Glamping Lakeside
Jawa Barat

Menikmati Camping Mewah di Glamping Lakeside

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, ini namanya rezeki keluarga soleh. Loh bukan keluarga Fajar? Keluarga Fajar yang soleh hehehe. Yup, pada bulan Februari 2019 lalu, kami sekeluarga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Family Gathering dari kantorku ke kawasan Bandung Selatan. Pernah mendengar tentang Glamping Lakeside belum? Nah, baik sudah maupun belum, boleh banget loh mengikuti cerita kami ini,

Apa itu Glamping Lakeside?

Glamping Lakeside adalah Glamour Camping di tepi danau ((ini artinya ya)). Camping kok glamour alias mewah, mana ada? Nah, konsep wisata ini pertama kali aku tahu di Sukabumi namanya Tanakita Camping Ground. Baru kemudian muncul The Lodge Maribaya di Bandung Utara, Kampung Legok Kondang di Bandung Selatan, dan yang terbaru adalah Glamping Lakeside ini. Mengapa disebut Camping Mewah atau Kemah Mewah? Karena penginapan ini berupa tenda kemah namun pelayanan yang diberikan sekelas dengan pelayanan hotel. Jadi, kita tidak perlu repot-repot memasak makanan sendiri, tidak perlu mengantri mandi dan bisa tidur beralaskan kasur yang sangat empuk se-empuk kasur hotel.

Glamping Lakeside
Dalam dan Luar Lakeside Tent (Ini tenda kami) (dok.pri)

Gambar di atas adalah tenda kami yaitu jenis Lakeside Tent yang bisa untuk keluarga. Ada 1 kasur besar dan 2 kasur kecil, selain itu juga terdapat kamar mandi yang tersedia juga air hangat (jadi tenang gaes, airnya gak dingin semua kok). Nah, disini ada beberapa jenis tenda, yaitu:

  • Sayang Heulang Resort, dengan harga Rp. 2.016.000,00/malam
  • Lakeside Tent Resort, dengan harga Rp. 1.568.000,00/malam
  • Family Tent Resort, dengan harga Rp. 2.016.000,00/malam
  • Doom Tent, dengan harga Rp. 840.000,00/malam
  • Keong Tent Resort, dengan harga Rp. 1.120.000,00/malam

Untuk informasinya lebih detil terkait fasilitas yang akan kita dapat, kalian dapat membacanya di website resmi Glamping Lakeside.

Dimanakah letak Glamping Lakeside?

Udah ada yang tahu belum dimana itu Glamping Lakeside? Lokasi Glamping Lakeside ini terletak di kawasan Bandung Selatan, tepatnya berada di tepian Situ Patengan. Masih bingung? Pernah mendengar Kawah Putih belum? Nah, lokasi dari Glamping Lakeside ini sejalur dengan kawasan wisata Kawah Putih, Kawah Rengganis, Situ Patengan dengan cerita batu cintanya yang berada di kawasan perkebunan teh Rancabali. Bisa dipastikan udara disini masih sangat-sangat segar dan dingin. Jadi jangan lupa untuk membawa baju hangat dan minuman hangat ya gaes.

Glamping Lakeside, Jl. Raya Ciwidey – Patengan No.Km. 39, Situ, Patengan, Rancabali, Bandung, Jawa Barat 40973

Glamping Lakeside
Penginapan berkonsep kemah di tepi danau (dok.pri)

Ada apa saja di Glamping Lakeside?

Ini bukan perjalanan kali pertama kami di kawasan ini. Kali pertama kami berkunjung kesini baru ada Situ Patengan saja dimana kita bisa menyewa perahu untuk sekedar keliling situ/danau atau memang singgah di kawasan batu cinta ((lagi..lagi ada legendanya)). Kunjungan berikutnya di kawasan Batu Cinta sudah terbangun Pinisi Resto yaitu restoran yang berbentuk kapal besar yang seakan-akan siap mengarungi Situ Patengan (padahal ukurannya bakalan gak muat juga kalo pinisi ini masuk Situ Patengan – hehehehe). Nah, yang ketiga, kami merasakan tidur dan menginap di kawasan Batu Cinta yaitu di Glamping Lakeside ini.

Baca juga: https://novya.id/catatan-perjalanan-jelajah-geotrek-gunung-patuha-2/

Situ Patengan, Taman Kelinci, Taman Bukit Bintang

Di sekitar Glamping Lakeside ini pastinya adalah Situ Patengan dan kebun teh yang terhampar luas. Selain itu pihak pengelola juga menyediakan beberapa sarana dan prasarana lainnya. Pengunjung bisa menyewa perahu untuk keliling situ, bermain dengan kelinci di taman kelinci, berswafoto di taman bukit bintang atau di mini jembatan gantung yang menghubungkan area parkir kendaraan ke Pinisi Resto.

Glamping Lakeside
Situ Patengan yang damai dan segar (dok.pri)

Pinisi Resto

Bagi kalian yang lapar dan ingin sekedar mengemil dapat menuju ke Pinisi Resto ini. Pengunjung yang menginap di Glamping Lakeside mendapatkan menu sarapan pagi gratis disini (persis seperti di hotel kan?). Menu yang disajikan bermacam-macam dengan rasa yang standar namun mengenyangkan. Restoran ini juga menyediakan menu ramesan yang dapat dipesan oleh pengunjung yang tidak menginap di Glamping Lakeside. Harganya siy relatif mahal untuk jenis makanan yang sederhana seperti colenak misalnya. Di sekitar Pinisi Resto juga ada warung-warung kecil yang menjual makanan ringan dan menu ringan seperti mie bakso, batagor/siomay, bajigur, dan bandrek dengan harga lebih murah daripada Pinisi Resto.

Glamping Lakeside
Pinisi Resto (dok.pri)

Jembatan menuju Pinisi Resto menjadi spot foto yang selalu ada antrian. Jembatan ini terbuat dari besi baja, kayu dan tali-tali tambang sehingga ketika ada yang melaluinya maka akan terasa goyang-goyang. Apabila ada yang memiliki rasa takut ketinggian akan teriak-teriak ketakutan (seperti Mbah Bono contohnya ketika kami ajak berkunjung kesana di tahun 2017 lalu).

Glamping Lakeside
Jembatan menuju Pinisi Resto dan Taman Kelinci (dok.pri)

Suasana pagi di Glamping Lakeside

Malam harinya pun syahdu, hanya terdengar suara hewan malam (apa aja tuh?). Tenang, hanya suara jangkrik, suara angin dan suara-suara keheningan malam saja. Namun selama kami menginap, aku memilih mendengarkan murotal (sedikit menghalau rasa takut dari suasana hening, karena disini gak ada TV, jadi apabila sudah malam, benar-benar sepi dan hening). Kalo aku memiliki kesan tersendiri selama menginap di Glamping Lakeside ini, terutama dengan suasana paginya.

Selepas sholat subuh, aku melongok ke luar tenda dimana dingin sedikit menyusup (waktu itu gak terlalu dingin karena musim hujan). Suasananya hening, sepi dan damai. Aku jadi teringat dengan film-film tentang hobbit yang mengambil setting lokasi di sekitar negara-negara skandinavia sana. Syahdu banget suasananya. Kalo mau sedikit dramatis, jadi membayangkan film tentang monster danau yang tiba-tiba muncul kepala panjangnya di keheningan air danau. Air Situ Patengan memang sangat tenang, tak ada riak sedikitpun. Jadi ingat pepatah “Air Tenang Menghanyutkan”, hmmmm, apakah disini juga demikian? Entahlah -hehehehe.

Glamping Lakeside
Suasana Pagi di Glamping Lakeside (dok.pri)

Ada yang penasaran menanyakan tentang “Lalu air kotor dibuang kemana dan air bersihnya didapat darimana gak?”. Kalo ada, niy ada sedikit info ya. Air bersih didapat dari pipa-pipa yang dialirkan ke masing-masing tenda (sepertinya siy dari mata air karena dingin dan tak berbau kaporit). Untuk air kotor, aku sempat menanyakan ke salah satu pegawai yang ada di kantor pengelola ketika aku menyerahkan kunci tenda pada saat check out. Pak petugas menjawab bahwa air kotor ditampung dalam penampungan air kotor yang dapat diresapkan ke dalam tanah dengan baik sehingga tidak mencemari Situ Patengan. Sayangnya aku tidak mendapatkan penjelasan yang lebih jelas terkait ini. Seru juga ya rasanya kalo liburan sambil mendapatkan ilmu.

Nah, itulah cerita liburan kami. Bagaimana? Mau segera mencoba menginap kan di Glamping Lakeside. Yuk ah, buruan booking ya

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

19 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: