Bunda Sayang
Bunda Sayang

Semalam adalah Edisi Mendengarkan Curhat Adek – Tantangan H-15

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Alhamdulillah, aku kemarin dapat pulang kantor tepat waktu dengan kondisi lalu lintas jalan raya yang tidak begitu macet. Aku menikmati perjalanan bersama Si Big White dengan damai. Tidak ada agenda apapun jadi bisa langsung tancap gas menuju rumah.

Sesampainya di rumah langsung, sambil membuka pintu sambil mengucapkan salam. Terdengar suara adek dari ruang TV.

Adek: “Ucapkan salam dulu donk”

Dia menegur aku, aku memang mengucapkan salamnya pelan sehingga tak terdengar olehnya dari ruang TV.

Aku: “Udah kok tadi, tapi pelan. Ibu ulang ya “Assalamu’alaykum””

Adek: “Wa’alaykumsalam, nah gitu donk”

Aku: (dezziiigggg….sambil nahan senyum).

Aku duduk di kursi untuk istirahat sejenak sebelum melepas jilbab dan segalanya. Adek bercerita tentang sekolahnya hari ini. Kemudian Kakak pulang dari les kumon dan ikut bergabung ngobrol. Tak berapa lama terdengar suara adzan dari masjid depan kompleks.

Aku: “Dek, yuk sholat”

Adek: (mengiyakan sambil berjalan ke KM untuk berwudlu)

Setelah sholat maghrib, kami melanjutkan ngobrol sambil membahas tentang kata “tolong”, “maaf” dan “terima kasih”.

Aku: “Dek, kalo kita mau minta tolong bilang apa?”

Adek: “Tolong”

Aku: “Kalo kita sudah dibantu bilang apa?”

Adek: “Makasih”

Aku: “Kalo kita sudah berbuat salah bilang apa?”

Adek: “Maaf”

Aku: “Tadi ibu lihat Adek menendang Kakak, trus Kakak marah karena kakinya sakit, mengapa Adek tidak bilang minta maaf?”

Adek: “Tadi Kak Iya juga tidak bilang maaf pas kaki aku dijepit”

Aku: “Iya gitu Kak? Kalo iya, ayo saling minta maaf dulu”

Kemudian terdengar adzan isya, Adek diajak wudlu masih pakai iklan, trus dia mengeluh sakit perut. Akhirnya Adek ke KM untuk pup. Selesai pup, aku minta untuk wudlu sekalian tapi dia masih menolak dengan alasan ngantuk. Aku coba merayu dengan mengajak dia wudlu, dari mulai menawari naik ke punggung aku kayak koboy naik kuda, atau mau digendong di depan kayak baby kanguru atau mo digendong di belakang kayak tas ransel. Dia tetap tidak mau wudlu. Okeh..wajahnya memang keliatan ngantuk plus bete. Aku coba untuk menerima alasan dia dulu saat ini.

Kasur sudah dirapikan, dia pun tiduran, sedangkan aku sholat Isya. Setelah selesai sholat isya, aku lihat dia melempar semua guling ke bawah.

Adek: “Ibu, aku gak mau pake guling”

Aku: “Okeh”

Adek: “Ibu, aku gak mau maen sama temen-temen semua, aku mau maen aja ama ibu, ayah, kak iya ama mbah bono”

Aku: “Oh gitu, emang kenapa teman-temannya?”

Adek: “Aku tadi dimarahin ama Radit”(menyebut salah satu teman sekolahnya)

Aku: “Hmm, Adek salah apa gitu sampai Radit marah? Tadi maen apa sama Radit?”

Adek: “mobil-mobilan”

Aku: “oh berebutan mainan ya?”

Adek: “Iya, tapi Radit gak mau minta maaf”

Aku: “Okeh, nanti ibu bilang ke bu guru ya, agar besok saling maaf-maafan ya. Sesama teman harus saling bermaafan ya. Adek mau besok bermaafan dengan Radit?”

Adek: (mengangguk)

Aku: “Nah, sekarang tidur dulu ya”

Tidurnya semalam tidak nyaman, selain karena udara kamar yang kurang sejuk plus mungkin suasana hatinya masih jelek. Yap, anak lanangku ini lebih sensitif dibanding anak perempuanku. Adek sangat perasa hatinya, jadi mudah baper. Aku berharap, keesokan harinya dia tetap semangat sekolah.

Alhamdulillah pagi tadi, Adek mau mandi cepat namun tidak mau sarapan. Setelah dipaksa akhirnya hanya masuk biskuit saja. Namun, bapernya berdampak Adek gak mau sholat subuh pagi ini…hiks.

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

Baca juga: https://novya.id/menyemangati-kakak-agar-optimis-meraih-cita-cita/

Bunda Sayang

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

3 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: