Melbourne

Pengamatan Positif selama Gabut di Melbourne

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Kembali lagi dengan kami ya ((awas, jangan bosan loh)). Kali ini aku kembali dengan tulisan bersambung tentang perjalanan keluarga kami ke Melbourne pada akhir tahun 2018 lalu. Nah, kali ini aku akan menulis tentang kegiatan di hari ke-5 kami disana. Mo tahu cerita sebelumnya gak?

Baca disini ya: https://novya.id/sungai-yarra-yang-membelah-kota-melbourne/

Sebenarnya di hari ke-5 ini aku sedikit mengalami kegabutan karena Pak Suami harus masuk kantor. So, kami tidak bisa kemana-mana. Kalo ditinggal sendirian siy masih bisa beredar, kalo bawa anak-anak mo beredar kemana ((yah, sedikit bingung lah intinya)).

Boxing Day

Hari ke-5 ini jatuh pada tanggal 26 Desember 2018. Ada yang spesialkah? Tentu saja ada Furgoso. Tanggal 26 Desember itu di Melbourne khususnya dan Australia pada umumnya sedang ada event Boxing Day. Apakah itu? Boxing Day diadakan setiap 1 hari setelah hari Natal. Aku gak tahu darimana asal usulnya, aku hanya tahu bahwa pada saat Boxing Day ini semua pusat perbelanjaan memberikan diskon besar-besaran. Sudah bisa dipastikan kawasan CBD (Center Business District) pasti ramai banget. Aku sedikit kepo di WAG Kost Pak Suami, ada teman kostnya yang membagikan info bahwa di Counter Sepatu Sport memberikan diskon hingga 50% gaes.

Trus, aku belanja dong pastinya? Tentu saja tidak Rosalinda. Loh kok? Ya karena Pak Suami tak merestuinya (hehehehe). Sewaktu aku bilang “Yah, hari ini boxing day loh (aku baru tahu gegara teman kuliah ku kirim pesan via DM)”. Jawaban Pak Suami dengan wajah datar sedatar jalan raya depan kost-annya “Mo beli apa siy? Emang di Indonesia gak ada?”. Well, ketika ucapan itu sudah terucap, rayuanku pun berhenti.

Okay, No jalan-jalan hari itu, trus aku nganggur? Gak juga lah, masih bisa menemani anak-anak, masih bisa tiduran (lumayan buat mengobati jetlag perbedaan waktu). Trus, ngapain nulis ini? Tenang my friend, kali ini aku akan menulis tentang beberapa temuanku setelah 3 hari jalan-jalan di Melbourne yang menurut aku bagus untuk kita ATM (Amati – Tiru – Modifikasi). Apa sajakah itu?

UBER EATS

Di malam kedua kami di Melbourne, Pak Suami pesan makan malam via Uber. Kalo di Indonesia ya semacam Go-Food gitulah. Kami memesan makan malam di restoran Thai of Taste (resto makanan halal yang pelayannya mahasiswa-mahasiswa Indonesia). Ketika kurir Uber datang, dia menyerahkan tas kertas warna coklat (Oh No, tak pakai tas kresek gaes).

Melbourne
Packing Uber Eats (dok.pri)

Itu penampakannya gaes. Makan malam yang kami pesan ditaruh dalam wadah plastik bertutup (semacam tempat saladnya Pizza Hut) – lihat di gambar atas. Apabila berkuah dilapis lagi dengan plastik tipis (agar tidak tumpah). Setiap jenis makanan ditaruh dalam masing-masing wadah plastik. Wadah plastiknya ini bisa didaur ulang gaes dan bisa dipakai ke dalam microwave juga loh. Kemudian dimasukan ke dalam tas kantong dari kertas warna coklat yang bertuliskan “UBER Eats”. Hmmm, benar-benar meminimalisir sampah plastik kan gaes?

Hal ini kali pertama aku tahu ketika di hari pertama sampai di Melbourne, kami diajak makan malam di resto Thai of Taste. Porsi makan yang dihidangkan sangat besar sehingga duo fajar junior pun tak habis memakannya. Pak Suami minta ke pelayan hanya bilang “Mau di take away“. Mbak pelayan langsung memberikan kepada kami wadah plastik ini, kami pun memindahkan sisa makanan ke dalam wadah tersebut.

Nah kan, metode ini layak kan untuk di ATM oleh kita dalam rangka peningkatan layanan Go-Food dan mendukung program pemerintah tentang zero waste? hehehe

Model Rumah-rumah di Melbourne

Kali ini tentang kondisi yang berkaitan dengan ilmu yang aku pelajari. Maklum sebagai anak Teknik Sipil, aku suka mengamati hal-hal yang berkaitan dengan bangunan. Saat tahun 2012 kami kesana dan kemarin tahun 2018 kami kesana kembali, aku selalu suka mengamati model-model rumah yang kulalui disana. Tahun 2012, Pak Suami tinggal di rumah kontrakan bersama kawannya dari Indonesia. Sedangkan Tahun 2018, Pak Suami tinggal di kost-kostan yang mayoritas penghuninya adalah mahasiswa Indonesia bersama keluarganya.

Walaupun beda bangunan, namun konsep bangunannya tetap sama. Rumah kontrakan terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu dan 1 dapur yang sangat luas. Rumah kost terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu dan 1 dapur yang cukup untuk sebuah keluarga kecil. Dinding bangunan menggunakan bahan kayu dan bahan batu bata semacam hebel bermotif batu bata. Sama sekali tidak terlihat mewah namun hangat (itu yang aku rasakan dan aku suka).

Melbourne
Model-model bangunan rumah di Melbourne (dok.pri)

Aneka model bangunan rumah yang aku lihat selama jalan-jalan itu semuanya menarik, sederhana, tidak terkesan mewah dan angkuh serta selalu ada halaman mungil dengan berbagai bunga. Ciri khas yang paling aku suka adalah desain rumah yang berpagar dari bahan kayu dengan banyak pohon mawar warna-warni (mayoritas putih) di halamannya. Beraneka jenis tanaman yang aku belum pernah temui di toko tanaman di kawasan Cihideung Bandung, kecuali bunga mawar dan pohon delima. Rumah yang model klasik, ada semacam hiasan relung warna putih (kalo di pakaian tuh semacam renda gitu lah).

Material Bangunan

Melbourne
Bahan Bangunan Rumah (dok.pri)

Sedikit mengintip lahan tetangga sebelah yang sedang membangun rumah. Nampak material bangunan fabrikasi, sehingga tinggal pasang saja. Konstruksi bangunan yang ringan menurut aku. Bisa jadi model ini dipilih karena lokasi benua Australia yang tidak berada di ring of fire sehingga jarang ada gempa. But wait, sekilas pandang, model ini seperti rumah-rumah di Jepang juga padahal Jepang sangat akrab sekali dengan gempa bumi. So, apa ya yang mendasarinya? Hmmm, perlu dicari tahu niy.

Sekilas info tentang rumah kost Pak Suami

Melbourne
Suasana dalam rumah kost Pak Suami (dok.pri)

Lantai rumah kost Pak Suami tidak terbuat dari keramik namun semacam bahan kayu dan dilapis oleh karpet. Ketika pijakan kaki menyentuhnya akan terdengar suara namun tidak berisik. Jadi konstruksi bangunan rumah di Melbourne sana memang konstruksi ringan. Di ruang tamu juga tersedia alat multifungsi dimana bisa menjadi pendingin ketika musim panas dan menjadi penghangat ruangan ketika musim dingin hadir. Duo fajar junior sangat menikmati sekali tinggal di rumah kost Pak Suami ini. Pak Suami sewa rumah kost ini pada landlord dengan harga AUD 1400/bulan dengan fasilitas kompor dan mesin cuci serta beberapa barang-barang tambahan.

Setiap rumah kost mendapatkan 1 bak sampah. Apabila sampah di rumah melebihi daya tampung bak maka sampah itu tidak diangkut. Jadi sampah yang ada di dalam bak saja yang akan diangkut. Hmm, ketat sekali ya aturannya tapi bagus juga siy. Selain itu, kita harus sudah memilah mana sampah yang bisa didaur ulang, mana sampah yang tidak bisa didaur ulang. Oh God, makin mantap kan aturannya. Pembiasaan yang baik sejak dari rumah.

Nah, ini adalah pembelajaran kedua yang kudapat selama gabut. Seru kan?

Infrastruktur

Dari teori kuliah yang pernah kudapat, infrastuktur adalah salah satu indikator kesejahteraan masyarakat. Semakin bagus infrastrukturnya maka semakin sejahtera masyarakat yang ada di dalamnya. Yuk ah, kita coba lihat, infrastruktur apa yang bagus dari Melbourne ini.

Distribusi air bersih

Selama disini, aku tak melihat adanya genangan air. Air terlimpah dengan baik. Aku pernah kesini di kala musim hujan dan musim panas. Tahun 2012 lalu, air hujan terlimpas dengan baik. Di sana kan juga ada jaringan kereta api di bawah tanah, pasti ini menjadi pemikiran utama juga terkait limpasan air. Gak berani membayangkan apabila jaringan kereta api ini harus terendam air hujan bukan?

Kran air di dapur terdapat 2 kran, 1 mengalirkan air hangat dan 1 lagi mengalirkan air dingin. Kata Pak Suami, untuk air dingin ini bisa langsung kita konsumsi. Di area umum, seperti kebun binatang dan taman kota disediakan juga alat untuk isi ulang air minum. So, kita tinggal bawa botol air minum saja. Air bersih ini dikelola oleh salah satu bagian dari pemerintah, ya semacam PDAM lah kalo di Indonesia Raya tercinta kita ini. Jalur pipa ditanam di bawah tanah pun termasuk gas.

Kondisi jalan

Kondisi jalan di area perumahan tuh lebar-lebar dan bersih. Di jalan raya pun juga tersedia trotoar yang sangat nyaman buat pejalan kaki. Parkir mobil rapi sekali. Di sepanjang jalan raya, aku tak banyak menemui kendaraan bermotor yang lalu lalang, karena ya sudah tersedia transportasi umum seperti Tram dan kereta api yang sangat mudah dan nyaman dikendarai. Kondisi aspal pun rata dan bagus, kalo di Indonesia dah selevel mungkin ya dengan jalan tol.

Melbourne
Kondisi Jalan Raya di sekitar Kompleks Rumah Kost Pak Suami (dok.pri)

Aku lebih tertarik lagi dengan jalan setapak yang menjadi pemisah antar blok. Jalanan ini terbuat dari batu kali yang dibuat miring ke arah tengah (agar air terkumpul di tengah dan mengalir). Baik di kompleks yang elit maupun di kompleks rumah kost Pak Suami ada jalan setapak ini. Di belakang rumah kost Pak Suami ada jalan setapak ini, sehingga dengan rumah tetangga di belakangnya tidak saling menempel.

Melbourne
Jalan setapak sebagai sekat antar blok (dok.pri)

Berdasarkan teori kuliah dulu, jalan atau gang ini digunakan sebagai jalur darurat. Misal terjadi kebakaran. Mobil pemadam kebakaran apabila cukup dapat melintasinya, apabila tidak maka petugas pemadam kebakaran dapat membawa selang air melalui jalan ini sehingga lokasi kebakaran lebih mudah dijangkau. Sebenarnya di Kota Bandung aku sudah menemukan konsep ini di Perumnas Sarijadi. Sayangnya tidak semua masyarakat paham fungsi dari gang ini. Hal ini terlihat dengan adanya gang yang justru ditutup, dipasang kawat berduri, tempat menaruh kandang ayam dan lainnya. Inilah justru membuat tertutup aksesnya sehingga fungsi keberadaan gang ini tidak terwujud.

Berhubung hanya pengamatan selintas lalu, jadi tak banyak yang kudapat dari pantauan terkait infrastruktur ini. Namun aku rasa ini sudah cukup untuk dapat kita ATM kan gaes?

Nah itulah cerita kami, bagaimana dengan cerita kalian? Tunggu cerita kami selanjutnya ya 🙂

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

39 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: