covid19
BPN Ramadhan 2020

Pengaruh COVID-19 terhadap kehidupan keluargaku

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Hai, apa kabar kawan semua hari ini? Semoga sehat-sehat selalu dimanapun kalian berada. Aamiin. Hari ini kita masih akan menulis tentang Si COVID-19 yang sudah kutulis kemarin di ruang ini. Setelah mengenalnya, di hari kedua ini aku akan menulis dampaknya dalam kehidupan kami sehari-hari. Dari berita di televisi, media sosial dan aktual di lapangan, COVID-19 ini memiliki dampak yang luar biasa. Di salah satu media sosial yang aku baca sampai ada kalimat “Baru kali ini sebelum puasa ramadhan, manusia sudah dikurung terlebih dahulu sebelum setan”. Apa saja pengaruh COVID-19 ini dalam kehidupan keluarga kami?

pengaruh covid-19
#1. Pak Suami di rumah lebih lama

Coronavirus ini sudah terdengar di telingaku sejak awal bulan Januari 2020, namun di NKRI masih damai-damai saja. Hanya ada informasi bahwa ada pemantauan ketat di bandara. Akhir bulan Februari 2020, aku dan duo fajar junior menjemput Pak Suami ke Bandara Soekarno Hatta. Meskipun sedikit khawatir, namun ketika sesampainya di Jakarta, tak nampak kekhawatiran di aktivitas masyarakatnya. Pak Suami mendapatkan ijin pulang ke rumah selama 14 hari kalender. Sesuai jadwal beliau harus kembali ke Australia pada tanggal 14 Maret 2020.

Ketika mendapatkan informasi dari sekolah Kakak bahwa ada acara di sekolah yang jadwalnya berbarengan dengan acara yang lain. Akhirnya Pak Suami mengajukan ijin cuti dari kantornya dan jadwal kepulangan diubah menjadi tanggal 23 Maret 2020. Pada tanggal 19 Maret 2020, Pak Suami dihubungi oleh atasannya untuk segera kembali ke Australia dikarenakan Australia akan di-lockdown pada tanggal 20 Maret 2020. Berburu tiket yang bisa sampai di Australia sebelum tanggal 20 Maret 2020 tak membuahkan hasil, akhirnya Pak Suami memilih tetap di Bandung bersama kami dengan segala konsekuensinya. Akhirnya kami mendadak mengatur ruangan di ruang tamu untuk diubah menjadi ruang kerja sementara Pak Suami bekerja dari rumah.

#2. Ibu bekerja dari rumah

Tak hanya Pak Suami yang bekerja dari rumah. Kantorku pun menerapkan aturan bekerja dari rumah. Dimulai dari tanggal 18 Maret 2020, aku sudha mulai bekerja dari rumah. Protokol bekerja dari rumah pun dibagikan semua pegawai. Jam kerja tetap berjalan seperti hari-hari biasanya. Selain bekerja dari rumah, aku pun menjalani kuliah dari rumah. Belum lagi harus menjadi guru bagi duo fajar junior selama mereka menjalani sekolah dari rumah juga.

Pada hari biasa yang normal, aku berbagi peran dengan guru di sekolah terkait pendidikan duo fajar junior. Kini, semua berada di pundak kami. Rasanya pengen nangis karena pundaknya dah mau patah, namun harus tetap bertahan dikarenakan kondisi di luar rumah juga memang tidak aman. Coronovirus tak nampak keberadaannya, tahu-tahu nempel dan menyerang diri kita.

#3. Duo fajar junior sekolah dari rumah

Kiddos pun sekolah dari rumah. Anak-anak mendapatkan informasi dari sekolah sangat mendadak. Hari Sabtu, kami dihubungi oleh guru di sekolah menginformasikan bahwa mulai Hari Senin tanggal 16 Maret 2020, anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh karena pandemi COVID-19 semakin meluas. Sejak Gubernur DKI Jakarta mengumumkan bahwa anak-anak harus melakukan pembelajaran di rumah untuk menghentikan penyebaran virus ini, sekolah duo fajar junior pun mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh ini.

Di awal minggu masih menggunakan aplikasi Whatshapp, ketika masuk hari ketiga, pembelajaran mulai stabil karena bapak dan ibu guru mulai menyusun kerangka dan jadwal pembelajaran. Namun pelaku pendamping berpindah kepada kami di rumah dalam melakukan pendampingan anak-anak belajar. Info tugas dibagikan menggunakan aplikasi whatshapp, hasil penyelesaian tugas disetorkan kembali kepada bapak dan ibu guru di sekolah.

Kakak merasa sedih sekali. Di akhir pendidikan di Sekolah Dasar justru berjauhan dengan kawan-kawannya hingga batas waktu yang belum tahu kapan diijinkan ke sekolah lagi. Di ujung perpisahan, justru mereka sudah dijauhkan dengan kondisi pandemi ini.

#4. Berebut kuota internet di rumah

Pak Suami kerja dari rumah, aku bekerja dari rumah, duo fajar junior pun sekolah dari rumah. Semua komunikasi pekerjaan dan pembelajaran dilakukan berbasis jaringan internet. Alhasil kuota internet membengkak. Pada minggu ketiga bulan April ini, koneksi mulai muncul “Bandwith is low” yang membuat hubungan menjadi terputus-putus. Akan terasa lebih berat lagi, ketika ketiganya, bersamaan menggunakan jaringan. Pak Suami rapat jarak jauh dengan microsoft team, aku kuliah jarak jauh dengan zoom, kakak latihan soal dari sekolah dengan gform.

#5. Belanja online semakin melonjak

Nah ini juga berubah dari kebiasaan sebelumnya. Aplikasi yang paling sering kami gunakan yaitu Go-Food. Ketika anak-anak atau kami menginginkan membeli makanan yang bukan hasil masakan. Kasihan Mbah Bono kalo harus memasak terus. Biarkan dia istirahat sejenak dengan kami membeli makanan siap makan. Alhamdulillah, disini kami harus selalu ingat akan rasa syukur di mana kami masih bekerja. masih berpenghasilan dan masih bisa belanja. Kasihan kalo melihat Pak Gojek yang mengantar makanan ke rumah karena mereka harus menjemput rezeki di luar rumah di mana bahaya coronavirus ini.

#6. Rajin cuci tangan, memakai masker dan menjaga kebersihan diri

Ada sisi positif yang merubah kebiasaan kami yaitu jadi rajin cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Yap, tak semua kondisi memberikan dampak yang negatif, pasti ada satu celah positifnya juga. Salah satunya ya ini menjaga kebersihan diri melalui cuci tangan. Selain itu kami harus tertib menggunakan masker di semua kondisi untuk memutus tali penyebaran virus ini.

COVID-19, tak semuanya memberikan pengaruh buruk. Walaupun semua lini kehidupan sudah mengarah ke lumpuh. Banyaknya perusahaan dan kantor yang tidak diijinkan buka karena menghindari kerumunan. Pada akhirnya berdampak pada pengurangan pegawai. Kehidupan masyarakat yang bergantung dari pendapatan harian pun terjepit. Bapak OJOL pun pendapatan menurun dikarenakan hanya boleh membawa barang saja.

Semoga pandemi Coronavirus ini mereda, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal kembali. Aamiin yaa rabb.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya”

Qs. Al Baqarah: 286

Alhamdulillah, wassalamu’alaykum.

#Day2 #BPNRamadhan2020 #MenulisBahagia

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: