biofarma disediakan untuk anak-anak, remaja, dewasa dan keperluan layanan ke Luar Negeri seperti haji dan umroh.

Ada yang ingin tahu bagaimana pembuatan vaksin? Nah, disini Pak Dokter juga menjelaskannya. Vaksin dibuat dari virus/bakteri yang dilemahkan, dimatikan atau diambil sebagian dari organnya yang bertujuan untuk merangsang menumbuhkan antibodi/kekebalan. Vaksin ini bukan obat sehingga harus diberikan pada saat kondisi tubuh tidak dalam keadaan sakit. Ada pertanyaan muncul di kepalaku? Lalu mengapa kita harus memasukan virus/bakteri ke dalam tubuh kita? Sedangkan virus/bakteri itu seharusnya dicegah dengan kekebalan tubuh kita? Okeh, wait..jawaban ada setelah ini yak.

Sesi tanya jawab pun dibuka, banyak peserta yang mengacungkan jari dan terpilih Teh Raisa sebagai penanya pertama. Teh Raisa menanyakan tentang kehalalan vaksin. Pak Dokter menjawab bahwa produk vaksin dari Biofarma terjamin 100% kehalalannya. Biofarma juga sudah mulai mendaftarkan semua produksi vaksinnya ke MUI. Biofarma juga melakukan sosialisasi bersama Kemenkes serta berkomunikasi dengan MUI. Menurut informasi dari Pak Dokter bahwa MUI sudah menerbitkan fatwa terkait imunisasi dan vaksin yaitu fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 (cekidot ya bu ibu ke websitenya MUI). Kalau belum menemukan dapat ditengok disini.

Pak Dokter menambahkan penjelasan terkait isu kehalalan dari vaksin MR (Measles Rubella). Vaksin ini digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak jerman). Biofarma sendiri belum dapat memproduksi vaksin ini sehingga vaksin ini diimpor dari Amerika. Pak Dokter menjelaskan pembuatan vaksin MR ini. Vaksin MR pada proses awalnya memang ada kontribusi enzim tripsin namun tidak bersinggungan secara langsung. Enzim tripsin yang digunakan ini berasal dari pankreas babi. Dalam proses pembuatannya vaksin MR ini melalui berbagai tahapan hingga pada akhir proses sudah dinyatakan aman dari kandungan enzim ini. Pada akhirnya keputusan diserahkan kepada masyarakat karena hingga saat ini vaksin MR ini memang belum mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Well..kita lanjutkan ya. Di sesi tanya jawab ini diberikan kesempatan hingga 11 penanya dan kepada semua penanya diberikan souvenir. Mayoritas penanya menanyakan “apakah masih boleh melakukan imunisasi walaupun sudah melewati jadwal yang dianjurkan?”. Jawaban dari Pak Dokter adalah BOLEH. Ada juga yang menanyakan “Apa bedanya DPT panas dan tidak panas?”. Yup, kita para moms millenial ini pasti familiar dengan pertanyaan ini ketika melakukan imunisasi DPT. Pak Dokter pun menjelaskan bahwa apabila anak mendapatkan imunisasi DPT yang menyebabkan panas maka si anak tidak harus melakukan imunisasi ulang, sedangkan apabila mendapatkan imunisasi DPT yang tidak menyebabkan panas maka harus melakukan imunisasi ulang serta akan menjadi carrier (pembawa antibodi DPT) ini. Penjelasan yang disampaikan Pak Dokter sangat ilmiah dan kemampuan aku menangkapnya seperti yang aku tulis tadi.

Aku adalah penanya ke 12 (itupun merayu kepada panitia untuk diberi kesempatan walaupun sudah tak dapat souvenir, tapi daripada pulang dengan membawa rasa penasaran kan?). Aku menanyakan tentang pertanyaan yang aku tulis di paragraf atas tadi. Pak Dokter menjawab kenapa vaksin dilakukan dengan memasukan virus/bakteri kedalam tubuh kita?. Di lingkungan sekitar kita ini banyak virus dan bakteri yang berkeliaran dan sebagian sudah masuk ke tubuh kita. Tubuh kita sudah diberikan anugrah oleh Allah SWT akan kekebalan untuk menangkis serangan dari virus dan bakteri yang masuk. Hal ini masih memiliki kemungkinan yang kecil dalam menangkis serangan sehingga diperlukan bantuan berupa vaksinasi. Vaksinasi sendiri adalah memasukan virus/bakteri dalam kondisi yang sudah baik bukan brutal seperti yang menyerang tubuh kita yang tanpa kita sadari.

Pak Dokter juga menjelaskan bahwa ada 2 macam kekebalan yaitu kekebalan umum dan kekebalan khusus. Kekebalan umum ini sudah dimiliki oleh tubuh kita. Cara memunculkan kekebalan umum melalui tidur yang cukup, pola makan yang sehat dan olahraga. Namun ada serangan virus yang tidak cukup dapat ditangkis dengan kekebalan umum ini. Sebagai contoh adalah virus hepatitis B dan rubbela. Kekebalan khusus sangat diperlukan untuk mencegah virus ini dengan cara melalui vaksinasi.

Aku pun masih penasaran dengan istilah vaksinasi dan imunisasi. Apakah bedanya? Aku pun berselancar ke dunia maya, dikarenakan waktu untuk bertanya sudah habis. Aku pun meluncur ke ala dokter disini.

Oh..ternyata ada Museum Biofarma

Apakah ada yang tahu bahwa di dalam kompleks perkantoran Biofarma ini ada Museum Biofarma? Kalau sudah pada tahu, berarti tinggal aku dong yang baru mengetahui bahwa ada Museum Biofarma (kemana aja siy cyin? hehehehe). Yup, setelah talkshow, kami didampingi mbak-mbak cantik panitia menuju ke Museum Biofarma. Yang lokasinya tidak jauh dari tenda utama dan masih di dalam kawasan perkantoran Biofarma. Disini kami disambut oleh Pak Dokter Muda (maaf aku lupa plus tidak terdengar jelas ketika beliau mengenalkan diri). Di dalam Museum Biofarma ini menyimpan informasi tentang sejarah pendirian Biofarma, proses bisnis dan pencapaian Biofarma. Pada tahun 1890, dimana awal Biofarma berdiri mempunyai nama “Parc Vaccinogene” kemudian pada tahun 1978 berubah nama menjadi “Perusahaan Umum Bio Farma”. Pada tahun 1997, sesuai PP Nomor 1 tahun 1997, nama perusahaan kembali berubah menjadi “Perusahaan Perseroan (Persero) atau lebih dikenal dengan PT. BIO FARMA (Persero)”.

immunicare biofarma
talkshow dan kunjungan ke museum biofarma

Di dalam Museum Biofarma ini juga terdapat alur pembuatan vaksin. Dari mulai vaksin/bakteri dilemahkan/dimatikan hingga pengolahan dan berakhir menjadi vaksin. Vaksin produk PT. Biofarma sudah digunakan di 131 negara di 5 benua dan 49 negara di antaranya adalah negara Islam. PT. Biofarma juga memiliki program CSR (Create Shared Value), yaitu sebuah konsep dalam strategi bisnis yang memasukan masalah dan kebutuhan sosial ke dalam perancangan strategi perusahaan. Bidang CSR yang dilakukan PT. Biofarma terdiri dari 3 bidang yaitu Biodiversity (pelestarian Ikan Koi, Domba Garut, Penyu Hijau, Orang Utan, dan Pohon Bakau), Cultural Diversity (pengembangan batik motif curug, motif panenjoan dan motif bebatuan geopark) dan Geodiversity (pelestarian alam di Curug Awang, Curug Puncak Wangi dan Geopark Ciletuh).

immunicare biofarma
alur pembuatan vaksin

Immunicare di Klinik Pratama Biofarma

Setelah kita diajak berkeliling museum, kami melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah ruangan. Ruangan ini adalah Klinik Pratama Biofarma yang terletak di sebelah masjid besar di lingkungan perkantoran Biofarma. Di dalam klinik ini terdapat pojok IMMUNICARE.

immunicare biofarma
pojok immunicare di Klinik Pratama Biofarma

Rezeki mamak dan anak-anak sholeh dan shalihah

Alhamdulillah, ini adalah hari keberuntungan kami. Mengapa dan ada apakah? Kami membawa pulang banyak hadiah dari acara ini (hehehehe). Ibu-ibu yang diundang hadir disini harus mengunggah foto di instastory dan feed akun instagram masing-masing. Feed dan instastory yang terpilih akan mendapatkan hadiah.

immunicare biofarma
caption IG

Caption IG aku di feed ini terpilih menjadi salah satu yang terbaik.

immunicare biofarma
hadiah mamak hepiont-family
(sumber gambar: IG mbak Dindyputria dan teh Raisa)

Aku pulang membawa hadiah tempat minum dan makan untuk bekal (hadiah dari kegiatan Ice Breaking) dan Bed Cover (hadiah dari caption IG terpilih). Selain itu, goodie bag yang diberikan kepada semua tamu undangan luar biasa keren yaitu seperangkat alat tulis dan mewarnai serta konsumsi untuk ibu dan anak.

immunicare biofarma
goodie bag

Alhamdulillah, hadiah dapat, ilmupun dapat dan yang utama tetap bisa produktif bersama anak-anak. Sesuai dengan salah satu misiku di tahun 2019 ini.

Baca juga: https://novya.id/tentang-rencanaku-di-tahun-2019/

Sampai jumpa lagi di event narablog selanjutnya.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum

#Day4 #Senin #11.02.19 #SETIP #EstrilookCommunity #KLIPFeb #MenulisuntukDiriSendiri

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

77 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: