Indonesia

Catatan Perjalanan: Monumen Nasional (MONAS)

Merencanakan liburan itu wajib..entah liburan dengan jalan-jalan di sekitar rumah ataupun jalan-jalan yang sedikit jauh dari rumah. Awal tahun 2018 ini kami sekeluarga menyusun rute jalan-jalan yaitu menuju Ibukota. Ada 1 target lokasi wisata yang ingin kami kunjungi dan bisa kami capai dengan menggunakan kereta api. Mo tau, dimana dan apakah itu?…..yayayaya…kami akan menuju ke Monas (Monumen Nasional), dengan target kami harus bisa sampai puncak Monas hehehehehe.

Bapak Fajar langsung berburu tiket khawatir tidak kebagian dikarenakan jadwal yang kami ambil berdekatan dengan libur panjang Tahun Baru Masehi 2018. Beruntung kami sukses mendapatkan tiket kereta PP Bandung-Gambir-Bandung. Hari Senin, 01 Januari 2018 kami berangkat dari Stasiun Bandung pukul 05.00 WIB naik kereta Argo Parahyangan..sampai di Stasiun Gambir pukul 08.15 WIB.  Berjalan kaki dari Stasiun Gambir ke pintu masuk Taman Monas yang letaknya di depan Gedung Perpustakaan Nasional RI..lumayan lah hot jeletot dengan udara kota Jakarta yg super duber lembab. Menuju pintu masuknya saja muter-muter karena kami pertama kali masuk lewat pintu ini, biasanya via pintu gerbang dekat Stasiun Gambir.

Ok..target kami adalah sampai puncak Monas (kayak mo naik gunung aja ya hehehehe).

What..ternyata perjuangan kami tidak mudah. Kami pikir bakal lenggang kangkung aja niy, masuknya ternyata..oh..ternyata..antriannya bok..bikin mabok. Semangat kami masih 45…mau masuk pelataran tugu harus beli kartu Jakcard dulu dan pembelian kartu ini pun kami harus antri dalam barusan antrian yang panjang dari pukul 09.30 WIB baru dapat kartu pukul 11.30 WIB….dibawah terik matahari Kota Jakarta yang luar biasa. Sewaktu beli kami ditanya..”berapa orang?..berapa orang dewasa?..berapa anak?..mo sampai cawan saja atau sampai puncak?..kalo sampai puncak harus nunggu antrian sekitar 2 sampai 3 jam”..setelah berpikir (tidak) panjang..akhirnya kami putuskan beli untuk sampai puncak..kami bayar 65 ribu untuk 3 orang dewasa dan 2 orang anak.

Alhamdulillah..pukul 11.00 WIB kami bisa masuk di lantai dasar…didalamnya lantai dasar Museum Nasional ini terdapat diorama tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia terutama masa perjuangan kemerdekaan, ruangannya luas dan adem karena ada AC. Kami istirahat dulu untuk menetralkan suhu dan muka kami yang sudah terbakar seperti kepiting rebus karena antri beli kartu. Kami juga mulai membuka perbekalan kemudian makan cemilan plus minum. Setelah suasana tubuh sudah terasa nyaman..anak-anak sudah nyaman juga, kami melanjutkan naik tangga menuju pelataran dibawah cawan untuk menuju ke pintu lift yang akan digunakan naik menuju puncak Monas.

Tak nyana dan tak dikira, kami menyaksikan pemandangan antrian menuju lift ini lumayan panjang hampir sepanjang kereta api Argo Parahyangan yang kami naiki. Keluar dari sisi A (pintu masuk Lift) antri memutar sampai bertemu di ekor pintu A lagi..ini namanya antri memutar lah. Perlahan setiap 10 menit antrian merayap maju..terlewati 1 sisi…liat jam tangan lagi..dari pukul 11.30 WIB..beranjak ke pukul 12.30 WIB…berarti 1 jam berlalu..kami baru selesai 1 sisi. Lanjut merayap maju lagi…selesai 1 sisi lagi..liat jam tangan pukul 13.30 WIB. Pukul 14.30 WIB nyaris selesai sisi ke 3..dan terasa makin lama antriannya maju. Pukul 15.00 WIB kami sudah sampai di depan ruang lift..setelah kartu Jakcardnya di tab ke mesin oleh petugas, kami masih antri lagi masuk lift. Yeaaaahh…masuk juga kami ke lift dan menuju ke atas. Di atas anginnya kencang sekali..setelah foto-foto..kami hanya bertahan 10 menit saja…dan memutuskan untuk turun.

Sebuah perjuangan panjang, seharian antrinya…di puncak Monas hanya bertahan 10 menit hehehehe..tapi rasa penasaran pun terobati..itu yang mahal mas dan mbak Bro. Sewaktu turun dari Lift…kami berhenti di cawan Monas. Di cawan Monas ini anginnya kencang juga plus panas. Petualangan DeFajar Family yang luar biasa deh pokoknya. Kapok lah kami kembali kesana..cukup sekali saja.

Saya seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan saya dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan saya berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan saya dapat bahagia.

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: