Ojo Kalah Karo Wegah
Bunda Sayang

“Ojo Kalah Karo Wegah Project” – de’Fajar FamPro #Day1

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, hari pertama tantangan Game Level 3 Bunda Sayang (Bunsay) IIP dimulai hari ini. Kali ini kita akan belajar apa ya? Well, kita lihat yuk perjalanan cerita keluarga kami.

Proyek Pengembangan Kecerdasan

Materi ke-3 kelas Bunsay ini tentang “Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup”. Dari kalimat itu kita dapat temukan kata pentingnya yaitu “BAHAGIA”. Sapa siy manusia di dunia ini yang tidak ingin bahagia? Pastinya tidak ada bukan? Semua pasti ingin bahagia. Lalu apa hubungan antara CERDAS dan BAHAGIA. Menurut pendapat beberapa orang, kebahagiaan dapat dicapai apabila kita mendapatkan kesuksesan, sedangkan kesuksesan dapat diraih apabila kita cerdas.

Apakah cerdas itu harus rangking 1 di sekolah? Tentu saja tidak marimar, kecerdasan itu banyak jenisnya, tidak hanya berhubungan dengan prestasi akademik di sekolah saja. Manusia yang dapat mencapai kehidupan yang SUKSES dan BAHAGIA adalah manusia yang memiliki berbagai macam Kecerdasan Hidup. Nah, apa sajakah kecerdasan hidup itu? Yuk marimar, kita jalan-jalan untuk mengetahuinya.

  • Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotient – IQ). Nah, IQ ini berkaitan dengan kemampuan untuk menalar, memecahkan masalah, berpikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Yah istilah mudahnya adalah IQ ini berkaitan dengan kecerdasan akademik. Ini dapat dikaitkan dengan pemahaman tentang Multiple Intelligence – MI. MI ini terdiri dari kecerdasan akan bahasa, musik, logika-matematika, spasial, kinestetis-tubuh, intrapersonal, interpersonal, naturalis dan eksistensial.
  • Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence – EI). EI berkaitan dengan kemampuan untuk mengenal perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dan berhubungan dengan orang lain. Ini adalah hal yang sering terjadi pada diri kita namun belum tentu masing-masing dari kita mampu mengendalikannya.
  • Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence – SI). SI adalah kemampuan untuk mengenal Allah SWT dan memahami posisinya sebagai hamba Allah SWT. Inilah kecerdasan kita akan fitrah keimanan. Ada 3 prinsip dalam SI ini yaitu Kebenaran, Keadilan dan Kebaikan.
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan/Daya Juang (Adversity Intelligence – AI). Nah, AI ini adalah hal yang penting juga untuk kita kembangkan pada anak-anak kita. Pada materi 1 dan 2 Bunsay lalu, kita belajar tentang Komunikasi Produktif dan Kemandirian. Kedua hal ini sangat berpengaruh pada pengembangan AI ini. Daya juang untuk menghadapi tantangan sangat memerlukan semangat kemandirian dan kemampuan berkomunikasi. Apakah kita dan anak-anak kita termasuk dalam golongan Quitters (mudah menyerah), Campers (tidak berani menghadapi risiko secara tuntas) atau Climbers (jiwa tak kenak menyerah dan semangat pembelajar)?

Family Project

Pada game level 3 ini, kami berlatih menyusun sebuah proyek keluarga dengan tujuan agar semua anggota keluarga dapat terlibat dalam kegiatan pengembangan kecerdasan hidup. Sejak kelas materi dibuka pada tanggal 09 Juni 2019 lalu, kami sudah mulai menjalankan diskusi tentang proyek apa yang akan kami lakukan. Pemahaman tentang proyek terlebih dahulu, proyek adalah sebuah kegiatan sementara yang memiliki sasaran khusus dengan waktu pelaksanaan yang tegas dan jelas.

Well, dari pemahaman di atas tentang proyek, maka kami pun menyusun road map beserta kegiatan. Diskusi kami baru final semalam (12 Juni 2019). Adapun gambaran umum proyek keluarga yang akan kami jalankan selama tantangan nanti (harapannya bisa terus berlanjut kedepan) adalah sebagai berikut:

  • Tema Proyek : “Ojo Kalah Karo Wegah Project”. Nama ini kami putuskan tepat pukul 9 malam (semalam) setelah mengulik bertiga (aku, pak suami dan kakak). Dari mulai memilih kata Bahasia Indonesia sampai dengan Bahasa Inggris. Pada akhirnya berlabuh ke Bahasa Jawa. “Ojo Kalah Karo Wegah” ini, aku pilih karena terinspirasi dari salah satu quote yang pernah ditulis oleh Pak Dodik (IIP) dan memberi kesan mendalam pada diriku. Ketika kusampaikan ke Pak Suami dan Kakak, mereka berdua langsung OKEH, kalo Adek siy manut-manut aja, secara semalam saat family forum diadakan, Adek dah tidur -hehehe. Ojo Kalah Karo Wegah memiliki arti yaitu Tidak Kalah dengan Rasa Malas. Nah, ini cocok sekali dalam pengembangan proyek keluarga ini, semangat tidak kalah dengan rasa malas ini harus selalu dikobarkan dalam menjalankan proyek pengembangan kecerdasan keluarga.
  • Nama Proyek: “Pengembangan Karakter Muslim de’Fajar Family” (Kecerdasan Spiritual), “No Baper, Go Success” (Kecerdasan Emosi), “Fun and Learn” (Kecerdasan Daya Juang dan Kecerdasan Intelektual).
  • Durasi Proyek: 17 hari kalender (Kecerdasan Spiritual = 5 hari kalender, Kecerdasan Emosi = 4 hari kalender, Kecerdasan Daya Juang = 3 hari kalender, Kecerdasan Intelektual = 5 hari kalender).
  • Sasaran Proyek: Membentuk karakter dan kecerdasan hidup bagi seluruh anggota de’Fajar Family dan memelihara keharmonisan hubungan antar anggota keluarga.

Partner utama yang kami (Aku dan Pak Suami) pilih adalah Kakak dan partner pendukung adalah Adek.

Ojo Kalah Karo Wegah
duo fajar junior

Family Project = Activity + Management & Organization

Tantangan Hari Pertama dimulai

Hari pertama ini kami memasuki zona pengembangan kecerdasan spiritual. Kegiatan yang kami lakukan berkaitan dengan rutinitas ibadah yang meliputi sholat, mengaji dan hafalan surat. Untuk sholat dan mengaji, alhamdulillah sudah setiap hari dijalankan oleh Kakak, yach walaupun terkadang masih harus diingatkan terlebih dahulu atau dikejar-kejar agar mengerjakan sholat di awal waktu.

Berhubung Pak Suami masih di rumah, maka yang bertugas membangunkan anak-anak adalah beliau. Panggilan pertama untuk sholat subuh belum membuat Kakak bangun dari tidurnya, akhirnya Pak Suami beranjak ke kamar kakak untuk kedua kalinya. Apakah adakah pergerakan dari Kakak? Belum juga Ferguso. Terakhir yang sukses membangunkan Kakak adalah suara khas dari ibunya. Hohoho…apakah ada perbedaannya? Suara ibunya lebih naik 1 oktaf dari suara ayahnya sehingga kakak langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi.

Kakak pun masih suka lupa bahwa selesai sholat subuh harus dilanjutkan dengan tilawah 1 halaman. Yup, sudah sejak bulan April lalu, aku libatkan kakak untuk mengikuti ODOL (One Day One Lembar) yang diadakan majelis tahsin di kompleksku. Alhamdulillah, kegiatan ini, kakak ikuti dengan senang hati. Dan, tugas selanjutnya adalah mengenal dan menghafal Asmaul Husna. Hari ini kakak menulis 5 asmaul husna dengan disertai penjelasan singkat. Tujuannya adalah kakak memanfaatkan gawainya untuk kegiatan yang baik yaitu berselancar ke Mbah Google untuk mencari tahu. Walo sudah 11 tahun, kalo ke Ibu selalu masih manja.

Catatan Kakak tentang Asmaul Husna akan dibahas Ibu nanti sore, setelah aku pulang kantor. Kalo Adek siy hari ini masih bermalas-malasan karena masih libur sekolah. Adek cukup menjadi penggembira sejati dulu untuk kegiatan-kegiatan dalam proyek keluarga kali ini.

Catatan Pembelajaran Hari Pertama

Persiapan dan pelaksanaan hari pertama kali ini sedikit terburu-buru dikarenakan pas habis mudik, namun keberadaan Pak Suami di rumah membuat family forum dapat berjalan dengan lengkap dan baik.

  • Melibatkan semua anggota keluarga. Namanya juga proyek, pastinya ada keterlibatan beberapa pihak didalamnya. Pak Suami sebagai Pimpro, sedangkan kami bertiga sebagai Pelaksana. Kenapa Pak Suami gak termasuk dalam tim pelaksana? Coz, minggu depan beliau sudah terbang kembali bertugas, jadi keterlibatan akan lebih banyak via Whatshapp.
  • Tetap membina semangat belajar setiap saat setiap waktu. Nah, ini penting juga, sebuah proyek tidak akan berjalan sesuai jadwal apabila semangat kendor so…Jangan Kasih Kendor nyak!

Semangat selalu de’Fajar Family! 🤞😍😘❤

Ojo Kalah Karo Wegah Project” adalah My Family Project My Adventure..be always Fun!

novya.id

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

  • #Hari1
  • #GameLevel3
  • #Tantangan10hari
  • #MyFamilyMyTeam
  • #KulianBundaSayang
  • @Institut.Ibu.Profesional

Referensi:

  • /Tim Fasilitator Bunda Sayang IIP
  • Perkuliahan Bunda Sayang Batch 6 IIP

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

14 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: