Jawa Tengah

Wisata Transportasi di Kota Solo

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamu’alaykum kawan narablog.

Kota Solo adalah kota kelahiranku. Sejak tahun 1979 aku mengenalnya dan mulai meninggalkan kota ini di tahun 1998 untuk merantau kuliah dan bekerja hingga saat ini. Kota Solo merupakan salah satu kota barometer perekonomian di Provinsi Jawa Tengah. Tragedi tahun 1998 masih menyisakan kenangan suram di kota kelahiranku ini. Masih terdapat beberapa bangunan yang dibiarkan menjadi kenangan akan kejadian itu, namun banyak bangunan yang mulai bergerak berhias untuk memperindah Kota Solo.

Baca juga : https://novya.id/berseri-kampung-halamanku/

Kota Solo yang terkenal dengan SOLO the spirit of Java dengan jargon BERSERI (Bersih Sehat Rapi Indah) bukanlah kota yang dingin, namun juga tidak panas. Tak ada wisata alam di kota kelahiranku ini. Letaknya yang berada di tengah-tengah beberapa kabupaten karesidenan Surakarta ini memiliki wisata budaya, wisata kuliner dan wisata belanja.

Sedikit belok dari cerita, Karesidenan Surakarta merupakan pembagian wilayah administrasi pada jaman kolonial Belanda yang ada di Jawa Tengah. Yang termasuk dalam karesidenan Surakarta adalah Kota Praja Surakarta (Kota Solo), Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Klaten.

Nah, kali ini aku akan bercerita tentang salah satu wisata yang dapat kita nikmati apabila berkunjung ke Kota Solo, yaitu Wisata Transportasi. Wisata Transportasi yang ditawarkan terdiri dari Bus Tingkat Wisata WERKUDARA, Sepur Kluthuk JALADARA dan Railbus BATARA KRESNA.

Bus Tingkat Wisata WERKUDARA

Bus tingkat Werkudara ini diluncurkan pada tanggal 1 April 2011 dan saat itu merupakan satu-satunya bus tingkat di Indonesia. Dulu di kala aku masih SMA, di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol di Kota Solo dilalui bus tingkat Damri. Bus tingkat Damri ini melayani rute Palur – Kartosuro – Palur. Ketika aku kuliah, bus tingkat Damri ini sudah tidak ada lagi.

Keberadaan bus ini serasa menghidupkan kembali memori akan bus tingkat Damri di kala itu. Namun bedanya, bus tingkat Werkudara digunakan untuk tujuan wisata bukan untuk layanan transportasi umum. Nama Werkudara diberikan karena badan bus yang tinggi besar dengan tinggi 4.5 meter dan berat 12 ton. Kapasitas bus ini mampu menampung sebanyak 43 penumpang, 18 kursi di bagian bawah dan 25 kursi di bagian atas.

Apabila tertarik untuk menikmati bus tingkat wisata ini, kalian dapat membeli tiket di Kantor Dinas Perhubungan Pemerintahan Kota Surakarta yang terletak di Jalan Menteri Sumpeno No. 7 Manahan, dengan telp. 0271-7096111 pada hari dan jam kerja. Harga tiket eceran sebesar Rp. 20.000,-/per lembar. Bus tingkat wisata ini beroperasi secara reguler pada hari Senin – Minggu.

Wisata Transportasi Kota Solo
tiket Bus Tingkat Wisata Werkudara

Bus wisata ini juga bisa disewa dengan biaya sekitar Rp. 800 ribu per tiga jam. Apabila melebihi tiga jam sewa akan dikenai biaya overtime sebesar Rp. 250 ribu per jam.

Rute Bus Wisata Werkudara: Kantor Dishubkominfo di Manahan – Perempatan Manahan – Pertigaan Kerten – Sriwedari – Gladag – Balai Kota – Pasar Gede – Perempatan Panggung – Tugu Cembengan – Jurug. Rute sebaliknya: terdapat 2 rute yaitu rute arah selatan melewati batas Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo atau rute arah utara melewati batas Kota Solo bagian utara.

Saran aku, kalo menaiki bus ini jangan memilih tempat duduk yang berada di sisi tepi jalan. Ketika kita duduk di bagian atas, banyak tersangkut dengan ranting-ranting pohon, jadi duduknya tidak nyaman.

Sepur Kluthuk JALADARA

Bagi yang pernah berkunjung di Kota Solo dan pernah melalui Jalan Slamet Riyadi pastinya akan paham adanya rel kereta api di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ini. Wisata Transportasi kedua yang aku pernah rasakan adalah Sepur Kluthuk Jaladara.

Sepur Kluthuk Jaladara merupakan rangkaian lokomotif uap kuno dengan dua gerbong wisata. Lokomotifnya berseri 1218 dibuat oleh Maschinenbau Chemitz Jerman pada tahun 1896, sedangkan gerbongnya dibuat dengan bahan baku utama kayu jati pada tahun 1906 yaitu CR 16 dan TR 144 dengan interior klasik berbahan kayu jati.

Wisata Transportasi Kota Solo
Sepur Kluthuk Jaladara

Sepur Kluthuk Jaladara mulai beroperasi pada tanggal 27 September 2009 setelah diresmikan pada tanggal 17 September 2009.

Sepur Kluthuk Jaladara memanfaatkan rel kereta api yang melintas di tengah Kota Solo yang berdampingan dengan jalan protokol kota yaitu Jl. Slamet Riyadi. Jalur rel ini dahulu dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschhappi (NISM), yaitu sebuah perusahaan swasta masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Rel ini merupakan jalur rel heritage yang tersisa di Indonesia dan tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kota Solo. Dahulu kala digunakan sebagai jalur kereta kencana raja. Jalur rel ini dahulunya juga merupakan jalur trem di masa kolonial yang melayani rute dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Sangkrah. Menaiki Sepur Kluthuk Jaladara ini seperti membawa kita ke sejarah masa lampau, yaitu sebuah perjalanan dengan beberapa titik pemberhentian.

Perjalanan kami dimulai dari Stasiun Purwosari. Semua penumpang diberi kalung kuning seperti abdi dalem kraton. Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875 dengan arsitek oleh Thomas Karsten atas perintah Mangkunegara IV. Stasiun Purwosari ini dahulu merupakan pusat distribusi hasil perkebunan dan industri vorstenlanden (wilayah kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran).

Wisata Transportasi Kota Solo
Tampak dalam gerbong

Dari Stasiun Purwosari kita akan berhenti di Loji Gandrung. Loji Gandrung merupakan bangunan kuno yang kini difungsikan sebagai rumah dinas walikota Solo. Bangunan ini dibangun oleh Jansen, seorang bekas tentara kompeni yang menjadi raja kopi di Pulau Jawa.

Perjalanan berlanjut dan berhenti di Taman Sriwedari. Taman Sriwedari merupakan kawasan rekreasi, hiburan dan tempat peristirahatan para kerabat kraton. Titik pemberhentian berikutnya adalah Gladag. Sebuah kawasan yang termasuk dalam wilayah alun-alun Kota Solo. Dimana terletak patung pahlawan Slamet Riyadi. Sepur Kluthuk Jaladara berhenti di Stasiun Sangkrah. Stasiun ini dibangun pada tahun 1922 oleh NISM.

Bahan bakar Sepur Kluthuk Jaladara ini adalah dari kayu bakar. Kita dapat melihat langsung isi dari lokomatifnya ketika berhenti di Stasiun Sangkrah.

Untuk menikmati perjalanan dengan Sepur Kluthuk Jaladara ini dapat menghubungi ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Solo di Jl. Menteri Supeno No. 7 Surakarta atau ke Tourism Information Center (TIC) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo di Jl. Slamet Riyadi.

Dalam perjalanan yang kami ikuti waktu itu bekerjasama dengan komunitas pecinta budaya lama di Kota Solo. Tiket untuk per orang sebesar Rp. 191.000,- dan kami juga mendapatkan piagam.

Wisata Transportasi Kota Solo
Tiket sepur

Railbus BATARA KRESNA

Railbus Batara Kresna ini merupakan karya anak bangsa yaitu PT. INKA Madiun. Kami belum sempa mencoba wisata ini. Railbus ini melayani perjalanan dari Kota Solo sampai ke Stasiun Sukoharjo. Railbus ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2011.

Nah…yuk, kalo ada kesempatan berkunjung ke Kota Solo, jangan melewatkan wisata ini ya gaes. Info dapat juga mengunjungi laman ini.

Alhamdulillah, Wassalamu’alaykum.

#Day17 #SETIP #EstrilookCommunity #KLIPMaret #MenulisuntukDiriSendiri

Aku seorang wanita yang suka menulis, melalui tulisan aku dapat mengalirkan aliran rasa yang ada di diri, melalui tulisan aku berharap dapat berbagi kebaikan dan melalui tulisan aku dapat bahagia.

10 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: