Bunda Sayang
Bunda Sayang

Sabar VS Adek Mogok – Level 2, Hari ke-14

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Yup, semalam Adek mogok membereskan mainan ditambah aku juga sedang menipis stok sabarnya. Sepertinya aku emang sedang sangat lelah sekali banget (Hah!..panjang amat keterangannya).

Adek mogok membereskan mainan

Ya Allah, sebuah pembelajaran tuh pasti ada ujiannya. Mo jadi orang baik juga ada ujian, makanya mo jadi seorang ibu yang baik pun ada ujiannya. Sore hari ketika aku pulang dari kantor, Adek masih bersikap manis walo ada sedikit uring-uringan. Kupikir sepertinya ini efek dia puasa saja. Namun semakin menuju malam, sikap Adek mulai mengulik kesabaranku.

Emang siy, semalam aku merasa penat sekali. Padahal kerjaan kantor sedang gak banyak juga karena revisi SOP sudah selesai, tinggal meneruskan menyusun modul. Aku ngerasa capek sekali dan tak jernih dalam berpikir, alhasil beberapa tugas terbengkalai. Qur’an Journaling belum dibuat, setoran blog challenge belum dikerjakan, dan ada tugas dari koordinator kegiatan ramadhan di kantor untuk membuat flyer program.

Biasanya niy, Adek bisa aku dampingi bermain dengan tenang. Aku bisa paralel menyelesaikan tugas dan meladeni Adek bermain. Namun semalam Adek benar-benar tidak bisa diajak kerjasama. Bersyukur, aku tidak terpancing emosi karena aku memilih diam.

Aku: “Dek, itu kakinya digeser, nanti kena buku Kak Iya”

Adek: “Tidaaaak”

Aku: “Okey, kalau kena dan Kak Iya marah, ibu sudah kasih tahu ya”

Adek: “Ibu jangan marah-marah” (Adek nadanya tinggi)

Aku: “Ibu gak marah, Adek loh yang marah-marah”

Adek: “Gak, aku gak marah-marah, ibu yang marah-marah”

Aku hanya menarik nafas panjang sambil menyelesaikan komunikasi dengan koordinator kantor dulu (ini masalahnya, membawa kerjaan kantor ke rumah, runyam deh urusannya). Adek duduk di kursi dengan muka kesal.

Aku: “Adek kenapa? Senyum donk, nanti gantengnya hilang loh”

Adek: “Ibunya marah-marah”

Aku: “Oh, ya udah. Ibu mah gak marah-marah kok”

Adek lari ke badanku sambil mau nangis. Aku peluk dia, aku minta maaf dan menjelaskan bahwa aku gak marah. Aku hanya mengingatkan Adek kalo bermain jangan sampai mengganggu orang lain beraktivitas. Adek masih kesal dan berujung pada Adek gak mau membereskan mainannya dengan alasan “Aku capek”…hmmmm…baiklah, si anak sensitif sedang aktif rasa sensitifnya.

Sahur, sholat subuh, tidur lagi, bangun, mandi dan pakai baju sendiri

Alhamdulillah, Adek tidak ngambek lagi ketika dibangunkan sahur tadi pagi. Adek memaksa tetap mau sahur dengan menu coco crunch. Okeh, tapi didobel dengan susu 2 kotak (aku khawatir gak kenyang sampai pukul 12, karena hari ini Adek masih masuk sekolah). Selesai sahur, Adek mau juga diajak sholat subuh. Kemudian Adek minta tidur kembali. Baiklah, berhubung masih pukul 5 pagi, aku ijinkan.

Aku menyelesaikan tilawahku dan waktu sudah menunjukan pukul 05.30 wib. Aku bangunkan duo fajar junior untuk mandi dan persiapan sekolah. Alhamdulillah, sesi kedua membangunkan duo fajar junior tanpa drama. Adek minta mandi setelah Kakak. Adek ingin menunggu sambil nonton Marsha. Okeh, urutan mandi sudah disusun dimulai dari Aku, Kakak Iya dan Adek.

Waktunya Adek mandi. Adek minta mandi sendiri (Dia merasa sudah jago mandi). Kesulitan sedikit pada saat mengeluarkan sabun mandi dan menggosok badan bagian belakang. Aku turun tangan membantunya, setelahnya Adek selesaikan sendiri hingga mengeringkan baju. Pagi ini Adek tidak mau menyiapkan pakaiannya, namun Adek mau memakai baju sendiri.

Taraaaa….Kakak dan Adek sudah rapi dan siap. Saatnya ibu berganti kostum kerja. Tepat pukul 06.30 wib, kami berangkat ke sekolah dan ke kantor. Makasih duo fajar junior kesayangan Ibu…I love you more and more kiddos ❤😘💕

Melatih Kemandirian

Hikmah dan Pembelajaran Melatih Kemandirian Hari ini

  • PERTAHANKAN SUASANA HATI. Yup, selama hati bahagia maka ilmu akan mudah masuk
  • SABAR. Syarat wajib untuk bisa bahagia dan mudah menerima ilmu
  • KONSISTEN. Tanpa konsisten, ilmu akan susah dipertahankan
  • MOTIVASI. Memberi semangat bagi diri sendiri dan anak-anak
  • TELADAN. Nah, kalo bukan kita yang memberi contoh, lalu siapa lagi?

KONSISTEN – MOTIVASI – TELADAN adalah 3 pilar dalam Melatih Kemandirian pada anak..selalu semangat!

novya.id

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

  • #Hari14
  • #Gamelevel2
  • #Tantangan10hari
  • #MelatihKemandirian
  • #KuliahBundaSayang
  • @Institut.Ibu.Profesional
Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: