Buku
Books

Reviu Buku “Agar Suami TAK MENDUA”

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, aku dikenalkan dengan buku ini. Buku yang dari judulnya akan membuat sebagian orang penasaran terutama seseorang yang berstatus “ISTRI”. Memang kenapa? Ya, dalam sebuah rumah tangga, ketika mendengar atau membaca kata “MENDUA” biasanya akan berkaitan dengan “SELINGKUH” atau “POLIGAMI”. Dari judul buku, dapat ditebak bahwa buku ini berisi tips-tips. Namun ketika aku mulai membacanya, aku merasakan tidak “digurui” karena alur ceritanya ringan, menyenangkan dan banyak pesan yang dapat kita aplikasikan.

Pandangan pertama ketika melihat buku “Agar Suami TAK MENDUA”

Buku “Agar Suami TAK MENDUA” ini membuat aku sedikit mengkerutkan dahi ketika membaca judulnya pertama kali. Hmmm, kesannya seperti apa ya? Ih, menakutkan banget judulnya. Hehehe, maklumlah kalo mendengar “mendua” tuh rasanya seperti ada getar di dada yang menuju ke keresahan gitu. Lalu aku berpikir “apa ya isi buku ini?”. Setelah buku ini mendarat cantik di rumah, yang sudah dikirim oleh penulisnya langsung yaitu Mbak Muyassaroh. Mbak Muyas, dia biasa dipanggil, merupakan founder dari komunitas narablog yang aku ikuti yaitu Estrilook Community. Buku ini memiliki kekuatan untuk menarik aku rajin membacanya walaupun menghabiskan waktu cukup lama yaitu 3 bulan dikarenakan aku banyak iklan kegiatan yang lain sehingga tidak setiap hari bisa aku baca-hehehehe.

Agar Suami Tak Mendua

Penulis dan Spesifikasi buku “Agar Suami TAK MENDUA”

Buku “Agar Suami TAK MENDUA” ini ditulis oleh Muyassaroh. Dia adalah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning An-Nur III. Mbak Muyass, biasa dia disapa, memiliki hobi menulis sejak masuk SMA. Belasan antologi sudah dia lahirkan bersama teman-teman penulis dari berbagai negara. Dia juga aktif menulis artikel di beberapa media. Mbak Muyass kini menetap di Jakarta. Bagi yang ingin membaca tulisan-tulisannya dapat berkunjung di blognya dengan alamat https://www.muyass.com/

Spesifikasi buku “Agar Suami TAK MENDUA” adalah sebagai berikut:

  • Diterbitkan oleh: Penerbit PT. Elex Media Komputindo
  • Dicetak oleh: Percetakan PT. Gramedia Jakarta
  • Jumlah halaman: 388 halaman
  • Berisi: 11 BAB
  • Bahan Kertas: Book Paper
  • Harga: Rp. 80.000,-

Pesan yang disampaikan dalam setiap bagian dari buku “Agar Suami TAK MENDUA”

Penulis menyampaikan pesan dalam setiap bab cerita yang ada. Pesan-pesan yang dapat kutangkap dari buku ini adalah kutipan kalimat dalam setiap bab nya:

  • 1: Wanita itu tidak hanya cantik fisik, tetapi juga cantik akhlaknya. “Sebaik-baik wanita adalah yang baik akhlaknya. Meski wajahnya tak cantik, namun akhlak dan agamanya membuat dia terlihat lebih cantik. Menjadi salihah itu tak mudah, tapi tak pernah mustahil untuk diwujudkan. Jadikan diri kita sebagai satu-satunya wanita yang paling suami rindukan, ciptakan keajaiban itu jangan hanya menunggu kesempatan itu datang!. Pulanglah, sebab rumah adalah tempat yang selalu siap mendengarkan semua keluh kesahmu, sebab ada kita sebagai istri yang selalu mengerti dan memahami kesulitan yang dihadapi suami!. Lihatlah betapa besar pengorbanan suami demi memenuhi kebutuhan istrinya, padahal kita hanya orang asing yang baru saja masuk dalam kehidupannya, namun terkadang kita begitu dominan mengalahkan seorang ibu yang menjaga dan merawatnya sejak dalam kandungan. Takutlah akan murka Allah jika saja perkataan kita menggoreskan luka di hati suami. Sesuatu yang baik itu memang terasa berat, tapi, dengan hati tulus dan ikhlas, rida Allah di tangan suami akan mudah kita rengkuh.”
  • 2: Wanita adalah pencipta ketentraman dan kedamaian di dalam rumahnya. “Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi kunci adanya surga di rumah kita. Jadikanlah suami sebagai satu-satunya tempat cerita, bersandar dan berkeluh kesah supaya kegundahan itu tak salah memilih rumah untuk menentramkannya. Surga diciptakan untuk bidadari, maka pantaskan diri kita untuk tinggal di dalamnya. Lakukan semua kewajiban itu dengan ikhlas dan senang hati, supaya tak menjadi beban serta tak sakit hati ketika tak dihargai. Selama kaki masih kuat berpijak dan tangan masih sanggup menggenggam, maka tugas mulia sebagai ibu rumah tangga jangan sampai dilimpahkan kepada orang lain. Ada hak-hak yang tak boleh dilanggar ketika kita memutuskan untuk bekerja, yaitu hal seorang suami dan anak-anak.”
  • 3: Jadilah pasangan dan sahabat bagi suami kita. “Jangan terlalu sibuk menghilangkan kerut di wajah, melangsingkan badan, selalu ingin tampil sempurna seperti awal pernikahan, suami butuh rasa “nyaman” ketika bersama kita, maka ciptakanlah!. Jangan hanya membekali diri dengan kelembutan dan kasih sayang, namun juga perkokohlah pertahanan hati supaya tak mudah jatuh ketika badai menerjang. Jangan pakai perasaan dalam memecahkan suatu masalah. Tugas kita bukan hanya mencuci dan memasak, namun juga menjaga cinta di hati suami. Suami tidak butuh kritik pedas kita, dia hanya mau dirinya diterima apa adanya. Katakan pada suami ~ Aku akan berada di dekatmu dalam kondisi seburuk apapun~”
  • 4: Menjaga aib pasangan suami kita. “Suami adalah pemimpin di rumah, cukup hargai dia sebagai pemimpin, dengarkan pendapat dan nasehatnya, jangan pernah membantah meski kadang tak selalu sama dengan apa yang kita inginkan. Jangan hancurkan kepercayaan suami dengan hal-hal tak penting. Suami adalah pemimpin, maka jadikan izinnya sebagai pahala kita dan jadikan keridloannya sebagai tujuan kita. Jangan menceritakan aib suami kita. Jadilah teman diskusi yang baik, karena suami butuh teman diskusi bukan lawan debat. Kita tak butuh saling menyalahkan untuk bisa menyelesaikan sebuah masalah, cukup duduk dan bicarakan baik-baik bersama suami. Jadikan syukur sebagai kunci kebahagiaan keluarga.”
  • 5: Berikan perhatian dan senantiasa jatuh cinta dengan suami kita. “Sesekali melakukan kencan dengan suami. Jadikan diri kita sebagai pengendali hati suami, yang membuat dia berpaling dari wanita lain sebab suda terpesona dengan kecantikan kita!. Berikan perhatian kita untuk suami kita!. Sebuah pelukan untuk suami setiap dia hendak berangkat kerja dan setelah dia pulang bisa menjadi suplemen yang bisa menjaga kehangatan rumah tangga. Jangan malu mengatakan dan mengungkapkan cinta pada suami. Tersenyumlah ketika dia marah, jangan menyulutnya dengan kemarahan serupa. Kesetiaan bukan untuk pamer, namun sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan pasangan.”
  • 6: Menjalin silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan keluarga suami kita. “Jangan lupa saling mengingatkan saling menjaga silaturahmi baik pada keluarga ataupun orang lain, sebab kita tak pernah bisa hidup sendiri. Jadikan mertua sebagai sahabat dan kekasih. Jagalah hati mereka seperti kita menjaga hati suami, sebab selain kita, merekalah tanggung jawab yang harus suami jaga. Kita adalah satu-satunya orang yang suami harapkan untuk mendukungnya. Jadikan langkah kita sejalan, sebab kebaikan itu tak akan berakhir sia-sia. Orang tua dan mertua sama kedudukannya untuk ditaati, jangan sampai pernikahan membuat kita lalai untuk memenuhi hak-hak mereka. Setelah menikah, kepatuhan kita menjadi hak suami, namun bukan berarti kita mengabaikan berbakti kepada orang tua. Sahabat suami adalah sahabat kita.”
  • 7: Sifat buruk yang harus dijauhi oleh kita. “Hindari apa yang dibenci oleh suami kita. Pernikahan tanpa rasa cemburu akan terasa hambar, namun terlalu banyak cemburu akan membuat rumah tangga kacau. Jagalah hati suami dan jagalah pandangan kita, sehingga kita tak menemukan yang lebih utama selain yang kita lihat dari suami. Menahan marah bukan hanya bisa meredam guncangan, namun juga berbuah pahala di surga. Jangan mempertaruhkan kebahagiaan rumah tangga hanya demi ego sendiri. Kita harus mengontrol nada suara ketika sedang bicara dengan suami. Jangan sampai memancing emosi dan salah paham.”
  • 8: Kewajiban menjaga dan membimbing buah hati. “Mendidik anak tidak bisa instan, semua kebaikan tertanam sejak dia meninggalkan rahim ibunya. Didiklah anak dengan kasih sayang dan kemuliaan akhlak, niscaya dia akan memimpin dunia. Pemberian ASI itu tak hanya berpengaruh saat itu saja, namun juga bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan jangka panjang. Ibu adalah orang pertama yang paling sering berkumpul dengan anak-anak, maka dari sana, fondasi kuat terbentuk. Mendidik anak itu tak cukup dengan mengatakan sayang, namun proses sesungguhnya terjadi setiap detik dan berkesinambungan. Anak yang cerdas tidak harus lahir dengan IQ tinggi, namun juga karena kecerdasan ibu dan kasih sayangnya dalam mendidik dan menstimulasi. Mendidik itu tidak mendadak. Teladan yang baik hanyalah Rasulullah SAW.”
  • 9: Senantiasa menanam kebaikan. “Tanamlah kebaikan dalam rumah mungil kita. Suatu saat kita juga akan memanen hasilnya. Rawatlah seperti kita merawat tanaman. Kelak dia akan berbuah dan kita bersiap menikmatinya. Belajarlah bahagia dengan apa yang sudah kita miliki. Berlomba-lombalah memperbaiki diri jangan hanya menuntut, tapi lakukan juga untuk diri sendiri. Ingatlah, suami dan kita memang berbeda. Jadi wajar jika sekali waktu dia tak selalu mengerti apa yang kita pikirkan. Jangan ragu untuk mulai melakukan kebaikan, sebab manis itu pasti kita sesap setelahnya.”
  • 10: Seorang istri juga harus cerdas. “Semua lelaki suka wanita cantik, namun, semua itu tak lengkap tanpa otak encer dan cerdas. Suami butuh teman diskusi yang cerdas dan mampu memahaminya. Bicara itu ada waktunya. Tak setiap waktu jadi tepat untuk bicara, maka pandailah memilih waktu. Tua itu pasti, sedangkan dewasa itu pilihan. Bercanda itu emas, diam itu batu. Jangan buru-buru menuntut ketika kita sendiri rupanya belum memenuhi hak-hak suami. Sebab, hak suami lebih utama ketimbang orangtua.”
  • 11: Sebagai istri senantiasa mengajak suami ke arah yang lebih baik. “Suami butuh pendamping hidup yang bisa menuntunnya menuju kebaikan. Kita adalah alarm yang selalu siaga mengingatkan suami akan kewajiban-kewajibannya tanpa perlu merendahkan atau menyalahkan. Jadikan malam-malam kita sebagai malam indah untuk bermunajat bersama orang yang kita sayang. Jangan pernah tinggalkan satu malam pun tanpa salat dan berdoa kepada-Nya.”

Apa yang membuat buku “Agar Suami TAK MENDUA” layak untuk dimiliki?

Menurut aku, buku “Agar Suami TAK MENDUA” ini keren dan bagus karena berisi cerita yang sarat akan pesan bagi kita sebagai istri dalam mendampingi suami membentuk sebuah keluarga yang sakinah dan bahagia. Ada beberapa cerita yang pernah aku alami juga dalam menjalani rumah tangga kami. Alur cerita yang tak terlalu panjang pada setiap bab nya membuat pembaca mendapatkan kenikmatan dalam membaca. Pada setiap bab juga diberikan ayat Al Qur’an dan hadist yang berhubungan dengan bahasan tulisan. Buku ini memiliki sarat pesan yang baik bagi kita untu menjadi seorang istri yang baik. Jadi, aku sangat merekomendasikan buku ini untuk menjadi bacaan di rumah.

“Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan jika kamu melihatnya, taat jika kamu menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat kamu pergi”

HR. At-Thabrani

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

#MingguTema #Satuminggusatucerita #Day7 #ODOPEstrilookCommunity #ODOPSeptember2019 #ODOP2019

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

19 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: