Bunda Sayang

Ngobrol bersama Kakak – Tantangan H-16

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Kemarin sore, sepulang aku dari kantor. Aku meminta Kakak mulai mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk bekal kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu di sekolahnya.

Aku: “Kak, ayo siapkan barang-barangnya nanti ibu bantu menatanya di tas”

Kakak: “Kertas daftarnya mana ya bu?”

Aku: “Loh, kok nanya ke ibu? Kan seharusnya Kakak yang pegang”

Kakak: “Iya, tapi Amira lupa naruhnya”

Aku: (diam sambil geleng-geleng kepala).

Yup, “kelupaan” adalah salah satu kelemahan Kakak. Harus sabar mengingatkan dia akan hal ini. Tugas ku ini mengingatkan Kakak untuk lebih fokus sehingga penyakit lupanya bisa cepat hilang.

Aku: “Itu lihat dari HP, ibu udah share foto yang ibu ambil minggu lalu”

Kakak: “Ibu, aku baiknya bawa baju ganti ama baju dalam berapa?”

Aku: “Ya hitung minimal sehari ganti 2 kali, berarti untuk jumat sore dan sabtu pagi”

Kakak: “Jumat sore, aku harus mandi? Disini agenda acara gak ada tulisannya disuruh mandi”

Aku: “Coba dilihat di agenda, sholat ashar dan menaruh barang di tenda itu kan 1 jam dari pukul 15.00 – 16.00 wib. Nah selama 1 jam itu, Ibu mau cerita niy pengalaman ibu dulu ikutan kemah ya. Dalam 1 jam, kita bisa bergantian dengan kawan-kawan untuk membersihkan diri.”

Kakak: “Tapi kan waktunya mepet dan tidak ada di jadwalnya”

Aku: “Ya, gimana baiknya Kakak saja. Kalo kakak nyaman tidur dengan tidak mandi ya silakan. Saran ibu, manfaatkan waktu 1 jam tersebut dengan baik.”

Kakak: (terdiam sambil mikir). “Hmmm, ya udah dilihat besok aja deh bu”

Aku: “Okeh”

Tadi pagi, terjadi sedikit kepanikan karena semua lambat dan berujung pada kesiangan berangkat.

Aku: “Hayuk Adek, pake sepatunya dulu”

Adek berdiri menuju ke luar dengan malas karena perhatiannya masih terpaku pada Marsha an The Bear di TV. Kakak masih sibuk memakai baju dan perlengkapan pramukanya. Aku angkut tas bawaan Kakak ke motor sambil bersiap menyalakan motor.

Aku dan Adek siap di motor. Waktu sudah menunjukan pukul 06.30 wib. Adek mengajak berhitung 1-10 agar Kakak segera keluar dari rumah.

Adek: “Ibu, ayok kita hitung aja…biar Kak Iya ditinggal aja”

Dalam hitungan ke-5, Kakak terlihat lari-lari dari rumah sambil membawa tongkat pramuka.

Aku: “Kalo sampai sekolah terlambat, jangan salahkan ibu ya”

Berdua diam. Bismillah….hueeeeeenggggg Si Var-Var melaju membawa kami bertiga beserta tas 35 L milik Kakak.

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

Baca juga: https://novya.id/semalam-adalah-edisi-mendengarkan-curhat-adek/

Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: