Tour de'Museum

Tour de’Museum: Museum KAA Bandung

Bismillahirrahmanirrahiim

Yeeeyyy..ini adalah rangkaian cerita kedua tentang Tour de’Museum, setelah sebelumnya kami de’Fajar Family berkunjung ke Museum Zoologi yang ada di Kota Bogor yang bisa kalian baca pada link berikut Tour de’Museum: Museum Zoologi. Kali ini kami tak jalan-jalan jauh masih di seputaran Kota Bandung saja. Ada yang pernah ke Jalan Asia-Afrika Bandung belum? Kalo ada yang belum, buruan gih maen ke Bandung. Jalan ini adalah salah satu ikon wisata di Kota Bandung dan di sepanjang jalan ini ada beberapa spot wisata heritage yang dapat kalian kunjungi loh. Ada Masjid Agung Bandung, ada tugu 0 KM Bandung, ada museum, ada Gedung Merdeka, ada penjara Banceuy tempat Pak Karno pernah ditawan, ada kuliner, ada dekat Jalan Braga yang banyak seniman dengan karyanya berupa lukisan.

Nah…jalan-jalan kali ini, rombongan tanjidor de’Fajar Family kurang lengkap, karena Ketua Suku nya yaitu Bapak Fajar Yulianto tidak ada. But…it’s okay, mamak siap ajak anak-anak untuk jalan-jalan. Akhirnya mamak mengajak bulik Tuti bergabung. Kali ini kami akan berkunjung ke Museum Konperensi Asia Afrika. Ada yang pernah berkunjung kesini belum?  Museum Konperensi Asia Afrika…dari nama nya saja pasti sudah terbayang donk, ada apakah di museum ini. Museum adalah tempat yang dibangun untuk menyimpan benda/barang, cerita, momen, dokumen, dokumen tentang kenangan sejarah di masa lalu. Museum Konperensi Asia Afrika ini menyimpan kenangan sejarah tentang pelaksanaan konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 – 24 April 1955. Museum ini diresmikan oleh Presiden RI ke-2 yaitu Bapak Soeharto pada tanggal 24 April 1980 dan terletak di Gedung Merdeka Bandung.

Ketika masuk ke dalam museum ini, tidak terasa suasana redup-redup ala bangunan museum dikarenakan semua sudah tertata dengan baik. Sentuhan kemajuan teknologi sudah terasa di dalam sistem penyimpanan cerita sejarah yang disajikan. Semua informasi disajikan dengan apik sehingga pengunjung bisa membaca cerita sejarah tersebut dengan baik. Selain itu, informasi dengan cara touch screen pun ada. Yang masih terlihat ada barang-barang sejarah adalah kursi-kursi yang pernah menjad saksi bisu percakapan atau diskusi para tokoh sejarah waktu lalu, mesin ketik, dan ada sebuah diorama dimana terdengar suara Pak Karno sedang pidato di masa konperensi dulu. Ketika kita duduk manis di lokasi diorama ini, kita bisa terbawa membayangkan suasana di masa itu, menjadi salah satu peserta pada konperensi.

dasa sila bandung

Bawa anak-anak kesini dijamin gak akan takut karena pencahayaannya tidak redup ala-ala museum begitu sehingga seperti sedang di ruang multimedia yang ada suara dan pencahayaan terang. Selama disini duo fajar junior tertarik dengan diorama dan perangkat touch screen yang disediakan, tulisan-tulisan informatif pun enak dan mudah dibaca, alur layoutnya juga mudah, ruang antar pajangan juga nyaman sehingga bagi penikmat sejarah pasti akan suka sekali karena bisa menikmati bacaan-bacaan sejarah satu per satu. Kalo kami tidak terlalu penikmat sejarah, namun wajib bagi kami mengajak dan mengenalkan anak-anak kami akan sejarah. Selain informasi yang di dapat bisa bermanfaat di sekolah, pastinya anak-anak punya kenangan akan suatu tempat yang menyimpan sejarah. Ada foto Bung Karno dan Bung Hatta dalam ukuran cukup besar…(yang satu ganteng..yang satu imut hehehehe)

bung karno dan bung hatta

Oia…di museum ini juga ada perpustakaannya loh. Sesuai jadwal kunjung seharusnya hari Sabtu dan hari Minggu, perpustakaan tutup karena libur, namun keberuntungan berada di pihak kami. Sewaktu kami berkunjung, di museum sedang ada pameran literasi sehingga ada pameran buku-buku gitu. Ada majalah-majalah lama jaman aku masih SD seperti bobo, ananda dll. Keberuntungan ini pun berlanjut karena kami bisa berkunjung ke perpustakaan yang dimiliki oleh Museum Konperensi Asia Afrika ini. Koleksi bukunya cukup banyak, dari buku sejarah, artikel-artikel dan buku-buku anak. Melalui kegiatan pameran literasi ini kami pun mengetahui tentang perpustakaan ITB, perpustakaan Provinsi Jabar, perpustakaan Kota Bandung dan beberapa perpustakaan  lainnya. Wow…ini lah yang dinamakan sekali kayuh satu dua tiga pulau terlampau. Dan akhirnya memunculkan ide untuk mengajak anak-anak tour de’Library yang ada di sekitaran  Kota Bandung.

salah satu sudut perpustakaan museum KAA

Museum Konperensi Asia Afrika ini berdampingan dengan lokasi konferensi tahun 1955 dulu yaitu Gedung Merdeka. Masuk dari pintu museum trus jalan mengikuti lorong maka kita akan sampai pada sebuah ruangan yang besar sekali dengan deretan bendera-bendera dan tatanan kursi yang sangat rapi. Nah…di ruangan ini terasa sunyi dan lapang, bisa jadi karena besarnya ruangan, bisa jadi karena pencahayaan yang redup dan bisa jadi lainnya (hehehehe….pada takut yaaaaa). Setelah didekati ternyata deretan bendera tadi adalah deretan bendera-bendera dari negara yang tergabung dalam konferensi. Beruntung nya kami kembali, ketika masuk ke ruangan ini sedang banyak pengunjung jadi hati tidak was-was…eh…tapi pak satpam juga kok disini (sooooo…jangan takut ya temans).

gedung merdeka

Sewaktu masuk ruang ini yang terbayang di benak aku adalah betapa megahnya konferensi di waktu itu. Setiap perjalanan pastinya ada catatan yang dapat kita peroleh, apapun itu perjalanannya. Begitupun perjalanan kami kali ini. Beberapa catatan perjalanan Tour de’Museum ke Museum Konperensi Asia Afrika kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Museum ini tidak menakutkan karena pencahayaan yang cukup terang
  2. Berkunjung kesini sebaiknya jangan pas penuh pengunjung sehingga kita dapat menikmati tulisan-tulisan sejarah dengan lebih baik
  3. Nikmati setiap momen yang diabadikan disana sehingga kita lebih dapat memaknai sejarah yang tersimpan di dalam (maaf…kalo aku kemarin rada terburu-buru karena maklum penakut, jadi kalo sepi justru takut, pas rame ada rombongan pengunjung justru kurang fokus baca artikel-artikel yang ada)
  4. Kalo bawa anak-anak selalu diikuti (bukan kenapa-napa, khawatir anak kita terlalu lincah kemudian menyenggol barang yang ada dan pada akhirnya menimbulkan masalah..jadi berabe kan)
  5. Cari info atau souvenir tentang museum yang kita kunjungi (kalo aku ya dapat foto dan magnet kulkas donk…teuteup nyak…magnet..hehehehe).

Jadwal kunjungan Museum Konperensi Asia Afrika:

Museum:

Senin: Tutup
Selasa – Kamis: 08.00 – 16.00
Jumat: 14.00 – 16.00
Sabtu – Minggu: 09.00 – 16.00
Hari Libur Nasional: Tutup

Library:

Senin – Kamis: 08.00 – 16.00
Jumat: 14.00 – 16.00
Sabtu – Minggu: Tutup
Hari Libur Nasional: Tutup

Nah…sapa yang tertarik untuk berkunjung ke Museum Konperensi Asia Afrika????….Kalian juga bisa berkunjung kesini. Dijamin sangat bermanfaat kok. Ayoooo…ajak keluarga kita berkunjung ke museum.

Akan kemana lagi kah kami?….ikuti terus cerita kami dari rombongan tanjidor de’Fajar Family.

Alhamdulillah

Sumber:

  1. Kunjungan langsung ke museum
  2. Website resmi Museum Konferensi Asia Afrika: http://asianafricanmuseum.org/museum-kaa/

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: