Daily Stories with Family

Tak terasa sudah 11 tahun usiamu Nak

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

01 Februari 2019, lalu putri sulungku berusia 11 tahun. Kembali teringat 11 11 tahun lalu menikmati mulas di perut ketika pak suami dan ibu panik membawa aku ke rumah sakit. Segala persiapan buru-buru diangkut tak ketinggalan pula tas berisi perlengkapan persalinan dan kelahiran yang sudah aku persiapkan sejak 1 bulan dari hari perkiraan lahir. Ya, ini adalah cucu pertama di keluargaku dan juga merupukan buyut pertama di keluarga bapakku sehingga semua menunggu kehadirannya dan pastinya kami sangat menantikan wajah mungilnya.

Kakak lahir dengan normal dan selamat melalui proses operasi dikarenakan aku sama sekali tidak mengalami penambahan pembukaan. Bagaimanapun proses lahirnya Nak, yang utama kau terlahir dengan selamat dan sehat tak kurang satupun. Kakak yang lahir dengan berat 3,9 kg dan panjang 50 cm ini menangis kencang ketika dokter mengeluarkannya dari dalam perutnya. Cubby dan gendut itu pasti.

Baca juga : https://novya.id/cerita-tentang-kehamilan-anak-pertama-ku/

Mengenalkan PAUD dan bacaan Al Qur’an pada Kakak

Alhamdulillah dari grafik tumbuh kembangnya sesuai dengan standar kesehatan. Tepat usia 2 tahun, kakak mulai merasakan dunia pendidikan yang paling dini yaitu PAUD. Di usia 2 tahun ini, kakak mulai mengenal Iqra, yaitu salah satu metoda dalam panduan belajar membaca Al Qur’an. Kakak belajar membaca Al Qur’an bersama teman-temannya di rumah didampingi oleh Ibu Isti (tetangga rumahku yang seorang guru TK yang mempunya kecintaan mengajar anak-anak). Dia selalu semangat pergi ke rumah bu Isti untuk belajar mengaji bersama teman-temannya.

Kata bu Isti kepadaku waktu itu “Kita kenalkan perlahan-lahan aja Mah, biar dia cinta dulu, kalau sudah cinta akan lebih muda mengajarinya”

Kakak yang tidak suka ikutan lomba

Saat kakak kelas 3 pernah mendapatkan piala dari sekolah setelah memenangkan juara 3 Membaca Al Qur’an. Salah satu kekurangan kakak (kata bu gurunya) adalah dia selalu merasa tidak percaya diri ketika diminta mengikuti lomba-lomba. Juara 3 inipun diperoleh atas bujukan dari wali kelas nya agar kakak berkenan mengikuti perlombaan mewakili kelasnyakarena menurut wali kelasnya kakak mempunyai potensi itu. Setelah bujukan kesekian kalinya akhirnya kakak mau ikutan lomba dan kembali ke kelas dengan prestasi juara 3 nya.

Di kelas 4, wali kelasnya juga menyampaikan bahwa kakak mempunyai potensi untuk mengikuti beberapa kompetisi, namun selalu menolak apabila disuruh mengikuti perlombaan, bahkan apabila dipaksa kakak menjadi marah. Ketika aku tanyakan ke kakak, jawabnya sangat sederhana “Aku gak mau ikutan lomba ibu” tanpa memberikan alasan apapun, hanya mengucapkan sepenggal jawaban itu.

Kemajuan tilawah Al Qur’an kakak

Kakak sudah melaksanakan tilawah Al Qur’an sejak kelas 1 SD, dia termasuk dalam salah satu siswi TK yang dapat khatam Iqra 6 di bangku TK sehingga kelas 1 SD sudah boleh masuk pada Al Qur’an. Tilawah yang dia lakukan tanpa terjadwal dan rutin ini membuahkan hasil berupa khatam Al Qur’an pertama di bulan ramadhan tahun lalu.

Aku pun merencanakan program tilawah Al Qur’an lanjutan untuknya dan dia bersedia mengikutinya. Awal Agustus 2018, aku memulai program itu dengan harapan dalam waktu 2 bulan dia bisa khatam. Aku membuatkan program dalam 1 hari dia membaca sebanyak 10 halaman. 10 halaman ini terbagi dalam 5 periode yaitu 2 halaman setelah melaksanakan sholat wajib. Ternyata program ini masih berat dia laksanakan terutama pada saat selesai sholat dhuhur dan ashar. Setelah selesai sholat dhuhur dia lebih tertarik bermain dengan temannya di sekolah, dan setelah sholat ashar dia sudah ada jadwal les sehingga program yang seharusnya selesai dalam 2 bulan ini tidak terpenuhi. Dia belum bisa meluangkan waktunya untuk prioritas tilawah.

Akhirnya program ini aku berikan kelonggoran waktu, yaitu tilawah hanya dilaksanakan sehabis sholat subuh, maghrib dan isya sebanyak 2 halaman per periodenya. Walaupun melewati rencana waktu di awal, alhamdulillah kakak bisa khatam Al Qur’an kedua kalinya pada tanggal 27 Januari 2019. Tepat 4 hari sebelum masuk usia 11 tahun. Barakallahu Nak, semoga semangatmu dalam bertilawah Al Qur’an tetap terjaga selamanya. aamiin.

Kakak menerima sertifikat khatam Al Qur’an dari sekolah

Di Hari Jumat, 01 Februari 2019, kakak paham bahwa merayakan ulang tahun tidak diajarkan dalam agama Islam, dia hanya minta ijin ke aku untuk berbagi makanan kepada teman-teman satu kelasnya, sekedar berbagi saja bukan untuk merayakan ulang tahun. Kami memberikan ijin sekaligus sebagai rasa syukur karena dia sudah khatam Al Qur’an.

Apakah tugasku selanjutnya sebagai orang tua membersamainya?

Tugas selanjutnya adalah mempersiapkan kakak menghadapi masa baligh. Di kelasnya sudah beberapa siswi yang sudah baligh. Hal ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang harus aku jawab untuk menambah pemahaman dia. Semoga dia kelak siap ketika memasuki masa baligh. Dia mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, serta dia siap menghadapi perubahan emosi yang akan dia rasakan nanti. Shalihah selalu ya Nak, yang rukun dengan adek.

Duo fajar junior

Alhamdulillah. Wassalamu’alaykum.

#Day3 #Jumat #08.02.19 #SETIP #EstrilookCommunity

Saya seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan saya dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan saya berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan saya dapat bahagia.

30 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: