Daily Stories with Family

Pakai “y” bukan “i”

“Namanya siapa?”…..saya jawab,”NOVYA”…pas dilihat di tulisan kok ditulisnya “NOVIA”…. Saya protes karena nama saya bukan begitu ejaannya. Kejadian ini sering sekali terjadi pada saya dan akhirnya setiap menyebutkan nama, saya selalu mendikte dan mengejakan. “Nama siapa?”… saya selalu jawab,” NOV-YA” atau kalau tidak saya menjawab “N-O-V-Y-A”…trus muncul pertanyaan biasanya…”mengapa NOV-YA?, mengapa bukan NOV-TIDAK?”…karena selalu salah tulis…NOVIA pak/bu, kalau dibaca memang NOVIA namun penulisannya NOVYA dimana huruf I nya menggunakan ejaan lama.  Dalam segala hal, saya harus mengeja dan mendikte satu persatu huruf. Jangankan orang lain, anak saya saja kalau menuliskan nama ibunya masih suka salah..sering nulisnya NOVIA. Sebenarnya nama saya ini kan nama pasaran ya, dalam arti, banyak lah orang menggunakan nama NOVIA, NOVI, NOVITA…namun apabila saya sedang kurang kerjaan, saya coba search di Om Google…yang ejaannya menggunakan huruf “Y” memang jarang.

Saya pernah menanyakan hal ini kepada orang tua saya, “kok keidean siy Pak, pake huruf ejaan lama gini?”…bapak saya hanya senyum-senyum aja hehehehe. Adik saya juga menggunakan ejaan begini. Namanya OKI namun penulisannya OKY. Itu terkait penulisan nama, kalau terkait arti kalau saya nanya ke Bapak dijawabnya sambil mikir…”apa ya???” ya seneng aja nama itu. Apapun dasarnya, saya sangat bersyukur karena saya tidak diberi nama khas jawa seperti PAIJO, PAIMO, SUMINEM, PAINEM, dll. Bapak saya sudah sedikit modern dan ada peningkatan dari nama yang hanya 1 suku kata menjadi beberapa suku kata. Bapak saya namanya MARJONO dan dari bulik sampai paklik namanya berawalan MAR, sedangkan ibu saya namanya SARTINI dan dari pakde, budhe sampai bulik dan paklik namanya berawal huruf S, namun ada juga bulik/paklik yang berawalan beda, mungkin waktu itu Simbah saya lupa kalau nama-nama anaknya harus ada kodefikasinya hehehe.

Oia…kembali ke arti nama saya. Walaupun bapak saya bingung…saya mencoba membantu bapak saya mencari arti nama saya dari sisi ilmu filosofi mengapa bapak saya memberikan nama ke saya NOVYA EKAWATI hahahaha (sok banget pake filosofi segala yak). NOVYA dikarenakan kata bapak dan ibu, saya terlahir di bulan NOVEMBER walaupun di Akte Kelahiran saya tertulisnya DESEMBER (dan teman-teman saya suka protes…jadi kapan ini ulang tahunnya???? ..biasa bingung nagih traktiran makan hehehe), EKA dikarenakan saya adalah anak pertama, karena adik saya namanya ada DWI yang artinya anak kedua hehehehe…dan yang terakhir WATI, dikarenakan saya anak perempuan, biasanya kata WATI ini melekat dengan gender perempuan. Ingat kan pelajaran membaca sewaktu kita SD…Ini Ibu Wati…Itu Bapak Wati..begitulah kiranya hehehe

Walaupun arti nama saya sangat biasa namun saya yakin bapak dan ibu saya sudah sangat memikirkannya untuk memberikan nama terbaik bagi anak-anaknya yang terselip doa-doa terbaik juga bagi kami anak-anaknya sehingga kami tidak harus dipanggil dengan panggilan “eh kamu” atau nama panggilan aneh lainnya. Dengan tingkat pendidikan bapak dan ibu saya yang tidak tinggi, namun beliau bisa memberikan nama keren dengan arti yang sangat mudah dipahami, saya sangat berterima kasih dan bersyukur. Beda banget sama saya dan suami, sewaktu hamil sibuk mencari nama anak, artinya, maknanya dan sebagainya hehehehe. InsyaAllah semua niatan memberikan nama kepada keturunan kita adalah memberikan doa yang terbaik baginya di masa depan nanti.

img-20170306-wa0003.jpg

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: